13
November

 

PAMEKASAN (Humas Pamekasan) Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menyambut secara khusus kedatangan santri Pondok Pesantren Banyuanyar yang meraih juara Tahfidz Al Quran tingkat ASEAN di pendopo pemkab setempat, Selasa (13/11/2018).

 

Penyambutan dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pamekasan Moh Alwi mewakili Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan Afandi.

“Ini kami lakukan karena ia telah mengharumkan nama Pamekasan di tingkat ASEAN,” kata Alwi.

Alwi juga menyampaikan terima kasih kepada para guru dan ustaz yang telah membimbing siswa bernama Dodi Andrian Febriansyah, kelas XI SMA Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar Jurusan IPS 2 asal Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan itu, hingga berhasil meraih juara.

Anak dari pasangan Muhammad Anwar dan Satuni itu berhasil meraih juara Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) ke-4 tingkat Asean kerja sama Pesantren Darunnajah Jakarta dengan Qatar yang digelar selama tiga hari mulai tanggal 9 hingga 11 November 2018.

Dodi, sebelumnya juga pernah berhasil meraih juara 1 Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) Wilayah Jawa Timur yang bertempat di Pesantren Modern Al-Amanah Sidoarjo.

 

Pada lomba tingkat Asean itu, diikuti delegasi dari sejumlah negara, seperti Kamboja, Singapura, Myanmar, Brunai Darussalam, Malaysia, Thailand, Filipina dan Qatar.

Di tingkat Asean itu Dodi berhasil meraih juara 3, sedangkan juara 1 diraih oleh peserta dari Kamboja dan juara 2 diraih oleh peserta dari Banten.

Juara Tahfidz Quran kali ini menambah koleksi piala dari kategori lomba Tahfidz di SMA Tahfidz Darul Ulum. Sebelumnya utusan lembaga ini juga berhasil meraih juara tingkat nasional yang diadakan di Universitas Brawijaya Malang dan juga juara tingkat Kabupaten dalam seleksi MTQ Kabupaten Pamekasan.

Selain disambut khusus Pemkab Pamekasan, kedatangan santri peraih juara MHQ tingkat Asean itu juga disambut meriah ribuan santri di pondok pesantren itu.

“Kami berharap keberhasilan Dodi ini akan menjadi inspirasi bagi siswa dan santri lainnya di lembaga Darul Ulum, Banyuanyar ini,” ujar guru SMA Tahfidz Pamekasan Halil. (fal/hms)

 

13
November

 

PAMEKASAN (Humas Pamekasan) -Penutupan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 di Desa Pasanggar Kecamatan Pegantenan, Kab. Pamekasan, selama satu bulan berakhir dengan lancar. Selama kegiatan, tim TMMD berhasil membangun infrastruktur dan mental masyarakat desa setempat.

 

Kaskoarmada II Laksamana pertama TNI Ahmad Heri Purwono,  SE. MM. saat menutup program TMMD ke-103 mengatakan bahwa kegiatan TMMD ini untuk mengingatkan bahwa TNI dari rakyat untuk rakyat. Sehingga dalam kondisi tidak perang harus menyatu dengan masyarakat.

 

"Dengan semangat gotong-royong dan bahu membahu kita membangun infrastruktur dan mental masyarakat sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran TNI," kata Kaskoarmada II Laksamana pertama TNI Ahmad Heri Purwono,  SE. MM. dengan didampingi Dandim 0826/Pamekasan Letkol Inf Nuryanto, di lapangan Kecamatan Pasanggar, Selasa (13/11/2018).

 

Lebih lanjut Ahmad Heri Purwono menambahkan bahwa selama program TMMD selama satu bulan ini para prajurit sangat berkesan, sebab mereka hidup dan makan bersama masyarakat sehingga mereka betul-betul menyatu bersama rakyat.

 

Selain itu, masyarakat juga diharapkan menjaga bangunan yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara jangka panjang.

 

"Bangunan yang sudah dibangun, kami harapkan dijaga dengan baik sehingga bisa dipakai secara jangka panjang," sambungnya.

 

Sementara itu Bupati Pamekasan yang diwakili Sekda Bpk Alwi, menambahkan Pemkab Pamekasan sangat mendukung program TMMD ke-103 ini.

 

Sebab dengan program ini masyarakat desa mendapat banyak manfaat. Mulai pembangunan infrastruktur sampai pembangunan mental.

 

"Dengan bangga dan bersyukur adanya program TMMD, Mulai pembangunan jalan, jembatan, bronjong, rtlh dan pengaspalan. Termasuk penyuluhan bahaya narkoba dan penanaman mental tentang kebangsaan. Semuanya diberikan oleh Tim TMMD," tandas Alwi. (fal/hms)

12
November

(foto: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam) 

 

PAMEKASAN, (Humas Pamekasan) - Dalam rangka Hari Pahlawan 10 November, Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggelar Upacara di lapangan Pendopo Ronggosukowati, Sabtu (10/11/2018).

 

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, serta diikuti dari berbagai instansi, Mahasiswa, dan siswa SMP, SMA.

 

“Peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum bagi bangsa lndonesia untuk melakukan introspeksi diri,” kata Baddrut dalam sambutannya.

 

“Sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan dan mengisi kemerdekaan," tambahnya.

 

Ia mengatakan, setiap zaman pasti ada pahlawannya dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya. 

 

Menurutnya, Negara Indonesia membutuhkan pemuda yang mempunyai pandangan global, mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi.

 

“Pada akhirnya melalui momentum Peringatan Hari Pahlawan, saya mengajak, marilah kita berbuat yang terbaik bagi bangsa ini. Mari berkontribusi bagi kemajuan bangsa," pungkasnya. (fal/hms)

10
November

(foto: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam) 

 

PAMEKASAN, (Humas Pamekasan) - Dalam rangka Hari Pahlawan 10 November, Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggelar Upacara di lapangan Pendopo Ronggosukowati, Sabtu (10/11/2018).

 

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, serta diikuti dari berbagai instansi, Mahasiswa, dan siswa SMP, SMA.

 

“Peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum bagi bangsa lndonesia untuk melakukan introspeksi diri,” kata Baddrut dalam sambutannya.

 

“Sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan dan mengisi kemerdekaan," tambahnya.

 

Ia mengatakan, setiap zaman pasti ada pahlawannya dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya. 

 

Menurutnya, Negara Indonesia membutuhkan pemuda yang mempunyai pandangan global, mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi.

 

“Pada akhirnya melalui momentum Peringatan Hari Pahlawan, saya mengajak, marilah kita berbuat yang terbaik bagi bangsa ini. Mari berkontribusi bagi kemajuan bangsa," pungkasnya. (fal/hms)

09
November

 

PAMEKASAN (humas Pamekasan) Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyambangi Satgas TMMD di Desa Pasanggar, Kamis (08/11/2018).

 

Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan ini didampingi Wabup Bupati Raja’e beserta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Kebersamaan TNI dan Rakyat” dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 semakin semarak setelah kedua pasangan pemimpin muda ini tida di lokasi.

 

Bupati datang ke lokasi TMMD dengan memakai udeng, celana coklat dan kaos berwana hitang bertuliskan “Pamekasan Hebat”. Sedangka Raja’e memakai baju putih dengan kopyah hitam dan sarungan ala santri.

 

“Pamekasan Hebat” merupakan cita ideal yang hendak diwujudkan kepemimpinan Baddrut Tamam dan Raja’e (Berbaur) dengan mengacu kepada konsep normatif Islam yang mengharuskan penganutnya berbaik sangka (husnus dzan), melalui pilar ideologis dan kerja kemanusiaan, yakni beriman, berilmu dan beramal. 

 

Anggota satgas TMMD nampak akrab dengan sang pemimpin muda ini, bahkan suasana penuh keceriaan saat “RBT” sapaan akrab Baddrut Tamam ini menyampaikan guyonan kepada prajurit abdi negara itu, termasuk dengan masyarakat yang ada di lokasi TMMD itu. Sikap santun, dan murah senyum sang pemimpin muda ini, mampu membangun “kepemimpinan tak berjarak” sehingga suasana nampak semakin akrab.

 

 Apalagi bupati dan wabup membakar ikan bersama Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf Nuryanto, dan aparat desa di lokasi Satgas TMMD itu, lalu makan lesehan ala santri. “Senda gurau pak bupati, ngobrol dan canda tawa sambil membakar ikan, seperti ini, serasa menghilangkan penat kami setelah tadi seharian beraktivitas,” ujar salah seorang anggota TNI di lokasi itu.

 

Menurut Bupati, tujuan kedatangannya bersama Raja’e, untuk memberikan semangat moril, kepada para abdi negara yang telah mendedikasikan dirinya untuk membantu membangun desa. “Saya dan Pak Raja’e dan atas nama Pemkab Pamekasan mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI yang membangun Desa Pasanggar dengan melaksanakan acara-acara diluar jam Kerja dilokasi TMMD seperti saat ini bisa menjadi sarana mempererat hubungan TNI dengan Rakyat,” ujar Badrut Tamam.

 

Sementara, Komandan Satgas TMMD Ke-103 Kodim 0826/Pamekasan, Letkol Inf Nuryanto menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati dan para Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Pamekasan yang sudah rela menyambangi Satgas TMMD di malam hari walaupun letaknya jauh dari Perkotaan serta mengapresiasi Satgas TMMD dan warga setempat yang sudah saling merasa menjadi keluarga. “Ini merupakan salah satu tujuan dan harapan kami dalam program Satgas TMMD ini, dimana TNI semakin manunggal dengan masyarakat. Sebab TNI memang lahir dari rakyat dan berjuang untuk rakyat,” kata Dandim. (fal/hms)

09
November

 

PAMEKASAN (humas Pamekasan) Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyambangi Satgas TMMD di Desa Pasanggar, Kamis (08/11/2018).

 

Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan ini didampingi Wabup Bupati Raja’e beserta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Kebersamaan TNI dan Rakyat” dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 semakin semarak setelah kedua pasangan pemimpin muda ini tida di lokasi.

 

Bupati datang ke lokasi TMMD dengan memakai udeng, celana coklat dan kaos berwana hitang bertuliskan “Pamekasan Hebat”. Sedangka Raja’e memakai baju putih dengan kopyah hitam dan sarungan ala santri.

 

“Pamekasan Hebat” merupakan cita ideal yang hendak diwujudkan kepemimpinan Baddrut Tamam dan Raja’e (Berbaur) dengan mengacu kepada konsep normatif Islam yang mengharuskan penganutnya berbaik sangka (husnus dzan), melalui pilar ideologis dan kerja kemanusiaan, yakni beriman, berilmu dan beramal. 

 

Anggota satgas TMMD nampak akrab dengan sang pemimpin muda ini, bahkan suasana penuh keceriaan saat “RBT” sapaan akrab Baddrut Tamam ini menyampaikan guyonan kepada prajurit abdi negara itu, termasuk dengan masyarakat yang ada di lokasi TMMD itu. Sikap santun, dan murah senyum sang pemimpin muda ini, mampu membangun “kepemimpinan tak berjarak” sehingga suasana nampak semakin akrab.

 

 Apalagi bupati dan wabup membakar ikan bersama Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf Nuryanto, dan aparat desa di lokasi Satgas TMMD itu, lalu makan lesehan ala santri. “Senda gurau pak bupati, ngobrol dan canda tawa sambil membakar ikan, seperti ini, serasa menghilangkan penat kami setelah tadi seharian beraktivitas,” ujar salah seorang anggota TNI di lokasi itu.

 

Menurut Bupati, tujuan kedatangannya bersama Raja’e, untuk memberikan semangat moril, kepada para abdi negara yang telah mendedikasikan dirinya untuk membantu membangun desa. “Saya dan Pak Raja’e dan atas nama Pemkab Pamekasan mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI yang membangun Desa Pasanggar dengan melaksanakan acara-acara diluar jam Kerja dilokasi TMMD seperti saat ini bisa menjadi sarana mempererat hubungan TNI dengan Rakyat,” ujar Badrut Tamam.

 

Sementara, Komandan Satgas TMMD Ke-103 Kodim 0826/Pamekasan, Letkol Inf Nuryanto menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati dan para Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Pamekasan yang sudah rela menyambangi Satgas TMMD di malam hari walaupun letaknya jauh dari Perkotaan serta mengapresiasi Satgas TMMD dan warga setempat yang sudah saling merasa menjadi keluarga. “Ini merupakan salah satu tujuan dan harapan kami dalam program Satgas TMMD ini, dimana TNI semakin manunggal dengan masyarakat. Sebab TNI memang lahir dari rakyat dan berjuang untuk rakyat,” kata Dandim. (fal/hms)

07
November
 
PAMEKASAN - (Humas Pamekasan) Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam berencana melaunching beberapa program aplikasi pengaduan untuk mempermudah pelayanan terhadap masyarakat. Aplikasi android ini nantinya dapat diunduh di play store. 
 
"Banyak sekali yang mau kita garap. Yang pertama tentang mal pelayanan," kata Baddrut pasca upacara peringatan Hari Jadi (harjad) Kabupaten Pamekasan di lapangan pemda setempat, Senin (5/11/2018).
 
Diantara aplikasi yang akan dilaunching itu adalah e-lorong, e-sehat, dan e-bhabhar.
 
"Fungsi teknologi itu untuk mempercepat. Termasuk beberapa program  prioritas menciptakan lapangan pekerjaan mau kita dorong," ujar Bupati.
 
Bupati optimis, selama lima tahun kedepan wajah pelayanan publik di Pamekasan akan semakin baik, karena pemkab serius untuk benar-benar menjadi pelayan umat yang mengedepankan kemasalahatan. (fal/hms)
07
November

 

 

PAMEKASAN (Humas Pamekasan)  Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, merupakan pemimpin muda yang baru saja di lantik oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, di Gedung Grahadi Surabaya, tepatnya, Senin 24 September 2018 yang lalu. Artinya, masih seumur jagung.

 

Tak disangka, dengan slogan nya "Berbaur", Bupati Baddrut Tamam yang masih muda ini ternyata sarapan bersama dengan anggota satuan polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan sebagian pegawai di lantai depan Paringgitan Ronggosukowati, Rabu (07/11/2018).

 

Terlihat jelas kesederhanaan yang ditunjukkan Ra Baddrut sapaan akrab Bupati Baddrut Tamam saat sarapan bersama hanya dengan nasi bungkus. 

 

Mengenakan kaos variasi putih biru dan celana panjang warna abu-abu lengkap dengan sepatunya, Bupati kelahiran 1976 asal Gerbang Salam ini tak canggung sarapan seadanya bersama petugas satuan polisi Pamong Praja (Satpol-PP) yang bertugas di pendopo itu. 

 

 

Diketahui, Bupati Baddrut Tamam merupakan pemimpin muda berpasangan dengan Raja'e sebagai wakilnya yang sama-sama muda untuk memimpin Pamekasan selama 5 tahun ke depan. 

 

Keduanya berkomitmen untuk mewujudkan Pamekasan Hebat sebagai cita-cita idealnya. Dengan harapan, Pamekasan Rajjah, Bhajjrah dan Parjhuga. (fal/hms)

07
November

Foto : PDM dan PDA Pamekasan Foto bersama Bupati Badrut Tamam 

 

PAMEKASAN - (Humas Pamekasan)  Bupati Pamekasan Baddrut Tamam Selasa (6/11/18) siang kemarin melakukan silaturrahmi dengan Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pengurus Daerah Aisyah (PDA) Pamekasan. Silaturrahmi yang digelar di Ruang Peringgitan Rumah Dinas Bupati itu merupakan  inisiatif dari Bupati Badrut Tamam sendiri.

Rombongan diterima Bupati sekitar pukul 12.00. Sekitar 25 orang PDM dan PDA Pamekasan yang hadir dalam undangan silaturrahmi tersebut. Diantaranya Daeng Ali Taufik Ketua PDAM Pamekasan dan sekretarisnya Ali Hasbullah. Juga hadir Imam Santoso Wakil Ketua PDM yang juga saat ini menjabat sebagai sekretaris MUI Pamekasan.

Baddrut Tamam menegaskan keinginan untuk bersilaturrahmi  dengan Muhammadiyah sudah lama tercetus, hanya baru terealisisr. Dia mengaku semula ingin langsung mendatangi Kantor PDAM Pamekasan, namun tidak terlaksana dan akhirnya dilakukan di Rumah Dinas Bupati.  

Banyak hal yang disampaikan bupati dalam silaturrahmi tersebut, diantaranya dia kini menggagas untuk melibatkan semua ormas Islam menangani amar makruf nahi mungkar. Ini perlu dilakukan agar ada kekompokan dan hasilnya maksimal. 

“Selama ini ada kesan masyarakat bahwa masalah amar makruf nahi mungkar itu apa pengkotak kotakan. Masalah amar makruf nahi mungkar, biasanya NU dan Muhammadiyah, sementara untuk nahi mungkar misalnya urusan ormas lain. Nah ini yang kami tidak ingin, harus ada kekompakan dan kebersamaan menangani amar makruf nahi mungkat itu,‘ katanya.

Alasan dirinya ingin melibatkan semua ormas dalam amar makruf nahi mungkar, lanjut Badrut Tamam, karena pada hakikatnya yang memiliki umat adalah Ormas. Bahkan  lebih dari itu, yang mendirikan dan berjasa dalam mendirikan  negara kesatuan Indonesia adalah para tokoh ormas Islam pada jamannya. 

 

 

“Kami pemerintah kedepan juga akan banyak melibatkan ormas, sudah kami dirumuskan berbagai macam program kegiatan yang akan dilakukan. Diantaranya kegiatan yang berupa pemberian bantuan kepada Ormas Islam agar mereka bisa bekerja maksimal menjalankan tugas social dan tugas dakwahnya,” 

Terkait dengan amar makruf nahi mungkar, dalam kesempatan  silaturrahmi itu Baddrut Tamam menyampaikan bahwa pada akhir bulan Nopember ini pihaknya merencanakan untuk menutup sementara semua tempat hiburan karaoke di Pamekasan, sambal menunggu terbentuknya Peraturan Daerah (Perda). 

Terkait rencana itu, Baddrut Tamam mengaku telah kordinasi denga Forkopimda dan nanti juga akan kordinasi dengan semua Ormas Islam. Karena pelaksanaan penutupan sementara tempat karaoke itu juga akan melibatkan semua Ormas. “Saat ini masih dirumuskan kapan waktu  yang tepat dan bagaimana teknis pelaksanaannya,” pungkasnya. (fal/hms)

 

 

)

Page 10 of 28