Super User

Super User

Aliquam erat volutpat. Proin euismod laoreet feugiat. In pharetra nulla ut ipsum sodales non tempus quam condimentum. Duis consequat sollicitudin sapien, sit amet ultricies est elementum ac. Aliquam erat volutpat. Phasellus in mollis augue.

Website URL: http://www.youjoomla.com

04
September

Foto : Baddrut Tamam tinjau peserta MJF di Islamic Center

 

HUMAS PAMEKASAN - Pemkab Pamekasan selama dua hari mulai Rabu (4/9/19) menggelar  Milenial Job Fair ( MJF) 2019. Kegiatan ini digelar di Gedung Islamic Center Jalan Panglegur  Pamekasan dan dibuka secara resmi oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

 

Hadir dalam pembukaan acara tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur dan Kepala Dinas Tenaga Kerja empat  kabupaten di Madura. Kepala Bakorwil IV Pamekasan, para kepala SMK Negeri dan swata, kalangan pengelola lembaga kursus, perguruan tinggi, para camat dan lurah se Pamekasan. 

 

Bupati Baddrut Tamam mengungkapkan MJF ini merupakan bagian dari ikhtiar membuka informasi bagi pencari kerja di Pamekasan untuk menemukan peluang kerja.  “Mudah mudahan perusahaan dan lembaga yang kerjasama  bisa beri informasi yang cukup dan bisa buka peluang yang luas untuk pencari kerja di Pamekasan,” katanya.

 

Dia mengungkapkan angka pengangguran terbuka di Pamekasan sekitar 13 ribu lebih. Kalau dibandingkan dengan jumlah desa sebanyak 159 desa dan kelurahan dan jumlah penduduk Pamekasan yang mencapai 800 ribu lebih, maka pencari kerja di Pamekasan, kata dia,  sangat kecil.

 

Akan tetapi, lanjutnya, bukan berarti setiap masyarakat sudah dapat pekerjaan yang pantas. Tantangan berikutnya bagi pemerintah adalah bagaimana ciptakan peluang kerja yang luas dan pelayanan melalui SDM yang berdaya saing. Karena kedepan, kata dia, ada dua persoalan besar yaitu SDM dan skil yang baik dan kecepatan berinofasi.  

 

“Pemerintah kedepan yang cepat  dan gesit berinovasi. Menuju   itu semua dibutuhkan skil dan SDM yang bagus. Maka Perguruan tinggi,  SMK, perlu duduk bersama susun program agar para alumninya memiliki skil yang berdaya saing. Jika tidak maka mereka tidak bisa bersaing dengan kebutuhan kerja.” paparnya.

 

Terkait dengan hal itu Baddrut Tamam mengaku telah bangun komunikasi dengan Kemenko Ekuin untuk sebuah program membangun ekonomi melalui Pengambangan Ekonomi Kawasan (PEK). Dia mohon restu agar rencana itu bisa beri jalan peluang kerja yang luas tidak hanya untuk Pamekasan namun untuk daerah lainnya.

 

Dia berharap seluruh daerah di Madura membangun komunikasi  untuk menangani masalah ketenaga kerjaan di Madura. Dia menginginkan ada komitmen semangat para pimpinan daerah di Madura untuk menawarkan konsep pembaharuan dalam membangun Madura, agar stakeholder di Madura mau bekerjasama mengankat derajat Madura.

 

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Pamekasan Arif Handayani mengungkapkan berdasarkan survey ketenaga kerjaan, jumlah penduduk Pamekasan tahun 2018 sebanyak 871 ribu. Dengan jumlah angkatan kerja 458 ribu. Sedangkan angka pengangguran terbuka 13.385. 

 

Jumlah perusahaan peserta yang berpartisipasi dalam MJF 2019 adalah sebanyak 52 perusahaan dan lembaga. 32 berasal dari local Madura dan sisanya berasal dari daerah lainnya di Jawa Timur. Sedangkan angka peluang kerja yang tersedia dari 52 perusahaan itu mencapai 2000 lebih lowongan kerja, baik untuk tenaga kerja di dalam negeri maupun luar negeri. (fal/hms)

04
September

Foto : Baddrut Tamam tinjau peserta MJF di Islamic Center

 

HUMAS PAMEKASAN - Pemkab Pamekasan selama dua hari mulai Rabu (4/9/19) menggelar  Milenial Job Fair ( MJF) 2019. Kegiatan ini digelar di Gedung Islamic Center Jalan Panglegur  Pamekasan dan dibuka secara resmi oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

 

Hadir dalam pembukaan acara tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur dan Kepala Dinas Tenaga Kerja empat  kabupaten di Madura. Kepala Bakorwil IV Pamekasan, para kepala SMK Negeri dan swata, kalangan pengelola lembaga kursus, perguruan tinggi, para camat dan lurah se Pamekasan. 

 

Bupati Baddrut Tamam mengungkapkan MJF ini merupakan bagian dari ikhtiar membuka informasi bagi pencari kerja di Pamekasan untuk menemukan peluang kerja.  “Mudah mudahan perusahaan dan lembaga yang kerjasama  bisa beri informasi yang cukup dan bisa buka peluang yang luas untuk pencari kerja di Pamekasan,” katanya.

 

Dia mengungkapkan angka pengangguran terbuka di Pamekasan sekitar 13 ribu lebih. Kalau dibandingkan dengan jumlah desa sebanyak 159 desa dan kelurahan dan jumlah penduduk Pamekasan yang mencapai 800 ribu lebih, maka pencari kerja di Pamekasan, kata dia,  sangat kecil.

 

Akan tetapi, lanjutnya, bukan berarti setiap masyarakat sudah dapat pekerjaan yang pantas. Tantangan berikutnya bagi pemerintah adalah bagaimana ciptakan peluang kerja yang luas dan pelayanan melalui SDM yang berdaya saing. Karena kedepan, kata dia, ada dua persoalan besar yaitu SDM dan skil yang baik dan kecepatan berinofasi.  

 

“Pemerintah kedepan yang cepat  dan gesit berinovasi. Menuju   itu semua dibutuhkan skil dan SDM yang bagus. Maka Perguruan tinggi,  SMK, perlu duduk bersama susun program agar para alumninya memiliki skil yang berdaya saing. Jika tidak maka mereka tidak bisa bersaing dengan kebutuhan kerja.” paparnya.

 

Terkait dengan hal itu Baddrut Tamam mengaku telah bangun komunikasi dengan Kemenko Ekuin untuk sebuah program membangun ekonomi melalui Pengambangan Ekonomi Kawasan (PEK). Dia mohon restu agar rencana itu bisa beri jalan peluang kerja yang luas tidak hanya untuk Pamekasan namun untuk daerah lainnya.

 

Dia berharap seluruh daerah di Madura membangun komunikasi  untuk menangani masalah ketenaga kerjaan di Madura. Dia menginginkan ada komitmen semangat para pimpinan daerah di Madura untuk menawarkan konsep pembaharuan dalam membangun Madura, agar stakeholder di Madura mau bekerjasama mengankat derajat Madura.

 

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Pamekasan Arif Handayani mengungkapkan berdasarkan survey ketenaga kerjaan, jumlah penduduk Pamekasan tahun 2018 sebanyak 871 ribu. Dengan jumlah angkatan kerja 458 ribu. Sedangkan angka pengangguran terbuka 13.385. 

 

Jumlah perusahaan peserta yang berpartisipasi dalam MJF 2019 adalah sebanyak 52 perusahaan dan lembaga. 32 berasal dari local Madura dan sisanya berasal dari daerah lainnya di Jawa Timur. Sedangkan angka peluang kerja yang tersedia dari 52 perusahaan itu mencapai 2000 lebih lowongan kerja, baik untuk tenaga kerja di dalam negeri maupun luar negeri. (fal/hms)

30
August

Sekda Pamekasan Ir. Totok Hartono, M.A Menghadiri Wisuda Akademi Kebidanan  Aifa Husada di Jl. Raya Cegug Pamekasan, 29-08-2019

 

 

16
August

 

HUMAS PAMEKASAN– Bupati Pamekasan, Badrut Tamam berpesan kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) agar bisa menghayati semangat tinggi dan pengorbanan para pejuang bangsa demi kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam prosesi pengukuhan Paskibraka 2019 yang dilaksanakan di Mandepa Agung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, Kamis (15/8/2019) malam.

 

“Pertama-tama kami sampaikan selamat dan terima kasih kepada anggota Paskibraka, mereka merupakan muda-mudi terbaik Pamekasan yang dinyatakan lolos dari proses seleksi ketat dalam beberapa bulan terakhir,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam.

 

 

Bupati muda yang akrab disapa Ra Badrut ini juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua anggota Paskibraka yang akan bertugas mengibarkan bendera pusaka pada Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74 Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2019) besok.

 

“Rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya, juga kami sampaikan kepada para pembina dan para pelatih yang sudah bersusah payah menggembleng dan menyiapkan adik-adik kita untuk menjadi pasukan pengibar bendera merah putih,” ungkapnya.

 

Menurutnya tidak mudah menjadi seorang Paskibraka, sebab dibutuhkan orang terlatih dan siap mental maupun fisik prima. Apalagi mereka juga harus melalui beragam seleksi yang cukup ketat. “Namun yang pasti harus disadari, bahwa tugas yang kalian lakukan adalah tugas mulia, tugas agung dan tugas yang suci,” jelasnya.

 

Dari itu, ia berpesan agar suluruh anggota Paskibraka dapat menghayati tentang pengorbanan para pejuang bangsa yang mengorbankan jiwa dan raga demi mengibarkan panji kebesaran bangsa dan negara. “Karena dengan itulah, kalian akan benar-benar menjadi teladan bangsa,” pungkasnya (beritajatim/fal/hms)