23
November

Badrut Tamam foto bersama pengusaha Kuala Lumpur.

HUMAS PAMEKASAN – Tiga orang pengusaha asal Kuala Lumpur Malaysia, Kamis kemarin, bertemu Bupati Pamekasan Badrut Tamam. Mereka ingin mengembangkan sejumlah bidang usaha di kota Gerbang Salam ini.

 

Mereka diterima di ruang peringgitan Rumah Dinas Bupati Pamekasan.

Tiga orang pengusaha negeri Jiran itu datang ke Pamekasan ditemani oleh sejumlah tokoh asal Pamekasan yang sudah lama membuka usaha di Malaysia. Mereka mengantarkan pengusaha asal Malaysia itu menemui Bupati Badrut Tamam. Ketika menerima tamunya Bupati didampingi Wakilnya Raja’ie.

 

Syafiuddin salah seorang pengusaha asal Kuala Lumpur mengatakan kedatangannya menemui bupati Pamekasan untuk kulo nuwun mempekenalkan diri dan menyampaikan keinginan untuk menanamkan investasi dalam sejumlah bidang usaha, diantaranya kopi, susu kambing dan susu onta dan kemudian usaha bidang oli atau pelumas kendaraan bermotor.

 

“Latar belakang kami membuka perniagaan disini karena kami melihat penduduknya padat. Ini bisa meningkatkan usaha kami dan bisa produksi dengan jumlah yang banyak dan biaya murah dan kita jual murah juga. Yang pasti kami masih cadangkan atau penjajakan ini,” katanya, saat ditemui Global News usai diterima Bupati Badrut Tamam.

 

Penjajakan usaha ini, kata Syafiudin, di Indonesia baru pertama dilakukan di Pamekasan ini. Langkah ini dilakukan karena berawal dari kenalan dan pertemanan dirinya dengan warga Pamekasan yang membuka usaha di Malaysia. Dari komunikasi itulah lalu kemudian terbersit keinginan untuk pegembangan usahanya di Pamekasan.

 

Bagaimana tanggapan Bupati? Syafiudin menegaskan Bupati Badrut Tamam sangat positif menanggapi keinginanya. Badrut Tamam berjanji akan membantu sesuai dengan kewenangannya yang bisa dilakukan. Misalnya akan mempermudah dan memperlancar pengurusan perijinan dan lain sebagainya.

 

“Kami berterima kasih atas respon positif Bupati. Beliau janji akan bantu sesuai kewenangannya permudah perijinan dan lainnya. Semoga saja akan bisa terlaksana nanti, ini untuk kepentingan masyarakat Pamekasan dan usaha kami juga,” jelasnya.

 

Lantas bagaimana model pengembangan usahanya nanti ? Syafiudin menegaskan bahwa pihaknya akan membawa bahan mentah dari Malaysia. Lalu diolah dan dikemas di Pamekasan dan kamudian dipasarkan, bukan hanya untuk masyarakat Pamekasan saja tapi juga daerah lainnya di Indonesia.

 

“Misalnya kopi kami bawa dari Malaysia, jika usaha berjalan bagus bisa kembangkan kita tanam disini dan lainya. Termasuk juga susu kambing dan onta, kami bawa dari Malaysia lalu diolah dan dikemas disini. Bahkan kita jual juga produksinya ke daerah lain atau kalau perlu dipasarkan ke negara lain,” ungkapnya.

 

Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Pamekasan dan Madura, kata Syafiudin, usaha ini juga untuk pengembangan usaha guna membuka lapangan kerja bagi warga Pamekasan. “Semua ini kita masih canangkan, semoga akan berjalan dan lancar terus,” pungkasnya. (fal/hms)

22
November

 

HUMAS PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten Pamekasan akan terus mendorong batik tulis khas daerah berslogan Bumi Gerbang Salam agar lebih laku melalui berbagai inovasi dan kreasi.

 

Hal itu disampaikan saat Bupati Muda Baddrut Taman berkunjung ke kompleks Pasar 17 Agustus di Jl Pintu Gerbang Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kamis (22/11/2018). 

 

Dalam kesempatan itu Bupati Baddrut didampingi Kadisperindag, Kadis PUPR dan Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Kadis Lingkungan Hidup dan Kepala Bagian LPPJ Pamekasan

 

"Dalam kesempatan ini kami sengaja mengunjungi pasar batik ini guna untuk terus mendorong agar batik kedepan semakin laku dan disenangi oleh masyarakat, tentunya harus mulai dilakukan berbagai inovasi maupun kreasi dari para pembatik," kata Baddrut Tamam.

 

 

Berbagai jenis dagangan lainnya juga diharapkan bisa semakin laris manis dan membuat para pedagang mampu menambah penghasilan melalui sektor ekonomi. "Tidak kalah penting tentunya juga harus didorong melalui berbagai upaya lain, sehingga nantinya bisa mempengarungi jenis dagangan lainnya," ungkapnya.

 

"Kedepan kita juga akan mendorong agar daya beli masyarakat lebih baik, salah satunya dengan menciptakan proses ekonomi yang baik dan sehat. Khususnya di pasar tradisional (17 Agustus) ini," sambung politisi PKB ini.

 

Tidak hanya itu, pihaknya juga sengaja mengenakan batik sekaligus sebagai upaya promosi untuk batik tulis khas Pamekasan. "Jadi kenapa kami pakai batik di berbagai kesempatan, karena kami memang sangat peduli batik," pungkasnya. (fal/hms)

22
November

 

HUMAS PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten Pamekasan akan terus mendorong batik tulis khas daerah berslogan Bumi Gerbang Salam agar lebih laku melalui berbagai inovasi dan kreasi.

 

Hal itu disampaikan saat Bupati Muda Baddrut Taman berkunjung ke kompleks Pasar 17 Agustus di Jl Pintu Gerbang Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kamis (22/11/2018). 

 

Dalam kesempatan itu Bupati Baddrut didampingi Kadisperindag, Kadis PUPR dan Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Kadis Lingkungan Hidup dan Kepala Bagian LPPJ Pamekasan

 

"Dalam kesempatan ini kami sengaja mengunjungi pasar batik ini guna untuk terus mendorong agar batik kedepan semakin laku dan disenangi oleh masyarakat, tentunya harus mulai dilakukan berbagai inovasi maupun kreasi dari para pembatik," kata Badrut Tamam.

 

 

Berbagai jenis dagangan lainnya juga diharapkan bisa semakin laris manis dan membuat para pedagang mampu menambah penghasilan melalui sektor ekonomi. "Tidak kalah penting tentunya juga harus didorong melalui berbagai upaya lain, sehingga nantinya bisa mempengarungi jenis dagangan lainnya," ungkapnya.

 

"Kedepan kita juga akan mendorong agar daya beli masyarakat lebih baik, salah satunya dengan menciptakan proses ekonomi yang baik dan sehat. Khususnya di pasar tradisional (17 Agustus) ini," sambung politisi PKB ini.

 

Tidak hanya itu, pihaknya juga sengaja mengenakan batik sekaligus sebagai upaya promosi untuk batik tulis khas Pamekasan. "Jadi kenapa kami pakai batik di berbagai kesempatan, karena kami memang sangat peduli batik," pungkasnya. (fal/hms)

21
November

 

PAMEKASAN (Humas Pamekasan)  – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan, pemkab telah merancang kebijakan akan memberikan beasiswa kepada santri penghafal Al Quran, sebagai bentuk kepedulian dalam mewujudkan tatanan masyarakat Qur’ani di wilayah itu.

 

Selain beasiswa bagi penghafal Al Quran, pemkab juga mulai merancang bantuan beasiswa bagi santri berprestasi.

 

“Tahun ini kita lounching beasiswa santri dan tahun berikutnya kita tambah lagi,” kata Baddrut Tamam saat menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di yang digelar masyarakat Desa Larangan Badung, Pamekasan, bersama bersama Majelis Pemuda Bershalawat At-Taufiq, Selasa (20/11/2018) malam.

 

Beasiswa bagi santri berprestasi ini, menurutnya merupakan satu dari 17 program aksi yang dijanjikan, saat mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan pada pilkada 27 Juni 2018.

 

Sedangkan, beasiswa untuk penghafal Al Quran, menurutnya akan dimulai pada tahun anggaran 2019.

 

Beasiswa bagi penghafal Al Quran ini sebagai upaya untuk mendorong penguatan pendidikan masyarakat Qurani di kabupaten yang memfokuskan pembangunan pada Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam).

 

Kebijakan lainnya yang sedang menjadi perhatian pemkab menurut bupati adalah mendorong terwujudnya tradisi bershalawat bagi masyarakat dan kalangan pemuda di Pamekasan, sehingga kegiatan seperti itu semakin sering digelar.

 

“Kami menginginkan Pamekasan bershalawat menjadi akhlaq aparatur sipil dan ahlak masyarakat Pamekasan,” ucap Baddrut.

 

Bupati berharap, rencana yang akan dikerjakan itu nantinya bisa mendapatkan pertolongan dari Allah SWT dan mendapatkan dukungan dari semua elemen masyarakat Pamekasan.

 

“Semoga di bulan-bulan yang akan datang Majelis Pemuda Bershalawat bisa hadir di Pendopo Pamekasan dan bershalawat bersama masyarakat Pamekasan,” katanya. (fal/hms)

20
November

 

PAMEKASAN (Humas Pamekasan)  – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan, pemkab telah merancang kebijakan akan memberikan beasiswa kepada santri penghafal Al Quran, sebagai bentuk kepedulian dalam mewujudkan tatanan masyarakat Qur’ani di wilayah itu.

 

Selain beasiswa bagi penghafal Al Quran, pemkab juga mulai merancang bantuan beasiswa bagi santri berprestasi.

 

“Tahun ini kita lounching beasiswa santri dan tahun berikutnya kita tambah lagi,” kata Baddrut Tamam saat menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di yang digelar masyarakat Desa Larangan Badung, Pamekasan, bersama bersama Majelis Pemuda Bershalawat At-Taufiq, Selasa (20/11/2018) malam.

 

Beasiswa bagi santri berprestasi ini, menurutnya merupakan satu dari 17 program aksi yang dijanjikan, saat mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan pada pilkada 27 Juni 2018.

 

Sedangkan, beasiswa untuk penghafal Al Quran, menurutnya akan dimulai pada tahun anggaran 2019.

 

Beasiswa bagi penghafal Al Quran ini sebagai upaya untuk mendorong penguatan pendidikan masyarakat Qurani di kabupaten yang memfokuskan pembangunan pada Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam).

 

Kebijakan lainnya yang sedang menjadi perhatian pemkab menurut bupati adalah mendorong terwujudnya tradisi bershalawat bagi masyarakat dan kalangan pemuda di Pamekasan, sehingga kegiatan seperti itu semakin sering digelar.

 

“Kami menginginkan Pamekasan bershalawat menjadi akhlaq aparatur sipil dan ahlak masyarakat Pamekasan,” ucap Baddrut.

 

Bupati berharap, rencana yang akan dikerjakan itu nantinya bisa mendapatkan pertolongan dari Allah SWT dan mendapatkan dukungan dari semua elemen masyarakat Pamekasan.

 

“Semoga di bulan-bulan yang akan datang Majelis Pemuda Bershalawat bisa hadir di Pendopo Pamekasan dan bershalawat bersama masyarakat Pamekasan,” katanya. (fal/hms)

20
November

Badrut Tamam bersama Raja’ie dan Kapuskodal Polres Pamekasan dalam Silaturrahmi dengan ulama. Foto lain:

 

PAMEKASAN (Humas Pamekasan)  – Para ulama dan pimpinan Ormas Islam di Pamekasan mendukung berbagai kebijakan dan program prioritas Bupati Pamekasan Badrut Tamam dan Wakilnya Raja’ie. Bukan hanya itu para ulama juga meminta masyarakat agar ikut mendukung program pasangan pemimpin daerah yang baru tersebut.

 

Pernyataan dukungan itu disampaikan pada saat acara silaturrahmi antara Pemkab Pamekasan bersama para kiai dan pimpinan Ormas Islam di Pendopo Ronggosukowati, Senin (19/11/18). Dalam silaturrahmi ini juga hadir Wakil Bupati Raja’ie dan Kapuskodal Polres Pamekasan dan pimpinan OPD serta Camat se Pamekasan.

“Kami lihat apa yang disampaikan program prioritas baru yang disampaikan oleh Bupati itu sangat bagus. Karena itu kami mendukung dan mengajak para kiai lain dan masyarakat untuk mengawalnya,” kata KH Muzammil, kiai asal Desa Bicorong Kecamatan Pakong saat mendapat kesempatan bicara dalam silaturrahmi itu.

 

KH Muzammil mengatakan sebaik apapun program yang direncanakan pemerintah jika tidak dapat dukungan dari elemen masyarakat utamanya para alim ulama, maka akan terganjal. “Karena itu saya mengajak pada para kiai khususnya yang hadir saat ini mari kita dukung beberapa program bupati itu, karena itu program baik,” tandasnya.

 

 

Dalam silaturrahmi tersebut, saat memberikan kata sambutan, Bupati Badrut Tamam menyampaikan sejumlah program baru dan prioritas yang akan dilaksanakannya. Diantaranya upaya untuk optimalisasi dari program Gerbang Salam (Gerakan Pembangunan Islami) yang selama kurang 10 tahun telah jadi Motto Pamekasan.

 

Lalu dalam bidang pendidikan Bupati akan memberikan beasiswa bagi para penghafal Al Quran baik siswa maupun santri. Bupati juga memiliki program untuk menggelar kegiatan solawatan secara kontinyu ditiap desa dan kecamatan. Dan yang terakhir adalah upaya rekayasa pengaturan ketertiban dalam menghadapi malam tahun baru 2019 mendatang.

 

Para kiai menanggapi secara positif atas program tersebut. Dr KH Sahibuddin, Wakil Ketua PC NU Pamekasan, misalnya, mengatakan mendukung upaya untuk rekayasa untuk pengaturan kegiatan tahun baru. “Selama ini tiap pergantian tahun baru anak muda melakukan kegiatan yang rusak moral, kalau aturan yang bagus kami sangat mendukung,” tandasnya.

 

Sementara Dr Moh Zahid, Ketua LP2SI Pamekasan, mendukung pemberian beasiswa bagi siswa dan santri penghafal Al Quran. Namun dia meminta agar perhatian terhadap anak yang masih banyak belum bisa baca tulis Al Quran dengan baik juga harus mendapat perhatian. Sebab, kata dia, kini banyak anak usia SD bahkan SMP, khususnya di pedesaan yang kurang bisa membaca Al Quran dengan baik. (fal/hms)

19
November

 

Pamekasan, (Humas Pamekasan) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar sarasehan dengan  perwakilan pengurus ormas Islam di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Senin (19/11/2018). 

 

Pertemuan ini membahas kebijakan Pemerintah satu bulan dan satu tahun ke depan, yakni kebijakan baru Bupati Baddrut Tamam berupa penguatan gerakan pembangunan masyarakat islami (GERBANG SALAM).

 

"kebijakan-kebijakan baru yang akan direncanakan diharapkan dapat menyentuh dan memperkuat  gerakan masyarakat islami, Kebijakan tersebut berupa memberikan beasiswa hafidz dan hafidzah serta santri berprestasi" ungkapnya.

Rencana keluarnya kebijakan ini karena melihat gerbang salam yang menjadi selogan Kabupaten Pamekasan pada saat ini masih belum menjadi langkah strategis dan belum menyentuh dan disarankan langsung oleh masyarakat Pamekasan.

 

" Oleh karena itu menurut politisi muda ini dengan kebijakan-kebijakan yang dirancang diharapkan gerbang salam dapat menjadi perilaku dan dapat dirasakan oleh masyarakat Pamekasan" tambahnya

 

Perwakilan pengurus ormas Islam yang hadir dalam acara silaturrahmi itu, antara lain FKUB, NU, Persis, SI, LP2SI, Hidayatullah, MUI dan Muhammadiyah Pamekasan. (fal/hms)

18
November

 

Pamekasan, (Humas Pamekasan) – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengadakan lomba Gerak Jalan tradisional Pamekasan-Larangan-Pamekasan (Palapa).

 

Lomba Gerak Jalan Palapa ini akan dilaksanakan pada Jumat (23/11/2018) malam. Start dari Monemen Arek Lancor dan finis kembali di Monumen Arek Lancor.

 

Sementara, tanggal pendaftaran lomba dibuka mulai Senin (12/11) dan ditutup pada Senin (19/11). Bertempat di kantor Dispora Pamekasan Jalan Darma No. 12.

 

Adapun persyaratan untuk mendaftar:

 

1. Peserta Harus Minimal Usia 18 th di Buktikan dengan foto copy KTP/SIM/ Akta Kelahiran.

2. Berbadan sehat dibuktikan dengan keterangan sehat dari dokter rumah sakit/ puskesmas. Dan untuk technical meeting atau penjelasan mekanisme perlombaan terhadap semua peserta akan dilaksanakan pada 21 November 2018.

 

Jenis Lomba

 

1. Beregu Putra (Jumlah Anggota 10 Orang Tampa Cadangan).

2. Beregu Putri (Jumlah Anggota 10 Orang Tampa Cadangan).

3. Perorangan Putra

4. Perorangan Putri.

 

Sedangkan Untuk TNI, POLRI, SATPOL PP merupakan peserta kehormatan dan tidak dilombakan dengan peserta umum.

 

Lomba Gerak Jalan Tradisional Palapa ini memperebutkan hadiah total sebesar Rp 56.000.000 Juta. (fal/hms)

15
November

 

 

PAMEKASAN (Humas Pamekasan)  Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengajak kepeda seluruh Stakeholder di lingkungan pemerintah Kabupaten setempat untuk mendukung peran Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Pamekasan dalam memenuhi kebutuhan darah di wilayah itu.

 

Demikian disampaikan Bupati Baddrut Tamam saat memberi sambutan pada acara serah terima bantuan alat Blood Collection Maxer di Pendopo Ronggosukowati, Kamis (15/11/2018).

 

"Peran PMI di seluruh Indonesia sangat luar biasa dalam memenuhi kebutuhan stok darah di berbagai rumah sakit di Indonesia, oleh karenanya peran PMI ini perlu dukungan bersama kita semua, semoga gerak langkah PMI terus kita dukung untuk menyuplai stok kebutuhan darah di semua rumah sakit, klinik, khususnya juga di Pamekasan," kata Bupati muda ini. 

 

Menurutnya, di Kabupaten Pamekasan, saat ini tidak lagi kekurangan stok darah. Hal itu merupakan peran PMI yang selalu menjemput para pendonor ke wilayah Kecamatan, Desa, bahkan sekolah - sekolah. 

 

Apalagi, adanya bantuan alat Blood Collection Maxer akan memberikan peningkatan kinerja bagi PMI, sehingga, pelayanan kesehatan akan lebih maksimal. 

 

"Blood Collection Maxer ini sangat berarti bagi kita semua untuk kemudian mendorong kinerja UTD PMI di Madura dalam memproduksi darah," lanjutnya. 

 

"Semakin cepat pelayanan kita, maka akan semakin baik dan memberikan pelayanan yang maksimal terhadap kebutuhan darah di Kabupaten Kabupaten yang ada di Madura," sambung Politikus partai kebangkitan bangsa (PKB) ini. 

 

Bupati Baddrut Tamam berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Pamekasan guna mewujudkan cita-cita idealnya, yakni menuju Pamekasan Hebat. (fal/hms)

Page 9 of 28