14
May
Masuki Masa Purna, Wabup dan Direktur PDAM Pamekasan Beri Tali Asih 3 Pegawai
Wakil Bupati Pamekasan Raja'e bersama Direktur PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar saat melepas pisah tiga pegawai PDAM yang memasuki masa purna.

HUMAS PAMEKASAN - Wakil Bupati Pamekasan Raja'e bersama Direktur PDAM Pamekasan, Agoes Bachtiar, melepas pisah tiga pegawai PDAM yang memasuki masa purna, di halaman kantor PDAM Pamekasan, Jalan Pengadilan Negeri, Kabupaten Pamekasan, Senin (13/5).

Acara pelepasan ketiga pegawai purna tugas yang telah bekerja selama 56 tahun tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pamekasan Rajae yang pada saat itu juga menyerahkan tali asih dari PDAM Pamekasan.

Dalam sambutannya, Wabup Rajae mengucapkan rasa terima kasih kepada ketiga pegawai PDAM Pamekasan atas Dharma Bhakti yang sudah diberikan kepada Pemkab Pamekasan.

"Tentunya amal dan segala kebaikan yang sudah mengabdi di PDAM Pamekasan akan menjadi catatan sejarah bagi Pemkab Pamekasan," ujar Raja'e.

Direktur PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar mengatakan, upacara pelepasan purna tugas tersebut merupakan bentuk apresiasi PDAM Pamekasan kepada pegawainya.

"Ketiga teman PDAM yang telah purna ini telah mengakhiri tugasnya dengan baik, ketiganya merupakan orang yang pekerja keras, disiplin, maka dari itu diupacarakan," ujar Agoes Bachtiar menyampaikan terima kasihnya.

"Implementasi dari perusahan memberikan 5 kali gaji kepada mereka. Meski pensiun dari sini tidak akan lepas komunikasi. Karena yang purna tugas itu ada grupnya. Di grup tersebut mereka masih bisa memberikan motivasi dan saran kepada pegawai yang masih bekerja di PDAM Pamekasan," ujar Agoes.

Ia berharap kepada karyawan lainnya untuk tetap meningkatkan kinerja meski dalam bulan puasa. "Harus tetap semangat bekerja meski di bulan puasa. Intinya kami harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada mayarakat Pamekasan," pungkasnya.

Adapun ketiga pegawai PDAM Pamekasan yang telah memasuki masa purna tugas tersebut, yaitu Ali Mujahid (Kepala Unit Adeni), Sri Askiati (Kasubag Keuangan dan Kas), Hartatik Megawarni (Pemegang Kas Kecil). 9fal/hms)

11
May

 

 

HUMAS PAMEKASAN– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa buka puasa bersama anak ratusan anak yatim di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Sabtu (11/5/2019).

Buka puasa Gubernur bersama anak yatim ini merupakan rangkaian dari kegiatan pembukaan festival musik Ramadhan yang digelar di halaman Pendopo Ronggosukowati Pemkab Pamekasan.

Gubernur hadir di Pamekasan bersama istri Wakil Gubernur Arumi Bachsin, Kepala Dinas Perhubungan Fattah Jasin, serta Wakapolda Jatim Brigjen Polisi Toni Harmanto.

Dalam kesempatan itu, gubernur meminta agar masyarakat hendaknya memanfaatkan momentum Ramadhan untuk mengisi dengan kegiatan-kegiatan positif dan bernilai Islami.

Menurut gubernur kegiatan lomba musik Ramadhan Al Banjari yang digelar atas kerja sama Pemprov Jatim, Polda Jatim dan perusahaan pendukung, merupakan upaya untuk menghidupkan musim Islami di Jawa Timur.

Sebelum menyampaikan sambutan ini, gubernur terlebih dahulu menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim yang telah diundang panitia dalam acara itu.

Selanjutnya gubernur membuka acara secara simbolis dengan menabuh rebana secara bersama-sama.

Acara diakhiri dengan mendengarkan ceramah agama yang disampaikan oleh mantan Ketua PCNU Pamekasan KH Hamid Mannan dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

Festival musik Ramadhan Al Banjari di Pamekasan kali ini merupakan babak penyisihan dan Kabupaten Pamekasan merupakan kabupaten pertama sebagai penyelenggara kegiatan ini. (fal/hms)

26
April

PENAWARTA.COM – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Jumat (26/04/2019) menghadiri acara rapat umum pemegang saham (RUPS) 2019 Bank Jatim di kantor bank Jatim Pusat, mewakili Pemkab Pamekasan.

Menurut bupati, kehadirannya ke RUPS Bank Jatim itu memberikan arti tersendiri, karena ia bisa bertemu dengan sejumlah tokoh.

Semakin lengkap bisa bertemu dengan banyak teman dan senior yang sehat dan memberi semangat untuk terus berbuat yg terbaik untuk rakyat.. Bisa bertemu pak Suroso Dirut Bank Jatim, Pak Kardi komisaris utama, Prof Ridwan Nashir mantan rektor IAIN Sunan Ampel dan sekarang Dewan Pengawas Syariah, Prof Nur Syam mantan Rektor IAIN dan sekjend Kementrian Agama,” katanya.

Hadir juga dalam acara itu bupati/walikota dari 38 kabupaten/kota se-Jatim.

“Ada ibu Gubenur Jatim. Terima kasih doa dan dukungan atas ikhtiar kami untuk Pamekasan Hebat,” kata Baddrut Tamam. (fal/hms)

26
April

HUMAS PAMEKASAN – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Jumat (26/04/2019) menghadiri acara rapat umum pemegang saham (RUPS) 2019 Bank Jatim di kantor bank Jatim Pusat, mewakili Pemkab Pamekasan.

Menurut bupati, kehadirannya ke RUPS Bank Jatim itu memberikan arti tersendiri, karena ia bisa bertemu dengan sejumlah tokoh.

Semakin lengkap bisa bertemu dengan banyak teman dan senior yang sehat dan memberi semangat untuk terus berbuat yg terbaik untuk rakyat.. Bisa bertemu pak Suroso Dirut Bank Jatim, Pak Kardi komisaris utama, Prof Ridwan Nashir mantan rektor IAIN Sunan Ampel dan sekarang Dewan Pengawas Syariah, Prof Nur Syam mantan Rektor IAIN dan sekjend Kementrian Agama,” katanya.

Hadir juga dalam acara itu bupati/walikota dari 38 kabupaten/kota se-Jatim.

“Ada ibu Gubenur Jatim. Terima kasih doa dan dukungan atas ikhtiar kami untuk Pamekasan Hebat,” kata Baddrut Tamam. (fal/hms)

10
April

HUMAS PAMEKASAN – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam menganggap peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang ke 1440 M sebagai refleksi bersama makna yang terkandung didalamnya. Yakni tentang perintah sholat kepada sang proklator Islam.

“Semoga melalui peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini menjadi refleksi kita bersama memaknai nilai – nilai yang terkandung di dalamnya,” kata Bupati Baddrut, Rabu (10/04/2019) saat menyampaikan sambutan di pendopo Ronggosukowati.

 

Menurut Baddrut Tamam, subtansi dan 
esensi dari Isra’Mi’raj ini adalah, Allah SWT memberikan perintah langsung kepada rasulullah SAW tentang sholat. Dari hal itu, lanjut mantan anggota DPRD Provinsi Jatim ini dapat diambil beberapa nilai.

“Pertama, begitu sangat pentingnya sholat, sehingga Allah SWT menyampaikan langsung kepada rasulullah. Karena sebagian dari esensi sholat adalah perjanjian manusia kepada Allah yang dijalankan dalam sehari 5 kali,” jelasnya.

Bahkan, kata Bupati Baddrut Tamam, ada suatu bacaan bila direnungkan oleh semua manusia, maka akan jadi takut melakukan sesuatu yang bukan menjadi kewenangannya.

“Kita akan berada di track yng lurus, menjadi pelayan yang handal, menjadi aparatur sipil negara (ASN) yang jujur, tulus ikhlas dan bekerja dengan target jika kita memaknai esensi sholat dan kita mengerjakan sholat yang sesungguhnya. Setiap kita sholat, ada perjanjian yang diucapkan oleh kita semua,” sambung Baddrut Tamam.

Dengan perjanjian itu dengan sholat, lanjutnya minimal akan memahami bahwa jabatan, harta, tahta dan apa yang dimiliki seluruh manusia merupakan bagian yang dipertaruhkan untuk mendapat ridho Allah.

 

“Nah, komitmen itulah oleh Allah SWT disampaikan kepada nabi langsung, dan oleh nabi diperintahkan kepada kita semua untuk kemudian dilaksanakan menjadi bagian dari nilai – nilai utama kita dalam menjalankan ibadah serta menjalankan kehidupan sosial yang lebih baik,” lanjut politikus partai kebangkitan bangsa (PKB) ini.

Bahkan, kata Bupati Baddrut, banyak kiai menyebut terjadinya carut marut kehidupan di muka bumi ini lantaran manusia tidak dengan bersungguh-sungguh menjalani sholat itu sendiri.

“Untuk kemudian semakin baik, termasuk saya, pak Wabup, Forpimda, seluruh ASN dan masyarakat, mari kita mengamalkan sholat sehari – hari, sehingga apa yang dikerjakan di kantor, di rumah bersama keluarga itu sungguh – sungguh ikhlas dan seusai dengan tanggung jawabnya,” katanya.

Sebab, menurut bupati, sholat mengajarkan etos kerja yang luar biasa, ketulusan bekerja, sholat juga mengajarkan pelayanan yang cepat dalam melayani rakyat. “Sholat memberikan tanggung jawab kita memberikan pelayanan yang excellen kepada rakyat,” tegas bupati.

Oleh karena itu, kata Bupati Baddrut, Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW bagi dirinya merupakan kegiatan yang penting, bukan hanya seremonial biasa.

 

Diketahui, peringatan Isra ‘Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1440 M ini selain dihadiri bupati Baddrut Tamam dan Wabup Raja’e serta Forpimda, juga dihadiri oleh sejumlah ASN, Ormas, tokoh masyarakat dan tokoh agama. (fal/hms)

10
April

HUMAS PAMEKASAN – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam menganggap peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang ke 1440 M sebagai refleksi bersama makna yang terkandung didalamnya. Yakni tentang perintah sholat kepada sang proklator Islam.

“Semoga melalui peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini menjadi refleksi kita bersama memaknai nilai – nilai yang terkandung di dalamnya,” kata Bupati Baddrut, Rabu (10/04/2019) saat menyampaikan sambutan di pendopo Ronggosukowati.

 

Menurut Baddrut Tamam, subtansi dan 
esensi dari Isra’Mi’raj ini adalah, Allah SWT memberikan perintah langsung kepada rasulullah SAW tentang sholat. Dari hal itu, lanjut mantan anggota DPRD Provinsi Jatim ini dapat diambil beberapa nilai.

“Pertama, begitu sangat pentingnya sholat, sehingga Allah SWT menyampaikan langsung kepada rasulullah. Karena sebagian dari esensi sholat adalah perjanjian manusia kepada Allah yang dijalankan dalam sehari 5 kali,” jelasnya.

Bahkan, kata Bupati Baddrut Tamam, ada suatu bacaan bila direnungkan oleh semua manusia, maka akan jadi takut melakukan sesuatu yang bukan menjadi kewenangannya.

“Kita akan berada di track yng lurus, menjadi pelayan yang handal, menjadi aparatur sipil negara (ASN) yang jujur, tulus ikhlas dan bekerja dengan target jika kita memaknai esensi sholat dan kita mengerjakan sholat yang sesungguhnya. Setiap kita sholat, ada perjanjian yang diucapkan oleh kita semua,” sambung Baddrut Tamam.

Dengan perjanjian itu dengan sholat, lanjutnya minimal akan memahami bahwa jabatan, harta, tahta dan apa yang dimiliki seluruh manusia merupakan bagian yang dipertaruhkan untuk mendapat ridho Allah.

 

“Nah, komitmen itulah oleh Allah SWT disampaikan kepada nabi langsung, dan oleh nabi diperintahkan kepada kita semua untuk kemudian dilaksanakan menjadi bagian dari nilai – nilai utama kita dalam menjalankan ibadah serta menjalankan kehidupan sosial yang lebih baik,” lanjut politikus partai kebangkitan bangsa (PKB) ini.

Bahkan, kata Bupati Baddrut, banyak kiai menyebut terjadinya carut marut kehidupan di muka bumi ini lantaran manusia tidak dengan bersungguh-sungguh menjalani sholat itu sendiri.

“Untuk kemudian semakin baik, termasuk saya, pak Wabup, Forpimda, seluruh ASN dan masyarakat, mari kita mengamalkan sholat sehari – hari, sehingga apa yang dikerjakan di kantor, di rumah bersama keluarga itu sungguh – sungguh ikhlas dan seusai dengan tanggung jawabnya,” katanya.

Sebab, menurut bupati, sholat mengajarkan etos kerja yang luar biasa, ketulusan bekerja, sholat juga mengajarkan pelayanan yang cepat dalam melayani rakyat. “Sholat memberikan tanggung jawab kita memberikan pelayanan yang excellen kepada rakyat,” tegas bupati.

Oleh karena itu, kata Bupati Baddrut, Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW bagi dirinya merupakan kegiatan yang penting, bukan hanya seremonial biasa.

 

Diketahui, peringatan Isra ‘Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1440 M ini selain dihadiri bupati Baddrut Tamam dan Wabup Raja’e serta Forpimda, juga dihadiri oleh sejumlah ASN, Ormas, tokoh masyarakat dan tokoh agama. (fal/hms)

30
March

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan ibu Nayla Hasanah Baddrut Tamam seusai menerima gelar kebangsawanan dari Raja Surakarta.

 

HUMAS PAMEKASAN - Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan istri Nayla Hasanah Baddrut Tamam menerima gelar kebangsawanan dari Karaton Surakarta pada 30 Maret 2019 dalam acara rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan ke-15 Raja Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Sampeyandalem Ingkang Sinoehoen Kangjeng Soesoehoenan Pakoe Boewono XIII.

Bupati Baddrut Tamam bergelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) H Baddrut Tamam Cakrahadipuro, sedangkan ibu, yakni Nayla Hasanah bergelar Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Hj Nayla Hasanah Adiningtyas.

Saat menerima gelar kebangsawanan itu, bupati didamping Kabag Humas Pemkab Pamekasan Soepriyanto dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Akhmad Sjaifuddin.

Tingalan Dalem Jumenengan merupakan salah satu ritual paling sakral karena memperingati hari ulang tahun kenaikan tahta raja. Rangkaian acara ini antara lain kirab pasukan keraton yang diiringi gending gamelan Jawa sebagai pembuka acara. Lalu dilanjutkan dengan tarian sakral Bedoyo yang dibawakan oleh sembilan penari.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Ibu Nayla Hasanah Baddrut Tamam, merupakan bagian dari beberapa pejabat pemerintah yang menerima gelar kebangsawaan pada acara rutin Tingalan Dalem Jumenengan di Karaton Surakarta itu.

Tahun lalu, yakni pada 12 April 2018, Karaton Surakarta juga memberikan gelar bangsawan kepada sejumlah pejabat saat pelaksanaan Tingalan Dalem Jumenengan ke-14 Pakoe Buwono (PB) XIII Hangabehi. Dua gelar di antaranya diberikan kepada Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono.

Gelar diberikan kepada orang yang dinlai telah berjasa dan memberikan kontribusi dalam pelestarian budaya. Prosesi Tingalan Jumenengan ini ditandai dengan keluarnya Sinoehoen Pakoe Boewono XIII dari Dalem Ageng Prabasuyasa menuju Sasana Sewaka tempat berlangsungnya jumenengan. Dalam kesempatan itu juga digelar tarian Bedaya Ketawang oleh sembilan penari.

Sebelum acara Tingalan Dalem Jumenengan ini digelar, warga sekitar dan seisi karaton melakukan acara resik-resik yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pada Jumat, 29 Maret 2019.

Ganjar Pranowo mengatakan keraton beserta segala ritualnya merupakan bagian dari sejarah kebudayaan, sekaligus objek wisata.

“Jadi sudah semestinya aset ini selalu dijaga supaya bersih luar dan dalamnya, baik lahir maupun batin,” kata Ganjar Pranowo, seperti dilansir situs antaranews.com.

Ganjar Pranowo melakukan bersih-bersih karaton bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Mochamad Effendi, Asisten Deputi I Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan Mayor Jenderal TNI Wawan Kustiyawan; Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono Soedarmoningrat; Kepala Polda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono; Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo; Kepala Polres Kota Surakarta Komisaris Besar Ribut Hari Wibowo, dan peserta lainnya.

Acara bersih-bersih diawali dengan pertunjukan Tari Gugur Gunung kemudian dilanjutkan dengan apel yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo. Selanjutnya ada penyematan ikat kepala dan sapu oleh Gubernur kepada perwakilan peserta sebagai tanda memulai kegiatan bersih-bersih.

Sementara itu, Karaton Kasunanan Surakarta ini, berdiri pada 1744 dan hingga kini tetap terpelihara keindahan bangunan sebagai warisan budaya. (fal/hms).

30
March

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan ibu Nayla Hasanah Baddrut Tamam seusai menerima gelar kebangsawanan dari Raja Surakarta.

 

HUMAS PAMEKASAN - Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan istri Nayla Hasanah Baddrut Tamam menerima gelar kebangsawanan dari Karaton Surakarta pada 30 Maret 2019 dalam acara rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan ke-15 Raja Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Sampeyandalem Ingkang Sinoehoen Kangjeng Soesoehoenan Pakoe Boewono XIII.

Bupati Baddrut Tamam bergelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) H Baddrut Tamam Cakrahadipuro, sedangkan ibu, yakni Nayla Hasanah bergelar Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Hj Nayla Hasanah Adiningtyas.

Saat menerima gelar kebangsawanan itu, bupati didamping Kabag Humas Pemkab Pamekasan Soepriyanto dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Akhmad Sjaifuddin.

Tingalan Dalem Jumenengan merupakan salah satu ritual paling sakral karena memperingati hari ulang tahun kenaikan tahta raja. Rangkaian acara ini antara lain kirab pasukan keraton yang diiringi gending gamelan Jawa sebagai pembuka acara. Lalu dilanjutkan dengan tarian sakral Bedoyo yang dibawakan oleh sembilan penari.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Ibu Nayla Hasanah Baddrut Tamam, merupakan bagian dari beberapa pejabat pemerintah yang menerima gelar kebangsawaan pada acara rutin Tingalan Dalem Jumenengan di Karaton Surakarta itu.

Tahun lalu, yakni pada 12 April 2018, Karaton Surakarta juga memberikan gelar bangsawan kepada sejumlah pejabat saat pelaksanaan Tingalan Dalem Jumenengan ke-14 Pakoe Buwono (PB) XIII Hangabehi. Dua gelar di antaranya diberikan kepada Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono.

Gelar diberikan kepada orang yang dinlai telah berjasa dan memberikan kontribusi dalam pelestarian budaya. Prosesi Tingalan Jumenengan ini ditandai dengan keluarnya Sinoehoen Pakoe Boewono XIII dari Dalem Ageng Prabasuyasa menuju Sasana Sewaka tempat berlangsungnya jumenengan. Dalam kesempatan itu juga digelar tarian Bedaya Ketawang oleh sembilan penari.

Sebelum acara Tingalan Dalem Jumenengan ini digelar, warga sekitar dan seisi karaton melakukan acara resik-resik yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pada Jumat, 29 Maret 2019.

Ganjar Pranowo mengatakan keraton beserta segala ritualnya merupakan bagian dari sejarah kebudayaan, sekaligus objek wisata.

“Jadi sudah semestinya aset ini selalu dijaga supaya bersih luar dan dalamnya, baik lahir maupun batin,” kata Ganjar Pranowo, seperti dilansir situs antaranews.com.

Ganjar Pranowo melakukan bersih-bersih karaton bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Mochamad Effendi, Asisten Deputi I Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan Mayor Jenderal TNI Wawan Kustiyawan; Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono Soedarmoningrat; Kepala Polda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono; Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo; Kepala Polres Kota Surakarta Komisaris Besar Ribut Hari Wibowo, dan peserta lainnya.

Acara bersih-bersih diawali dengan pertunjukan Tari Gugur Gunung kemudian dilanjutkan dengan apel yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo. Selanjutnya ada penyematan ikat kepala dan sapu oleh Gubernur kepada perwakilan peserta sebagai tanda memulai kegiatan bersih-bersih.

Sementara itu, Karaton Kasunanan Surakarta ini, berdiri pada 1744 dan hingga kini tetap terpelihara keindahan bangunan sebagai warisan budaya. (fal/hms).

 

 

 
 
12
March

 

HUMAS PAMEKASAN – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam mengajak para pengusaha di wilayah setempat untuk ikut berperan aktif membangun Pamekasan melalui program Tanggungjawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

 

Ajakan itu disampaikan bupati saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) bersama Forum CSR di ruang Peringgitan dalam Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Selasa (12/3/2019) siang.

 

“Saya ingin serius membangun Pamekasan ini. Apabila CSR dari berbagai perusahaan ini dikomunikasikan dengan baik, saya yakin akan lebih baik dan tepat sasaran,” tutur Bupati Baddrut Tamam.

 

Sejumlah perwakilan perusahaan yang hadir di rapat koordinasi Forum CSR Pamekasan yang dipimpin langsung oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam ini antara lain dari Radio Suara Karimata FM, PT Dua Putri Kedaton, PDAM Pamekasan, dan sejumlah perusahaan lainnya di Kabupaten Pamekasan.

 

Program CSR dari berbagai perusahaan yang ada di Pamekasan diharapkan oleh Bupati agar bisa tersalurkan merata di semua Kecamatan, sehingga bisa dirasakan oleh semua elemen masyarakat.

 

“Program CSR tersebut juga diharapkan bisa menumbuhkan gairah usaha baru, mampu menumbuhkan ekonomi kreatif dikalangan generasi muda Pamekasan,” ucap politikus partai kebangkitan bangsa (PKB) ini.

Sejumlah perwakilan pengusaha yang hadir mengikuti Rakor dengan bupati Pamekasan Baddrut Tamam

 

“Jadi, yang kita inginkan adalah dampak positif bisa dirasakan, dan ini akan terwujud, apabila semua perusahaan melakukan koordinasi dengan baik dan menyesuaikan dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Pamekasan ini,” imbuhnya.

 

Selanjutnya rapat koordinasi CSR itu dipimpin oleh koordinator Forum Arif Firdaus, pimpinan Bank Jatim Pamekasan. (fal/hms)

11
March

 

Foto : Bupati Badrut Tamam saat memberikan sambutan. 

 

HUMAS PAMEKASAN-Wakil Wali Kota Bengkulu Dedi Wahyudi, Senin (11/3/19) melakukan kunjungan kerja ke Pamekasan. Dia ingin mengetahui seputar kebijakan Pemkab Pamekasan terkait Mall Pelayanan Publik (MPP) dan berbagai terobosan lain yang menjadi kebijakan unggulan dari Pemkab Pamekasan.

 

Dia didampingi oleh sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemkot Bengkulu. Mereka diterima  oleh Bupati Pamekasan Badrut Tamam bersama istri dan Wakilnya, Raja’e, bersama istri dan sejumlah pimpinan OPD Pemkab Pamekasan di Ruang Peringgitan Dalam Rumah Dinas Bupati Pamekasan.

 

Dedi Wahydi mengemukakan ada beberapa alasan dia hadir berkunjung ke Pamekasan. Selain masalah MPP juga ingin  mengetahui tentang berbagai hal penting lainnya terkait dengan terobosan program yang dilakukan oleh Bupati Pamekasan bersama wakilnya. 

 

“Saya ini banyak mengetahui tentang Pamekasan dari pemberitaan media massa. Diantaranya adalah soal Mall Pelayanan Publik dan mobil dinas branding batik yang akhrinya mendapat penghargaan Musium Rekor Dunia di Indonesia (Muri) pada saat masa jabatan beliau masih baru 47 hari,” katanya.

 

Dia mengaku usia dirinya dengan Bupati Pamekasan dan wakilnya Raja’e tidak jauh berbeda sekitar 40 tahunan. Kesamaan usia ini yang menjadi salah satu alasan juga untuk  banyak belajar tentang bagaimana membuat kebijakan daerah yang cepat tepat dan efektif.

 

Foto : Bupati Pamekasan saat menyematkan batik khas Pamekasan. 

 

“Seharusnya masyarakat Pamekasan bangga memilik bupati dan wakil bupati yang sama sama ganteng, muda, energik, kreatif, inovatif dan memiliki semangat dan wawasan yang luas dan komitmen yang kuat untuk memajukan daerahnnya, “ ungkapnya.

 

Bupati Badrut Tamam mengucapkan terima kasih atas pilihan  Wakil Walikota Bengkulu yang menjadikan Pamekasan sebagai lokasi studi banding atau kunjugan kerjanya saatn ini. Dia mengaku pilihan tersebut adalah bagian dari kehormatan bagi dirinya dan masyarakat Pamekasan. 

 

Badrut Tamam mengaku bersama wakilnya, Raja’e, memiliki tekad untuk bekerja yang tidak berjarak dengan rakyat. Dia juga ingin memberikan pelayanan yang cepat dan smart kepada  rakyatnya. Dan kenginan itu ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat.

 

“Kami juga sudah launching Pamekasan Smart yaitu pelayanan dengan menggunakan aplikasi android untuk masyarakat. Masyarakat bisa melaporkan dan mengetahui tentang problem pembangunan di daerahnya. Dan program ini ternyata mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat,” ungkapnya.

 

”Saya kini tengah merancang program layanan baru yang bernama Millenial Talent Up. Yaitu sebuah wadah yang memberikan ruang bagi kalangan millenial untuk pengembangan talenta atau keterampilan yang dimilikinya. Kalua di propinsi Jatim juga ada program Millenial  Job Centre,” imbuhnya. 

 

Kepada para tamunya tak lupa Bupati Badrut Tamam juga mempropmosikan batik tulis khas Pamekasan. Dia menegaskan batik tulis Pamekasan masuk batik tulis terbaik di Indonesia. Itu berdasarkan pengakuan GKR Hemas isteri Gubernur Jogjakarta. Juga pengakuan paguyuban Asosiasi Batik Jogjakarta dan Solo. Dan yang terakhir di Pamekasan ada pasar batik tulis terbesar di Asia Tenggara. 

 

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Drs Agus Mulyadi mendapat  kesempatan untuk memamaparkan secara lengkap tentang proses, upaya hingga pada pelaksanaan launching Mall Pelayanan Publik di Pamekasan. (fal/hms)

Page 5 of 28