Super User

Super User

Aliquam erat volutpat. Proin euismod laoreet feugiat. In pharetra nulla ut ipsum sodales non tempus quam condimentum. Duis consequat sollicitudin sapien, sit amet ultricies est elementum ac. Aliquam erat volutpat. Phasellus in mollis augue.

Website URL: http://www.youjoomla.com

08
September

Foto : Baddrut Tamam sambutan di pelantikan PPI

 

 HUMAS PAMEKASAN-Bupati Pamekasan Baddut Tamam Sabtu (7/9/19) melantik pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI)  Kabupaten Pamekasan periode 2019-2024. Pelantikan dilakukan di Pendopo Ronggosukowati. Selain dihadiri pengurus yang dilantik hadir juga pengurus PPI Jawa Timur dan anggota Porkopimda Pamekasan.

 

Ada yang beda saat Baddrut Tamam memberikan sambutan dibandingkan dengan momentum lainnya. Kali ini dia memotivasi pengurus PPI dengan menguraikan etape perubahan stile kehidupan remaja Indonesia. Lalu setelah itu dimasukkan  penekanan agar gerasi muda bisa tetap eksis menghadapi perubahan zaman.

 

“Mohon maaf saya akan mengangkat alur perjalan kehidupan remaja melalui pemahaman atas tahapan perubahan stile  kehidupan mereka. Saya berbeda dengan tokoh lain yang memotivasi generasi muda dengan menampilkan model gerakan organisasi, aktifis dan lain sebagainya,” ungkapnya.

 

Badrut lalu menguraikan tentang etape peruhana stile pola hidupan remaja Indonesia. Mulai model stile kehidupan remaja era tahun 80 hingga tahun 2010 dan seterusnya.  Menurut dia perubahan stile kehidupan itu terkait dengan ruang dan waktu yang terus berkembang. Semua itu harus disikapi dengan cerdas dan dewasa oleh generasi muda.

 

 “Wal hasil tidak mungkin keberhasilan sebuah cita cita dan hasrat perubahan itu akan tercapai jika usahanya hanya biasa biasa saja. Tetapi harus dilakukan secara luar biasa atau maksimal. Jangan pernah berfikir akan sukses kalua usahanya kurang maksimal, tetapi usaha harus maksimal untuk meraih hasil yang optimal,” terangnya.

 

Dia mengungkapkan bahwa kini Pemkab Pamekasan tengah membuat program munculkan 10 ribu pengusaha. PPI kata dia harus hadir didalamnya. Programini dianggarkan di tiap desa desa di Pamekasan. Untuk itu juga dia kini buat milenial talent hup untuk bangkitkan talent anak muda agar jadi generasi yang luar biasa. 

 

Generasi hebat, kata dia, harus lahir dari upaya yang hebat dan harus bisa melakukan perubahan atau inovasi. Dia berharap agar PPI bisa melakukan itu dan Pemkab akan berupaya untuk membantu agar PPI bisa hebat tapi,  juga bisa banggakan orang tua dan semunya.

 

“PPI saya harapkan agar jadi generasi pelihan karena ilmunya bagus, akhlaknya bagus dan miliki keterampilan skil  yang bagus untuk membatu membangun Pamekasan. Selamat berjuang dan selamat bekerja. Jangan lihat kesuksesan pada orang gagal tapi lihatlah pada orang sukses,” katanya.

 

 

Ketua PPI Pamekasan periode 2019-2024 Apriana Suci Wulandari SH mengungkapkan kesiapannya untuk bangun dari tidur panjangnya selama ini. Tujuannya agar PPI bisa hebat untuk mendukung keinginan Pamekasan menjadi kabupaten yang hebat. 

 

“Untuk itu kami minta dukungan dan bimbingan kepada Bapak Bupati Pamekasan,  kepada Bapak Kapolres, Bapak Dandim dan bapak pimpinan instansi terakait agar kami bisa menjadi bagian dari pelaksanaan pmbangunan dan perubahan di daerah ini,” pungkasnya. (mas/fal/hms)

 

08
September

 

HUMAS PAMEKASAN - Pemkab Pamekasan gelar Bursa Inovasi Desa (BID yang berlangsung di Komplek Desa Wisata Terpadu, Dusun Murtajih, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (07/09/2019), pukul 09.15 Wib.

 

Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e, memukul gong tanda dimulainya acara Bursa Inovasi Desa. Dalam sambutannya, ia mengatakan BID merupakan sarana edukasi untuk menciptakan inovasi dan mensejahterakan masyarakat desa. Anggaran dari BID sendiri berasal dari Anggaran Belanja Negara.

 

“ Komitmen pemerintah dalam program ini, BID bisa bersinergi dengan pemerintah kabupaten melalui program unggulan seperti program tematik, “ Ungkapnya.

 

Pihaknya berharap desa-desa di seluruh Kabupaten Pamekasan sudah mempunyai tema artinya desa punya inovasi untuk meningkatkan desanya sehingga dana desa yang cukup besar dari pemerintah pusat dapat digunakan dengan baik.

 

 

Selain itu dukungan seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Pamekasan untuk bersatu padu, selalu berusaha meningkatkan kualitas dan kinerja agar pembangunan dapat berjalan dengan cepat.

 

Sementara, Fathorrahman Camat Pademawu, mengatakan, BID ini bagaimana desa bisa bergerak bersama-sama untuk mengawal dana desa(fal/hms)

 

04
September

HUMAS PAMEKASAN  - Kabupaten Pamekasan berhasil meraih jura II dalam lomba kreatifitas masak ikan tingkat Propinsi Jatim, yang diselenggarakan 11 Juli 2019 yang digelar oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur dan diikut oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten dan Kota se-Jawa Timur.


Penyerahan hadiah dan penghargaan atas pemenang lomba ini dilakukan oleh Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jatim Ibu Arumi Dardak kepada Ibu Nayla Badrut Tamam istri Bupati Pamekasan selaku Ketua Forikan Pamekasan. Penyerahan penghargaan dan hadiah juga disaksikan oleh Ketua Forikan Indonesia Dr Joko.


Lomba kreatifitas memasak ikan ini digelar tiap tahun rutin. Selama dua tahun terakhir yakni pada tahun 2017 hingga tahun 2018 Pamekasan absen tidak mengikuti dan pada tahun 2019 ini kembali ikut dan berhasil meraih juara II. Juara pertama untuk tahun ini diraih oleh Kabupaten Pasuruan. [


Plt Kepala DKP Pamekasan Fathorrasyid SE mengungkapkan keberhasilan meraih juara tahun ini benar benar menjadi kebanggaan bagi kabupaten Pamekasan. Karena kemenangan ini terjadi pada saat awal kepemimpinan Bupati Badrut Tamam bersama Wakilnya Raja’e.


“Ini benar benar membanggakan bagi kami. Awal kepeminpinan Bapak Bupati dan Wabup ini kami langsung dapat juara. Alhamdulillah benar benar menyenangkan bagi kami. Teman teman capek capek kerja keras ada hasilnya dan memuaskan kita semua,” ungkapnya.


Dalam lomba kali ini ada dua kategori masakan yang dilombakan yakni kategori masakan keluarga dan kategori masakan untuk balita. Untuk lomba masakan keluarga dilakukan live atau langsung diracik di tempat lomba. Sedangkan lomba makanan balita tidak live namun bahan materinya sudah jadi sebelumnya. 


“Yang paling memuaskan juga karena kami ini ikut lomba pertama untuk lomba masakan secara live di arena lomba. Dan itu langsung kami mendapat juara. Itu artinya kita bisa memiliki kemampuan untuk membuat aneka ragam masakan ikan yang penting untuk kesehatan,” katanya.


Ibu Nayla Badrut Tamam mengharapkan keberhasilan meraih juara dalam lomba ini bukan tujuan utamanya. Tujuan utamanya adalah harus ditindak lanjuti dengan sosialisasi yang merata kepada masyarakat untuk memotivasi dan mendorong masyarakat untuk gemar mengkonsumsi ikan.

 

“Tujuan dari lomba ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengkonsumsi ikan sebagai kebutuhan penting sehari hari. Lauk pauk dalam makan sehari tidak harus mahal, dengan ikan laut dan ikan darat yang biasa dan murah, tapi dengan mempelajari bagaimana tata cara memasaknya maka akan menjadi makanan yang enak dan menyehatkan,” katanya.(fal/hms)