12
February

 

HUMAS PAMEKASAN – Bupati Pamekasan Badrut Tamam optimis nilai akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah Dr Slamat Martodirjo Pamekasan tahun ini akan menjadi rumah sakit type B plus. Dengan begitu RSUD ini akan bisa meningkatkan pelayanannya secara maksimal. Optimisme itu disampaikan Badrut Tamam usai menemui asesor akreditasi Rumah Sakit, Selasa (12/2/19).

“Akreditasi rumah sakit kita bagus, target kita nanti akan semakin bagus. Beberapa catatan dari tim asesor, kita diakui bagus. Bahkan, target kita pelayanan RSUD kita lima tahun ke depan pelayanan semakin excellent,” terang RBT sapaan akrab Bupati Tamam kepada wartawan usai memberikan penjelasan komitmennya di hadapan tim asesor.

Selama ini, kata dia, RSUD Pamekasan telah menjadi rujukan dari warga kabupaten lainnya di Madura seperti dari Sampang, Sumenep. Kondisi ini menjadi layak kalau kemudian RSUD Pamekasan terus bisa menaikkan akreditasi dan pelayanannya sehingga akan bisa berbuat maksimal melayani masyarakat di Madura.

“Disini jadi rujukan dari warga dan masyarakat Sampang, Sumenep, banyak orang yang kesini lho. Memang untuk kemungkinan untuk mendapatkan nilai A masih sulit. Sehingga, target B plus dirasa sudah bagus. Kalau bermimpi dapat A, saya rasa masih sulit. Jadi B plus yang pantaslah,” tandasnya.

Wakil Direktur Keuangan RSUD Dr Slamet Martodirjo Daeng Ali Taufik mendampingi Direktur Dr Farid Anwar mengungkapkan akreditasi ulang ini sudah dimulai sejak 11 Februari hingga 14 Februari 2019 besok. Selasa kemarin jadwal penilaian untuk materi penilaian tentang komitmen pimpinan. Kebetulan dihadiri langsung oleh Bapak Bupati Pamekasan.

Kehadiran Bapak Bupati langsung, kata Taufik, merupakan poin yang luar biasa. Bupati bisa menunjukkan seberapa besa komitmennya untuk membangun dan meningkatkan pelayanannya pada rumah sakit ini. Karena upaya apapun yang dilakukan oleh rumah sakit tetap bergantung pada pimpinan atau orang nomor satu di daerah yakni Bupati Kepala Daerah.

“Ketika beliau menyampaikan komitmennya dihadapan tim asesor tadi, komitmennya sangat luar biasa bagus dalam meningkatkan mutu pelayanan maupun keselamatan pasien. Penyediaan anggaran, fasilitas sarana dan prasarana serta pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM),” ungkap Taufik.

Bupati Badrut Tamam, tambah Taufik, betul-betul berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan yang lebih maksimal serta masyarakat mendapatkan pelayanan yang aman juga. Tentu saja untuk memenuhi komitmen itu butuh sumber daya yang lain, seperti sumber daya keuangan, sarana dan prasarana. Dan semua kebutuhan itu telah dipikirkan oleh Bupati.

“Komitmen Bapak Bupati menjadikan Rumah Sakit bisa memberikan yang maksimal ini merupaan bagian dari komitmen beliau secara umum untuk meningkatkan pelayanan di daerah ini. Banyak terobosan baru yang beliau lakukan dan sudah diterapkan di rumah sakit ini, utamanya yang terkait etika pelayanan pada pasien,” pungkasnya. (FAL/HMS)

 

16
February

 

HUMAS PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan terus bergerak memaksimalkan pelayanan pada masyarakat. Setelah sukses Resmikan Mall Pelayanan Publik (MPP), Sabtu (16/2/19) malam Bupati Pamekasan Badrut Tamam kembali melakukan Launching terobosan baru Aplikasi Pamekasan Smart E-Lorong dan E-Madul.

Peresmian dilakukan di Bundaran Monumen Arek Lancor Kota Pamekasan. Kegiatan ini dihadri oleh Wabup Raja’ie, anggota Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan, para camat dan masyarakat umum lainnya.

Badrut Tamam mengatakan Pamekasan Smart E-Lorong dan E-Madul adalah terobosan yang dilakukan Pemkab Pamekasan untuk memudahakan masyarakat melaporkan secara mandiri atas berbagai temuan masalah pembangunan di Pamekasan melajui fasilitas tehnologi internit.

Dasarnya adalah Peraturan Presiden NO 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan berbasis elektronik dan Peraturan Bupati NO 18 tahun 2018 tentang pengembangan E-Goverment dilingkungan Pemkab Pamekasan. Pamekasan Smart E-Lorong da E-Madul merupakan upaya mempermudah dan mempercepat memberikan layanan pada masyarakat.

“E-Lorong adalah apli saluran yang bisa dipakai oleh masyarakat melaporkan tentang hal yang berkaitan dengan masalah infrasturuktur jalan. Sedangkan E-Madul adalah saluran yang bisa dipakai untuk melaporkan tentang berbagai hal lain tetang masalah pembangunan secara umum. Dua saluran ini menerima laporan dan langsung diproses untuk segera ditindak lanjuti,” katanya.

Launching ditandai dengan penekanan tombol Pamekasan Smart oleh Bupati bersama Wabup Raja’ie dan anggota Forkopimda dan pimpinan OPD lainnya. Lalu dilanjutkan dengan mencoba aplikasi Pamekasan Smart E-Lorong dan E-Madul tersebut yang juga disaksikan warga masyarakat kota Pamekasan yang menyaksikan acara itu.

Badrut Tamam menambahkan Pamekasan Smart bukan hanya untuk menerima laporan tentang masalah pembangunan tetapi juga berisi informasi tentang pelayanan lain secara umum dari semua OPD. Bukan hanya dalam bentuk laporan namun dengan Pameksan Smart ini masyarakat bisa menerima informasi apa saja yang dibutuhkannya tentang pelayanan.

“Saya yakin Pamekasan Smart ini akan menjadi model baru dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Semua ini kita lakukan, karena ada keinginan rakyat utama peminpin baru betul betul berupaya beri pelayanan yang baru cepat mudah dan masyarakat jadi senang, karena mendapat pelayanan profesional,” jelasnya.

Pamekasan smart ini,lanjut badrut, merupakan pintu kedua setelah Mall Pelayanan Publik untuk memberikan pelayanan yang prima pada masyarakat. Karena itu dia meminta pimpinan OPD agar dalam menjalankan tugasnya jangan yang biasa saja, karena jika hanya biasa saja tidak akan dapat yang luar biasa.

“Saya Pak Wabup sama kita semua kita jadikan pelayanan ini sebagai pengabdian dan ibadah kepada Allah SWT. Mari kita terus perbaiki pelayanan ini, hingga manjadi kota yang berdaya saing dengan kabupaten maju lainnya di Indonesia. Saya katakan mari dan saya tak akan capek mengajak,” pungkasnya.(FAL/HMS)

22
February

 

HUMAS PAMEKASAN - Wakil Bupati Pamekasan Raja’ie mengungkapkan ikon ‘’Pamekasan Hebat’’ merupakan cita-cita luhur Pemkab Pamekasan untuk melakukan perbaikan secara terencana jujur dan profesional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Raja’e saat memberikan sambutan dalam acara Jumat Bersabda ( Juat bersih sehat bersepeda bersama Forkopimda) di Balai Kelurahan Lawangan Daya Kecamatan Pamekasan, Jumat (22/2/19). Acara ini diikuti oleh anggota Forkopimda, pimpinan OPD dan sejumlah klub sepeda onthel yang ada di Pamekasan.

“Saya tadi mendengar ungkapan bahwa Pamekasan saat ini masih belum hebat, namun masih menuju hebat. Betul itu kini kita tengah berusaha menuju hebat. Saya terenyuh dengan ungkapan itu. Saya berfikir mencermati kata kata itu dan itu memang betul kita masih menuju Pamekasan hebat,” katanya.

Semua elemen terkait di Pemkab Pamekasan, lanjt Raja’e, baik dirinya Bupati, pimpimnan OPD dan elemen lainnya tengah berusaha untuk menuju cita cita Pamekasan hebat itu. Pamekasan yang dalam bahawa Madura diistilahkan dengan pamekasan Rajjeh Bejreh dan Parjugeh.

“Kita semua saya dan bapak Bupati, Forkopimda dan keluarga besar Pemkab Pamekasan semuanya ingin menuju kesana. Namun untuk menuju kesana memang tiga hal yang tidak boleh dilupakan yaitu prinsip umum bagi umat menuju kebahagiaan dunia akhirat, yakni bertaqwa kepala Allah, mengikuti contoh rasul dan bersama pemerintah mengatur negara,” paparnya.

Pamekasan Hebat sebagai cita-cita ideal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, kata Raja’e, merupakan bagian dari semangat membangun berdasarkan nilai nilai Islam. Dia kemudian menyitir ayat Al Quran yang berbunyi ‘’Baldatun tayyibatan warabbun ghafur” (negeri yang aman makmur dan mendapat ampunan tuhan).

“Dalam Al Quran itu ada ayat yang berbunyi baldatun tayyibatun warabbun ghafur. Itu merupakan cita-cita ideal semua umat dan negeri didunia untuk menjadikan negerinya yang aman makmur dan mendapat ampunan tuhan. Nah bagi kita Pamekasan ayat itu disederhanakan dengan kalimat Pamekasan Hebat,” jelasnya.

Istilah Pamekasan Hebat, kata Raja’e, dirumuskan untuk membahasakan ayat baldatun tayyibatn warabbun ghafur itu dalam bahasa dan kalimat yang mudah dicerna, difahami dan dimengerti dan disampaikan dengan mudah kepada masyarakat. Intinya sama yakni ingin mencapai daerah yang aman, makmur dan tetap dalam lindungan Allah SWT. (fal/hms)

 

27
February

Pemkab Pameksan Gelar UMKM Go Online

Written by
Published in Kabar Terkini
Read 811 times

 

 

HUMAS PAMEKASAN –Pemkab Pamekasan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan Sosialisasi “Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Go Online Pamekasan, Belanja dan Jual Beli Online Murah Cepat dan Aman’’. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Rabu (27/2/19).

 

Acara yang dibuka oleh Bupati Badrut Tamam ini dihadiri oleh Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Septriyana Tangkary. Juga hadir Wakil Bupati Raja’e, Pj Sekdakab Andik Fajar Tjhyono, para pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Pamekasan dan ratusan pelaku UMKM.

 

Badrut Tamam dalam sambutannya mengungkapkan terima kasih atas kerjasama dan kehadiran Septriyana Tangkary bersama rombongan ke Pamekasan. Dia mengakui dengan kegiatan ini masyarkat pengelola UMKM akan dapat ilmu baru bagaimana tata cara menjual produknya secara lebih efektif.

 

“Bagaimana cara jual online yang strategis bagaimana cara jual produk yang bukan se Pamekasan tapi se Indonesia. Kita harus bersyukur dapat kesempatan untuk dapat trasformasi ilmu itu. Sangat penting untuk kemajuan dan kemudahan pemasaran hasil produk usaha UMKM kita,” katanya.

 

Badrut Tamam mengaku bahwa dirinya terus berfikir mencari jalan terobosan baru untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengembangkan usahanya, termasuk bagi kalangan UMKM. Dan dia bersyukur diantara terobosan itu adalah berbentuk kerjasama dengan Kementrian Kominfo dalam sosialisasi jual beli online ini.

 

”Saya selalu sudah tidur berfikir bagaimana membuat sesuatu yang baru. Mall Pelayanan Publik, Pamekasan Smart, sudah. Semula banyak pihak yang tidak percaya. Tapi Alhamdulillah akhirnya kami di Jatim Pamekasan menjadi kabupaten ke empat yang memiliki Mall Pelayanan Publik sebelum 100 hari kami bekerja meminpin Pamekasan,” katanya.

 

Diantara terobosan yang akan dilakukan adalah menbentuk 10 ribu pengusaha baru di Pamekasan. Ini semua insya Allah tercapai jika masyarakat dan pengelola UMKM memiliki kemampuan untuk memanfaatkan jasa tehnologi online sebagai prasarana untuk memasarkan produk usaha mereka.

 

Dia menegaskan kini sudah bukan saatnya aparatur layani Bupati, sudah saatnya aparatur layani rakyat. Bukan bupati minta dilayani, tetapi yang harus dilayani adalah rakyat. Dia juga bertekad akan jadikan pendopo kabupaten sebagai pendopo edukasi. Di Pendopo akan ada berbagai fasilitas dan layanan untuk semua kebutuhan layanan masyarakat.

Terkait dengan UKMK Badrut Tamam menegaskan kini di Pamekasan terdapat sekitar 596 UMKM. Ada BUMD yang sekarang tak berfungsi maksimal karena kurang dana. Dia bertekad akan hidupkan BUMD itu untuk menjadi lembaga marketing produk UMKM yang didalamnya ada onliennya. Yang nantinya juga akan bekerjasama dengan Keminfo untuk juala beberap produknya.

Atas berbagai kerja keras yang dilakukannya, kata Badrut Tamam, dalam waktu dekat Pamekasan akan dapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai daerah tercepat bikin MPP, daerah pertama yang memberikan kekhasan potensi lokal dengan branding batik atas mobil dinas pemerintah sebagai wujud pembelaan terhadap pengrajin batik. (FAL/HMS)

01
March

 

 

HUMAS PAMEKASAN –Pemkab Pamekasan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan Sosialisasi “Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Go Online Pamekasan, Belanja dan Jual Beli Online Murah Cepat dan Aman’’. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Rabu (27/2/19).

 

Acara yang dibuka oleh Bupati Badrut Tamam ini dihadiri oleh Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Septriyana Tangkary. Juga hadir Wakil Bupati Raja’e, Pj Sekdakab Andik Fajar Tjhyono, para pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Pamekasan dan ratusan pelaku UMKM.

 

Badrut Tamam dalam sambutannya mengungkapkan terima kasih atas kerjasama dan kehadiran Septriyana Tangkary bersama rombongan ke Pamekasan. Dia mengakui dengan kegiatan ini masyarkat pengelola UMKM akan dapat ilmu baru bagaimana tata cara menjual produknya secara lebih efektif.

 

“Bagaimana cara jual online yang strategis bagaimana cara jual produk yang bukan se Pamekasan tapi se Indonesia. Kita harus bersyukur dapat kesempatan untuk dapat trasformasi ilmu itu. Sangat penting untuk kemajuan dan kemudahan pemasaran hasil produk usaha UMKM kita,” katanya.

 

Badrut Tamam mengaku bahwa dirinya terus berfikir mencari jalan terobosan baru untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengembangkan usahanya, termasuk bagi kalangan UMKM. Dan dia bersyukur diantara terobosan itu adalah berbentuk kerjasama dengan Kementrian Kominfo dalam sosialisasi jual beli online ini.

 

”Saya selalu sudah tidur berfikir bagaimana membuat sesuatu yang baru. Mall Pelayanan Publik, Pamekasan Smart, sudah. Semula banyak pihak yang tidak percaya. Tapi Alhamdulillah akhirnya kami di Jatim Pamekasan menjadi kabupaten ke empat yang memiliki Mall Pelayanan Publik sebelum 100 hari kami bekerja meminpin Pamekasan,” katanya.

 

Diantara terobosan yang akan dilakukan adalah menbentuk 10 ribu pengusaha baru di Pamekasan. Ini semua insya Allah tercapai jika masyarakat dan pengelola UMKM memiliki kemampuan untuk memanfaatkan jasa tehnologi online sebagai prasarana untuk memasarkan produk usaha mereka.

 

Dia menegaskan kini sudah bukan saatnya aparatur layani Bupati, sudah saatnya aparatur layani rakyat. Bukan bupati minta dilayani, tetapi yang harus dilayani adalah rakyat. Dia juga bertekad akan jadikan pendopo kabupaten sebagai pendopo edukasi. Di Pendopo akan ada berbagai fasilitas dan layanan untuk semua kebutuhan layanan masyarakat.

Terkait dengan UKMK Badrut Tamam menegaskan kini di Pamekasan terdapat sekitar 596 UMKM. Ada BUMD yang sekarang tak berfungsi maksimal karena kurang dana. Dia bertekad akan hidupkan BUMD itu untuk menjadi lembaga marketing produk UMKM yang didalamnya ada onliennya. Yang nantinya juga akan bekerjasama dengan Keminfo untuk juala beberap produknya.

Atas berbagai kerja keras yang dilakukannya, kata Badrut Tamam, dalam waktu dekat Pamekasan akan dapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai daerah tercepat bikin MPP, daerah pertama yang memberikan kekhasan potensi lokal dengan branding batik atas mobil dinas pemerintah sebagai wujud pembelaan terhadap pengrajin batik. (FAL/HMS)

16
February

Foto : Menkop serahkan bantuan pada pengrajin batik didampingi Bupati dan Wabup Pamekasan

 

HUMAS PAMEKASAN-Pemkab Pamekasan bangun sinergi pemberdayaan koperasi dan UKM dengan Kementrian Koperasi dan UKM. Peresmian dilakukan Jumat (15/2/19) ditandai penandatanganan MoU dan pemukulan gong oleh Menteri Kooperasi dan UKM  Puspayoga, di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan.

Ikut menyaksikan peresmian itu sejumlah pejabat dari Kementrian Koperasi dan UKM, Pejabat Dinas Koperasi Jatim.  Forkopimda Pamekasan, Wakil Bupati Pamekasan dan pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Pamekasan. Juga hadir seluruh pegiatan UKM dan pengrajin batik di Pamekasan.

Bupati Badrut Tamam mengungkapkan sinergi pemberdayaan koperasi dan UKM ini bertujuan memotivasi kreatifitas para pengelola koperasi dan UKM agar bisa bekerja cerdas dan kreatif sehingga bisa mendorong ekonomi masyarakat. Dengan  dukungan Kementrian Kooperasi, cita cita  perbaikan ekonomi rakyat akan terwujud.

“Karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Mentri Koperasi dan semua pihak. Dengan program ini kita akan berupaya melakukan berbagai terobosan yang arahnya peningkatan kesejateraan masyarakat.  Sehingga Pamekasan ini menjadi daerah yang hebat sejajar dengan daerah maju lainnya,” katanya.

Badrut menjelaskan ada lima program prioriotas yang kini dijalankannya yakni reformasi birokrasi, pemberdayan ekonomin kerakyatan, perbaikan infrasruktur, peningkatan bidang pendidikan dan terakhir perbaikan pelayanan kesehatan. Dengan lima prioritas itu diharapkan cita cita rakyat makmur dan sehat akan tercapai.

“Nah kerjasana atau sinergi dengan Kementrian Koperasi dan UKM ini merupakan bagian dari prioritas yang kedua yakni pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dengan program ini, maka  cita cita kami menciptakan 10 ribu pengusaha baru insya Allah akan tercapai,“ harapnya. 

Kegiatan sinergi yang akan dibangun dengan Kementrian Kopersai dan UKM meliputi pelatihan kewirausahaan, pelatihan vokasional, pelaltihan Perkoprasian, sosialisasi dan bimtek dana bergulir LPDB dan UMKM  dan penyerahan program strategis Kemenkop dan UKM.

Sementara Menkop dan UKM Puspayoga mengaku senang berkunjung dan bekerjasama dengan Pamekasan. Dia mengaku paling sering berkunjung ke Pamekasan. Selama ini telah 10 kali lebih ke Pamekasan. Sejak jadi mentri saja sudah tiga kali ke Pamekasan.

“Ini mungkin ada hubungannya dengan sejarah leluhur saya di Bali. Saya ini asal Bali, dan ada leluhur yang pernah berkeluarga dengan orang Pamekasan dan menjadi muslim. Namun setelah meninggal jenazahnya dimakamkan secara Islam di Bali. Dan kini makamnya jadi objek wisata,” tuturnya. (fal/hms)

19
January

 

HUMAS PAMEKASAN   – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Republik Indonesia Anak Agung Gede NgurahPuspayoga, mengunjungi sentra batik tulis di Kabupaten Pamekasan, Jumat (18/1/2019) dan mengaku kagum dengan hasil produksi batik warga di wilayah itu.

 

Menteri Puspayoga bersama rombongan datang ke Pamekasan bersama istri Ayu Bintang Puspayogo dan meninjau secara langsung sentra batik tulis di Dusun Podhek, Desa Rangperang Daya, Kecamatan Proppo, Pamekasan.

 

“Kami datang kesini untuk melihat secara langsung bagaiman proses produksi batik tulis Pamekasan, serta upaya pemberdayaan kepada para pengrajin yang hendak dilakukan Pemkab Pamekasan,” katanya.

 

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja’e bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan mendampingi menteri ke Dusun Podhek, Desa Rangperang Daya, sekitar 10 kilometer ke arah barat Kota Pamekasan.

 

Kecamatan Proppo, merupakan salah satu kecamatan dengan sentra batik terbanyak dibanding kecamatan lain di Pamekasan, yakni sebanyak 12 sentra dari total 28 sentra batik, se-Kabupaten Pamekasan, termasuk di Desa Rangpenang.

 

Dari 28 sentra batik yang ada di Pamekasan dengan jumlah sekitar 1.200 unit usaha ini, total jumlah batik yang berhasil diproduksi sebanyak 309.000 lembar batik setiap tahun dengan taksiran nilai produksi sekitar Rp24 miliar. 

 

Selain untuk melihat secara langsung sentra batik yang ada di Pamekasan, Menteri Koperasi dan UKM ini tertarik datang langsung ke Pamekasan berkat promosi yang sedang digencarkan Pemkab Pamekasan, baik melalui media sosial, pemberitaan media massa, maupun melalui branding batik tulis di semua mobil dinas milik Pemkab Pamekasan.

 

Puspayoga menilai, promosi batik yang dilakukan Pemkab Pamekasan sebagai tolok ukur akan kekuatan industri batik yang ada di Pamekasan, apalagi melalui kebijakan yang berpihak kepada kepentingan perajin batik tulis Pamekasan.

 

“Proses produksinya alami dan bagus, dan ini merupakan potensi yang bagus,” kata Puspayoga.

 

Dalam kesempatan itu, Menteri Puspayoga menyempatkan diri berbincang santai dengan warga seputar batik tulis, serta proses produksi secara lesehan.

 

“Saat ini Pemkab Pamekasan telah membantu kami para pengrajin dengan mengecat mobilnya dengan batik, dan mengharuskan pegawai menggunakan seragam batik pada hari-hari tertentu. Jika Pak Menteri membantu promosi juga, akan lebih bagus hasil penjualan kami,” kata warga setempat Abdus Somat.

 

Saat ini, jumlah motif batik tulis di Kabupaten Pamekasan terdata sebanyak 144 motif batik.

 

Antara lain, motif Matahari, Sekar Jagad, Tiga Dimensi, Terang Bulan Kupu-kupu Leres, Rang-kerang Warna, Kismis, dan Liris Jagat.

 

“Kalau batik tulis yang menjadi branding mobil dinas Pemkab Pamekasan itu, adalah motif batik Sekar Jagad,” kata Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. (fal/hms)

16
January

 

HUMAS PAMEKASAN- Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menegaskan penghargaan Adipura yang diterima tahun ini bukan tujuan utama melaiakan sasaran antara menuju terciptanya Pamekasan hebat Rajjeh Bejreh dan Parjugeh.  Hal itu dia ungkapkan saat memberi sambutan dalam acara penerimaan Kirap Adipura di Monomen Arek Lancor, Rabu (16/1/19). 

 

“Adipura bukan tujuan utama, namun hanya imbas atau semacam tujuan antara menuju tujuan utama yakni Pamekasan hebat rajjeh bejreh dan parjugeh. Pamekasan hebat kita membutuhkan berbagai perbaikan pelayanan dari segala  aspeknya, termasuk di bidang kebersihan lingkuagn,” katanya.

 

Penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup ini diraih Pamekasan, setelah hasil kerja keras dan ikhlas dari seluruh elemen tertakit, diantaranya Dinas Lingkungan Hidup dan OPD terkait, Camat,  para lurah dan kepala desa, pasukan kuning serta elemen masyarakat lainnya yang berjasa dalam penciptaan lingkungan bersih. 

 

“Karena itu kami menucapkan terima kasih kepada semu elemen masyarakat yang telah berupaya menjadikan kota Pamekasan ini sebagai kota bersih dan lingkungan sehat. Terutama kepada Dinas lingkungamn hidup dan OPD terkait lainnya, yang telah  bersinergi membangun dan memenuhi pensyaratan untuk diraihnaya Adipura ini,” katanya.

 

Tugas selanjutnya setelah diraihnya penghargaan ini, kata Badrut,  adalah upaya untuk mempertahankan penhargaan itu dan lebih jauh lagi menjadikan pola hidup bersih dan lingkungan sehat dan peduli lingkungan, menjadi bagian dari sikap hidup keseharian masyarakat Pamekasan. 

 

 

Kirab Piala Adipura  dilakukan mulai pintu masuk Pamekasan tepatnya didepan kantor kecamatan Tlanakan. Piala Adipura dimuat diatas mobil terbuka yang diapit oleh Bupati Badrut Tamam dan wakilnya Raja’ie. Lalu kemudian  dibelakangnya diikuti oleh mobil Pj Sekdakab dan Kepala Dinas dan Pimpinan OPD terkait. 

 

Dari depan kantor Camat Tlanakan Piala Adipura itu lalu dibawa meluncur kearah utara menuju kota Pamekasan. Lalu iring iringan mobil yang mengikuti kirap itu berbelok kanan menuju jalan niaga, lalu belok kiri di jalan Jingga dan belokkanan lagi menyusuri jalan Jokotole. Lalu belok kiri menuju Jalan Raya Sumenep. 

 

Dari jalan raya Sumenep rombongan kirab berbelok kiri di Jalan Bonorogo menuju arah barat, lalu menuju jalan stadion, lalu kembali menuju jalan Jokotole dan menuju kearah barat menuju Monumen Arek Lancor. Disana sudah menunggu para pejabat dan pimpinan OPD lain dilingkungan Pemkab Pamekasan untuk  menyambut Bupati dan Wabup bersama Piala Adipura.

 

Disepanjang jalan yang dilalui konvoi tampak masyarakat Pamekasan antusias menyambut kirab adi opura ihni.  Bahkan siswa sekolah yang kebetulan lokasinya berada dipinggir jalan yang dilalui konvoi, mereka keluar kelas menyambut dan memberikan sambutan atas rombongan iringan mobil kirap Piala Adipura tersebut.

 

Usai penyambutan di  Arek Lancor kirap Piala Adipura  dilanjutkan menuju arah barat ke pendopo ronggosukowati. Disana menunggu Ketua DPRD Pamekasan dan anggota Forkopminda Pamekasan. Piala Adipura itu lalu kemudian diserahkan oleh Bupati kepada Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin. (fal/hms)

14
January

 

JAKARTA - (HUMAS PAMEKASAN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur kembali mendapat penghargaan Adipura hasil penilaian tahun 2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia kategori kota kecil. 

 

Penghargaan ini diserahkan oleh wakil Presiden RI yang diterima langsung oleh Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam yang bertempat di Auditorium Dr Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.  14/01/18.

 

Bupati Pamekasan menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Pamekasan yang sudah hidup bersih dan menjaga kebersihan ligkungan. Penghargaan ini semata-mata bukan milik Pemerintah Daerah tetapi milik rakyat Pamekasan, salam Pamekasan Hebat.  Sambungnya. (fal/hms)

 

10
January

Foto : Silaturrahmi Bupati bersama Habib, Ulama pimpinan Ormas Islam.

 

HUMAS PAMEKASAN-Para ulama, habaib, masyaikh dan pimpinan Ormas Islam mendukung langkah Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mentup tempat hiburan karaoke di wilayahnya. Pernyataan dukungan itu disampaikan usai bersilaturrahmi  dengan Bupati Pamekasan di Ruang Peringgitan Dalam Rumah Dinas Bupati Pamekasan, Rabu (9/1/19) tadi malam.

 

Saat menerima para tamunya Badrut Tamam didampingi Wakilnya Raja’e. Sementara para tamu yang hadir antara lain pimpinan Ormas Islam dari NU, Al Irsyad, Persis, Muhammadiyah, FPI, Aliansi Ulama Madura (Auma), habaib,  dan ulama pengasuh pondok pesantren antara lain KH Ali Karar  Sinhaji,  KH Jazuli, KH Fudhali M Ruham dan lainnya. 

 

KH Fudhali M Ruham juru bicara para ulama mengungkapkan  langkah Bupati menutup karaoke sesuai dengan ajaran Islam. Lebih dari itu penutupan  itu secara teknis sudah melalui proses panjang dan procedural, melalui berbagai pertemuan dan musyawarah antara pemerintah daerah, ulama dan para pengusaha pemilik karaoke.

 

“Beberapa kali para ualama bersama pengusaha dan Pemkab bertemu membahas soal itu. Dan puncaknya mereka berjanji akan menutup sendiri usaha karaokenya, sebelum Perda atau ketentuan yang baru tentang hiburan diputuskan yang kini tengah diproses. Tetapi ternyata mereka buka lagi,” katanya.

 

Dalam perrtemuan silaturrahami dengan Bupati, setelah melakukan berbagai dialog singkat, para ulama, habaib, masyaikh dan pimpinan Ormas Islam kemudian bersama sama  membacakan hasil kesepakatan yang mereka buat, dihadapan Bupati Pamekasan dan Wakilnya kalangan media yang meliput silaturrahmi tersebut.  

 

Ada tiga poin penting pernyataan sikap para ulama,  antara lain,  pertama : Mendukung langkah Bupati mentup tempat karaoke. Yang kedua menghimbau masyarakat dan aparat untuk juga mendukung keputusan bupati tersebut. Dan yang ketiga meminta kepada para pengusaha dan pemilik karaoke untuk mematuhi  keputusan bupati tersebut.

 

Terkait dengan dampak social penutupan karaoke, KH Fudhali Ruham menegaskan bahwa Bupati Badrut Tamam telah menyatakan kesanggupannya untuk membantu mencari penyelesaiannya,  misalnya, untuk mengatasi mantan karyawan karaoke yang nganggur akibat tidak bekerja lagi. 

 

“Soal dampak soial bagi mantan karyawan, Pemkab siap mencarikan jalan keluar, bupati mengaku kini tengah mencari solusi. Karena tugas Pemkab untuk mencarikan jalan keluar atas permasalahan rakyat. Pemkab nanti akan data jumlah mereka berapa dan Pemkab nanti akan jelaskan ke publik langkah yang akan dilakukannya,” katanya. 

 

Bupati Badrut Tamam berterima kasih atas dukungan para ulama dan habaib tersebut. Dia menegaskan bahwa diriya akan terus memita dukungan  dan bimbingan ulama dalam melaksanakan tugasnya. “Kami ingin terus dapat bimbingan ulama agar bisa bekerja baik, bersih dan tidak korupsi, kami akan tetap jaga hubungan baik kami,” tandasnya. (fal/hms)

Page 6 of 28