29
March

Pamekasan, (HumasPamekasan) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Achmad Syafii mengadiri pelantikan Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB), Senin (27/3

/2017) siang di gedung Islamic 

 

Pada kesempatan itu, dalam sambutannya, orang nomor satu di lingkungan pemerintah kabupaten (Pemkab) Pamekasan itu berharap agar para pengurus setelah terlantik dapatnya melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.Center, Jalan Panglegur.27/03/2017.

Ditambahkan oleh Syafii, dengan setelah terlantik

nya kepengurusan yang baru mudah-mudahan semangat dalam

para pengurus PKB dari tingkatan cabang, sampai anak ranting,” kata Syafii. berpolitik semakin menggelora.“Saya ucapkan selamat atas dilantiknya 

“Para pengurus yang baru dilantik semoga tetap konsisten dalam berpolitik, utamanya dalam membantu rakyat kecil,” tambahnya.

Apalagi, urai Politisi Partai Demokrat itu, pada tahun yang akan datang masuk pada tahun politik, sehingga para kader parpol yang berbeda pilihannya agar tidak saling sikut. 

“Kalau nantinya di Pilkada semua kader partai dibawah tidak boleh saling memojokkan apalagi sampai bertengkar, intinya satu untuk rakyat,” urai Syafii.(nfl/hms)

 

 

27
March

Pamekasan, HumasPamekasan – Menjelang penilaian adipura, Bupati Pamekasan Achmad Syafii menggelar sidak ke sejumlah titik termasuk ke sejumlah pasar yang ada di wilayah kota. (23-03-2017).

Dalam sidak yang ditemani sejumlah kepala dinas itu, bupati memulai dari pasar 17 Agustus. Di pasar tersebut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan ini langsung disambut tumpukan sampah, bahkan saat berada di area penjualan ikan di pasar tersebut bupati disuguhi bau tak sedap dan menyengat akibat genangan air comberan yang menghitam.

“Ini bagaimana kok salurannya gak berfungsi, sampai baunya seperti ini,” kata bupati dihadapan sejumlah pejabat lainnya sambil menutup hidungnya.

Usai mengelilingi pasar tersebut bupati menerusakan sidaknya ke pasar Kolpajung dengan mengendarai motor, setibanya di pasar terbesar di Pamekasan ini, bupati pangsung menuju ke area stand penjualan ikan, dan lagi-lagi ia nampak kecewa lantaran di lokasi tersebut sampah berserakan dan bau tak sedap.

Disela-sela sidaknya tersebut bupati menuturkan, dalam rangka penilaian adipura tahun 2017 ini memang sejumlah titik menjadi perhatian pihaknya, termasuk kebersihan pasar sehingga sidak itu digelar.

“Kalau di pasar barat (pasar 17) itu memang kondisinya sangat berat, saya lihat TPS (tempat pengolahan sampah) tidak jalan, tempatnya kumuh. Minggu depan kita lihat lagi, kita lihat perkembangannya,” tuturnya.

Sementara untuk pasar Kolpajung, sambung politikus Partai Demokrat ini, kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya, hanya perlu penambahan tempat sampah dan terus mendorong pedagang pasar agar membuang sampah pada tempatnya.

Tidak hanya sidaj di pasar, bupati juga mendatangi sejumlah tempat pengolahan sampah yang ada di wilayah itu, untuk memastikan sistem pengolahan sampah berjalan dengan baik. (nfl/hms).

 

 

09
March

PAMEKASAN (Humas Protokol) - Bupati Pamekasan Achmad Syafii.M.Si mengunjungi sumur warga yang terus meluap dan belum berhenti yang terjadi di Desa Tlaga kecamatan Pegantenan Pamekasan Madura, Jawa Timur, Rabu (08/03). Fenomena meluapnya sumur ini memang membuat geger warga Pamekasan.

Kunjungan bupati yang didampingi Kepala Dinas PU, Kepala BPBD dan Kabag Humas Protokol ke desa Tlaga tersebut disebabkan meluapnya air dari sumur-sumur sangat meresahkan dan merugikan warga desa setempat.

Dalam kunjungannya, Achmad Syafii bersama rombongan meninjau beberapa titik yang tergenang air luapan yang belum ada tanda-tanda mau surut.

"Warga desa Tlaga harus bersabar dan tetap waspada apabila air sumur tetap meluap dan merendam seluruh desa. Kami masih akan meneliti apakah air yang muncul bisa di salurkan," ujar Syafii

Sedangkan Sutrisno, Kepala Desa Tlaga, berharap kejadian ini bisa cepat diatasi. Sebab, luapan air dari sumur itu menyebabkan banyak sawah dan lahan milik warga yang tergenang.

Sekadar diketahui, fenomena meluapnya sumur di Desa Tlaga ini juga pernah terjadi pada tahun 1970. Warga khawatir desanya akan menjadi telaga, sesuai namanya, desa Tlaga, karena meluapnya air tak kunjung berhenti. (nfl/hms)

 

 

07
March

Pemerintah Kabupaten Pamekasan menggelar sarasehan bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam rangka menjaga dan mewujudkan kondusifitas Daera dengan tema “Bagimu NKRI, Jiwa Raga Kami”, di pendopo Ronggosukowati, Senin (6/3/2017).

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Forkopimda kabupaten setempat, seluruh pimpinan SKPD, Camat Sekabupaten Pamekasan, tokoh ulama dan umara’ dan Forum Komunikasi Ummat Beragama (FKUB).

Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Achmad Syafii mengatakan, sarasehan yang digelar kali ini guna membahas persoalan rekonstruksi pengetahuan, pemahaman dan penghayatan tentang bangsa dan negara yang memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita semua mengetahui reformasi dan otonomi daerah di negara kita telah menyebabkan perubahan yang cukup mendasar didalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” sambutnya.

Perubahan yang dimaksud, kata Bupati Syafii, ada yang berdampak positif dan negatif, diantaranya dampak positif yang dapat dirasakan, terjadinya proses demokratisasi yang ditandai dengan meningkatnya akses masyarakat dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan serta peningkatan kreatifitas daerah dalam mengembangkan dan mempercepat kesejahteraan rakyat.

Sementara, dampak negatifnya, dapat dilihat dari adanya kebebasan yang cendurung berlebihan bahkan cenderung tidak bertanggung jawab oleh suatu kelompok masyarakat.

“Penyampaian pendapat yang tidak ditandai dengan sikap sosial, pemanfaatan media sosial hoax, egoisme sektoral, sengketa wilayah antar etnis dan kelompok, serta keinginan untuk menguasai kekayaan alam yang terdapat disuatu wilayah,” imbuhnya.

Uforia demokrasi demokrasi yang hampir berlebihan tersebut, telah menyebabkan situasi dan kondisi sosial masyarakat yang nyaris memudarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan nilai-nilai luhur Pancasila yang dibangun sejak Indonesia merdeka.

Menurut orang nomor satu di kabupaten Pamekasan itu, situasi diatas muncul karena hilangnya rasa saling menghormati, merasa paling benar, dan berhak tanpa memperhatikan kepentingan yang lebih besar.

“Sarasehan yang kita gelar hari ini memiliki makna penting dan strategis sebagai upaya rekontruksi terhadapnya, seperti merosotnya aplikasi pancasila sebagai pandangan dan falsafah bangsa kita dikehidupan sehari-hari utamanya nilai-nilai kebangsaan, persatuan dan kesatuan,” lanjut Bupati Syafii.

Dia berharap, melalui kegiatan ini, dapat membahas masalah antara lain, rekontruksi pengetahuan dan reposisi wawasan kebangsaan sesuai dengan arah dan tujuan reformasi yang diinginkan bersama.

Untuk diketahui, usai sarasehan, FKUB Pamekasan melangsungkan deklarasi bersama Forkopimda Pamekasan. (nfl/hms)

 

06
February

Seperti yang menjadi kebiasaan di awal bulan, Pemerintah Kabupaten Pamekasan melaksanakan apel awal bulan, khususnya di lingkungan Sekretariat Daerah. Kali ini apel awal bulan yang berlangsung di kantor Pemda Jl.Kabupaten 107 bertindak selaku inspektur upacara Bupati Pamekasan Drs. H. Achmad Syafii, M.Si. (Senin 06/02/2017).

 Apel yang berlangsung tepat Pkl.07.00 Wib ini diikuti oleh seluruh Pejabat dan segenap karyawan/i Pemda, ada beberapa hal yang disampaikan oleh Pembina upacara kali ini diantaranya : prestasi Pemkab Pamekasan masuk 40 Besar penilain SAKIP oleh Kemenpan dan RB. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa berdasarkan hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2016 yang dilakukan oleh Kementerian PAN dan RB, Bahwa untuk Kabupaten /Kota seluruh Indonesia yang berhasil mendapatkan predikat B (Baik) hanya 40 Kabupaten/Kota dimana Kabupaten Pamekasan termasuk salah satu didalamnya, dan merupakan satu-satunya Kabupaten dari wilayah Madura yang berhasil memperoleh predikat B (Baik).

Perlu diketahui bersama banhwa target tahun depan predikat SAKIP kita, minimal "BB" hal tersebut tidaklah mudah unuk dicapai, mengingat ketentuan terbaru bahwa untuk mencapai target tersebut antara lain : dibutuhkan minimal 70% dari jumlah SKPD telah menerapkan implementasi Sakip dengan baik, telah diberlakukannya Reward and Punishment serta sudah terbangunnya budayakinerja SKPD. Sementara itu Bupati Achmad Syafii menyerahkan penghargaan kepada petugas Desa dan Kecamatan yang berprestasi dalam pengelolaan PBB P2 dengan rincian sebagai berikut : 1. Kecamatan Lunas paling Awal Tingkat Kabupaten Pamekasan : Juara I : Kecamatan Waru Jauara II : Kecamatan Galis Jauara III : Kecamatan Tlanakan 2. Desa Lunas Paling Awal se Kabupaten Pamekasan : Jauara I : Desa Batukerbuy Kec. Pasean Juara II : Desa Somalang Kec. Pakong Juara III : Desa Palalang Kec. Pakong 3. Kulurahan Lunas Paling Awal se Kabupaten Pamekasan : Juara I : Kelurahan Kangenan Kec. Pamekasan Juara II : Kelurahan Patemon Kec. Pamekasan 4. Petugas Pemungut PBB Terbaik : Juara I : Moh. Jailani, Bendahara PBB Kec. Waru Juara II : Suharto, SH, Bendahara PBB Kec. Galis Juara III : Panca Supriyanto, Bendahara PBB Kec. Tlanakan.(nfl/hms)

22
February

Bupati Resmikan TPA Angsanah

Written by
Published in Kegiatan Bupati
Read 29094 times

PAMEKASAN – Pengelolaan sampah di Pamekasan akan semakin baik. Sebab Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Angsanah resmi dioperasikan. TPA dengan sistem sanitary landfill diresmikan oleh Bupati Pamekasan Achmad Syafii Rabu (22/2). Peresmian TPA yang berlokasi di Kecamatan Palengaan itu sekaligus memperingati Hari Sampah Nasional 2017.

Hadir dalam acara itu, Kasubdit Permapnaha Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) Ir. Muhammad Sundoro, M.Eng, anggota forkopimda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan Amin Jabir serta undangan lainnya. Pada saat acara berlangsung juga dilakukan serah terima bantuan alat berat dari Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR.

Amin Jabir memaparkan bahwa Hari Sampah Nasional merupakan momentum menghayati dan memperbaiki tata kelola sampah. ”Tujuannya, pertama, untuk memprovokasi masyarakat agar peduli lingkungan. Kedua, mendorong kesadaran masyarakat agar semakin harmonis dengan lingkungan. Ketiga,  mewujudkan visi Indonesia bebas sampah 2020,” ujar Jabir.

Sementara itu, Achmad Syafii menambahkan, ada dua persoalan sampah yang selama ini dihadapi pemerintah daerah. Yakni di hulu atau lokasi produksi sampah dan di hilir atau TPA. Tetapi berkat adanya bantuan dari pemerintah pusat berupa sanitary landfill, persoalan di hilir sudah bisa diperbaiki.

”Persoalan sampah sekarang ada di sumber sampah, terutama di perkotaan. Oleh karena itu dalam satu tahun ini kami melakukan penataan lingkungan RT RW dengan melibatkan 11 kelurahan di Kecamatan Kota dan Pademawu. Kalau ini berlanjut, lingkungan kita akan lebih baik,” katanya.

Dengan adanya sistem sanitary landfill, Syafii berharap agar sampah yang dikirim ke TPA benar-benar sudah dikelola terlebih dahulu di tingkat hulu. Dalam artian, sampah organik dan anorganik dipisah. ”Kalau sampah dikelola dengan baik, hanya sepertiga sampah yang akan dikirim ke sini. Jadi, tinggal residunya,” tegasnya. (nfl/hms)

 

02
February

PAMEKASAN - Drs Ach. Syafii, MSi selaku Bupati Pamekasan meresmikan embung 1 Samiran yang berlokasi di Desa Kodik Kecamatan Proppo Pamekasan, sebagaimana sarana cadangan unit pruduksi sebagai air baku, Kamis (2/2).

Agus Bachtiar direktur PDAM Pamekasan dalam sambutannya mengatakan bahwa, peresmian embung 1 samiran ini disertai penandatangannan MoU antara PDAM dengan Bank Jatim, BTN dan Kantor Pos untuk pembayaran online.

"Selain itu kita akan menabur benih ikan sebanyak 125 ribu ekor di embung samiran yang di bantu oleh dinas perikanan dan kelautan Pamekasan," jelasnya.

Menurutnya, Pembangunan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam memenuhi air bersih di Kabupaten Pamekasan, yang beberapa tahun ini kondisi air bawah tanah susah didapat.

Pembangunan WTP 1 ini merupakan tampungan air yang berfungsi sebagai cadangan WTP Samiran dan hanya limpasannya saja yang dibutuhkan.

"PDAM berkomitmen dalam memanfaatkan air dam selama ini hanya ingin memanfaatkan limpasannya saja," imbuhnya.

Sementara Drs. Achmad Syafii MS.i Bupati Pamekasan mengatakan bahwa pembangunan embung ini hanya sebagai cadangan air baku.

"Jadi kalau musim kemarau limpasan air ini tidak ada dalam beberapa bulan, dan itu sudah kita kaji dalam beberapa bulan dan ketika limpasan habis kita manfaatkan embung ini," jelasnya.

Selain sebagai air cadangan, embung yang baru diresmikan nantinya bisa dijadikan wahana rekreasi.

"Karena rencananya masih akan dibangun waduk 4 ha lagi, selain itu juga akan dibangun RTH yang berfungsi sebagai taman tempat pancing dan wisata air, jadi ini akan lengkap, ada tempat memancing dan ada tempat untuk bersantai," tutupnya.(nfl/hms)

 

 

01
March

Bupati Pamekasan Drs. Achmad Syafii, M.Si meresmikan pasar Petteden yang merupakan pasar tradisional di Desa Galis, Kecamatan Galis, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin (27/02).

Selain dihadiri Bupati bersama istri, acara ini juga dihadiri  Wabup Khalil Asy'ari, beserta Forpimda dan kepala SKPD di lingkungan Kabupaten Pamekasan.

Dalam sambutannya, Bupati berharap keberadaan pasar ini dapat memberikan manfaat bagi warga, khususnya desa Galis dan sekitarnya.

"Pasar sebagai tempat bertemunya antara penjual dan pembeli, maka dengan adanya pasar ini akan memberikan kemudahan kepada pembeli untuk mendapatkan sesuatu dari pasar, dan memberikan manfaat kepada penjual dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat," jelasnya.

Bupati menjelaskan bahwa pasar ini nantinya dikelola bersama antara desa dengan kopersi di bawah binaan Dinas Koperasi Kabupaten Pamekasan.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro kabupaten Pamekasan, Drs. Ec. AM Yulianto, MM dalam sambutannya mengatakan bahwa pasar ini dibangun di atas tanah seluas 1.000 meter persegi dan dengan biaya fisik Rp 866 juta.

"Ada 16 kios dan 4 bangunan los pasar, dengan daya tampung 94 pedagang," ungkapnya.

Kata Yulianto, dibangunnya Desa Galis ini diharapkan dapat menumbuhkan ekonomi desa, sehingga nantinya ada sinergitas antara kegiatan koperasi yang tumbuh di desa-desa dengan semua stakeholder.

"Pengelolaan pasar oleh koperasi dilandasi agar supaya koperasi berperan aktif bersama masyarakat sekitar, membuktikan koperasi sebagai agen pembangunan yang mempunyai moto dari kita, oleh kita dan untuk kita," kata pria yang akrab dipanggil Jon ini.(nfl/hms)

14
October

PAMEKASAN – Banyak cara dilakukan Bupati Achmad Syafii guna mejaga kekompakan SKPD dan forpimda. Salah satunya, dengan kegiatan Bersih, Sehat, dan Bersepeda (Bersabda), Jumat (14/10/2016). Mereka mengayuh sepeda ontel  dari Pendapo Ronggosukowati hingga dam Samiran Kecamatan Proppo.

Bupati Syafii dalam kegiatan bersabda kali ini memantau pembangunan mega proyek embung yang terletak di Desa kodik yang berdempetan langsung dengan Samiran, Kecamatan Proppo. Dalam kesempatan ini, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan ini berkeliling bersama kepala dinas terkait.

Syafii juga menuturkan, ia ingin memastikan pembangunan penampungan air tersebut berjalan. Proyek tersebut merupakan kelanjutan dari mega proyek water treatmen yang telah direncanakan oleh pemerintahan yang dipimpinnya, guna memenuhi ketersediaan dan kebutu

han air bersih bagi warga Pamekasan.n sesuai dengan masterplan yang ada, sehingga ia terus melakukan pemantauan, baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

“selain untuk pembangunan penampungan air, water treatmen juga akan dibangun

 ruang terbuka hijau (RTH) dan wahana wisata sekaligus sebagai tempat mancing bagi warga.

 “Mudah-mudahan proyek ini segera selesai, kalau saya inginnya sesegara mungkin, agar bisa segera dinikmati oleh warga Pamekasan,” harapnya. (nfl.hms)