11
March

 

Foto : Bupati Badrut Tamam saat memberikan sambutan. 

 

HUMAS PAMEKASAN-Wakil Wali Kota Bengkulu Dedi Wahyudi, Senin (11/3/19) melakukan kunjungan kerja ke Pamekasan. Dia ingin mengetahui seputar kebijakan Pemkab Pamekasan terkait Mall Pelayanan Publik (MPP) dan berbagai terobosan lain yang menjadi kebijakan unggulan dari Pemkab Pamekasan.

 

Dia didampingi oleh sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemkot Bengkulu. Mereka diterima  oleh Bupati Pamekasan Badrut Tamam bersama istri dan Wakilnya, Raja’e, bersama istri dan sejumlah pimpinan OPD Pemkab Pamekasan di Ruang Peringgitan Dalam Rumah Dinas Bupati Pamekasan.

 

Dedi Wahydi mengemukakan ada beberapa alasan dia hadir berkunjung ke Pamekasan. Selain masalah MPP juga ingin  mengetahui tentang berbagai hal penting lainnya terkait dengan terobosan program yang dilakukan oleh Bupati Pamekasan bersama wakilnya. 

 

“Saya ini banyak mengetahui tentang Pamekasan dari pemberitaan media massa. Diantaranya adalah soal Mall Pelayanan Publik dan mobil dinas branding batik yang akhrinya mendapat penghargaan Musium Rekor Dunia di Indonesia (Muri) pada saat masa jabatan beliau masih baru 47 hari,” katanya.

 

Dia mengaku usia dirinya dengan Bupati Pamekasan dan wakilnya Raja’e tidak jauh berbeda sekitar 40 tahunan. Kesamaan usia ini yang menjadi salah satu alasan juga untuk  banyak belajar tentang bagaimana membuat kebijakan daerah yang cepat tepat dan efektif.

 

Foto : Bupati Pamekasan saat menyematkan batik khas Pamekasan. 

 

“Seharusnya masyarakat Pamekasan bangga memilik bupati dan wakil bupati yang sama sama ganteng, muda, energik, kreatif, inovatif dan memiliki semangat dan wawasan yang luas dan komitmen yang kuat untuk memajukan daerahnnya, “ ungkapnya.

 

Bupati Badrut Tamam mengucapkan terima kasih atas pilihan  Wakil Walikota Bengkulu yang menjadikan Pamekasan sebagai lokasi studi banding atau kunjugan kerjanya saatn ini. Dia mengaku pilihan tersebut adalah bagian dari kehormatan bagi dirinya dan masyarakat Pamekasan. 

 

Badrut Tamam mengaku bersama wakilnya, Raja’e, memiliki tekad untuk bekerja yang tidak berjarak dengan rakyat. Dia juga ingin memberikan pelayanan yang cepat dan smart kepada  rakyatnya. Dan kenginan itu ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat.

 

“Kami juga sudah launching Pamekasan Smart yaitu pelayanan dengan menggunakan aplikasi android untuk masyarakat. Masyarakat bisa melaporkan dan mengetahui tentang problem pembangunan di daerahnya. Dan program ini ternyata mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat,” ungkapnya.

 

”Saya kini tengah merancang program layanan baru yang bernama Millenial Talent Up. Yaitu sebuah wadah yang memberikan ruang bagi kalangan millenial untuk pengembangan talenta atau keterampilan yang dimilikinya. Kalua di propinsi Jatim juga ada program Millenial  Job Centre,” imbuhnya. 

 

Kepada para tamunya tak lupa Bupati Badrut Tamam juga mempropmosikan batik tulis khas Pamekasan. Dia menegaskan batik tulis Pamekasan masuk batik tulis terbaik di Indonesia. Itu berdasarkan pengakuan GKR Hemas isteri Gubernur Jogjakarta. Juga pengakuan paguyuban Asosiasi Batik Jogjakarta dan Solo. Dan yang terakhir di Pamekasan ada pasar batik tulis terbesar di Asia Tenggara. 

 

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Drs Agus Mulyadi mendapat  kesempatan untuk memamaparkan secara lengkap tentang proses, upaya hingga pada pelaksanaan launching Mall Pelayanan Publik di Pamekasan. (fal/hms)

05
March

 

Foto : Badrut Tamam bersama wisudawan terbaik petinggi STIU Al Mujtama’.

 

HUMAS PAMEKASAN-Buapati Pamekasan Badrut Tamam berharap para wisudawan Sekolah Tinggi Ilmu Usuluddin (STIU) Al Mujtama’ bisa kreatif dan melaju bersama gelombang perubahan. Ilmu yang diperolehnya harus ditransformasikan dalam ikhtiar kongkrit untuk kemaslahan umat.

 

Hal itu dikatakannya saat memberi sambutan dalam Sidang  Terbuka Wisuda Ke II STIU Al Mujtama’ Pamekasan, di Ruang Pertemuan Hotel Odaita Pamekasan, Selasa (5/3/19). Sebanyak 53 lulusan program Sarjana Strata 1 (S1) Prodi Al Quran dan Ilmu Tafsir diwisuda pada wisuda kali ini. 

 

“Pra wisudawan nanti harus kreatif. Ilmu yang diperolehnya harus ‘’knowledge for change’’ bukan ‘’knowledge fo knowledge’’. Ilmu yang diperolehnya harus jadikan ilmu sebagai sarana untuk perubahan bukan hanya ilmu untuk ilmu. Jika ilmu hanya untuk ilmu maka para sarjana akan jadi menara gading, tidak bisa diharapkan,” katanya.  

 

Dia mengatakan saat ini dunia berada dalam  zaman revolusi tehnologi yang terus bergerak cepat. Kalau para sarjana baru tidak bisa terlibat secara positif, maka akan tergulung oleh revolusi yang bergerak cepat itu. Generasi muda dan cendikiawan dari pesantren jangan sampai kalah pada gelombang kapitalisme.

 

Kalau perguruan tinggi tetap menggunakan pola lama dalam menjalankan tri dharma pergurian tingginya, kata dia,  maka akan kalah pada persaingan. Dan untuk mengalahkan membutuhkan metode baru juga yakni berusaha kreatif inovatif dan itu harus dilakuan segera jangan terlambat.

 

Dia mengakui bahwa saat ini di Pemkab Pamekasan telah mendapat  tawaran dari  4 negara untuk membangun kerjasama kemitraan berupa penugasan belajar sejumlah siswa dari Pamekasan  untuk menuntut ilmu dan tehnologi diluar negeri, antara lain ke Taiwan dan Denmark. 

 

“STIU Al Mujtamak harus lakukan lompatan besar agar bisa melahirkan para peminpin baru masa depan yang bisa melakukan perubahan besar dengan berlandaskan pada fondasi Al Quran dan nilai nilai Islam sebagai ajaram agama mulia yang kita anut,” ajaknya.

 

Sementara itu Wakil Ketua I STIU Al Mujtama’ Abd Syukur MA mengatakan sesuai dengan spesialisasinya para wisudawan dan wisudawati STIU Al Mujtama’ telah siap pakai dan  memiliki kemampuan untuk menjadi pembaharu dalam bidang Al Quran. Dia mengatakan para wisudawan STIU Al Mujtama’ juga lulus hafalan Al Quran dan tafsirnya minimal antara 5 hingga 10 jus.

 

Sementara itu Majelis Masyaikh SITU Al Mujtama’ Dr Abd Mukti Tabrani mengungkapkan wisudawan terbaik kali ini, Annailatur Rohmaniyyah,  mendapat hadiah ibadah umroh ke tanah suci Mekkah. Pemberian hadiah ini merupakan yang kedua kalinya. Pada wisuda ke I tahun lalu, wisudawan terbaiknya juga mendapat hadiah ibadah umroh. 

 

“Pemberiah hadih umoh bagi wisudawan terbaik itu tujuannya agar dia bisa menyelami langsung secara lebih dalam tentang kondisi psykologis geografis kota suci sebagai tempat diturunkannya Al Quran. Sesuai dengan prodi yang ditekuninya yakni prodi ilmu Al Quran dan Tafsir,” tandasnya. (fal/hms)

04
March

 

HUMAS PAMEKASAN - Wabup Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Raja’e menyampaikan ada 20 Puskesmas se Pamekasan dinyatakan lulus akreditasi sesuai starata di masing – masing wilayah.

Demikian disampaikan Wabup Raja’e saat menjadi Inspektur upacara apel rutin awal bulan Maret di halaman kantor Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, jalan kabupaten No. 107, Senin (04/03/2019).

“Ada 20 Puskesmas se Kabupaten Pamekasan telah dilaksanakan survei akreditasi, dan telah dinyatakan lulus sesuai starata akreditasi yang telah diumumkan,” kata Wabup Raja’e.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh kepala Puskesmas, meski ternyata masih ada Puskesmas yang terakreditasi di starata dasar. Namun, yang penting saat ini kita sudah memiliki dasar dan sebagai titik start kita sebagai awal kita untuk mencapai prestasi terbaik pada evaluasi re-akreditasi di masa mendatang,” sambung mantan Kades Bujur Barat Kecamatan Batumarmar Kabupaten Pamekasan ini.

Bupati menyebut ada 2 Puskesmas terakreditasi starata utama, 17 lainnya terakreditasi Madya dan satu Puskesmas lainnya masih aktr
terakreditasi tingkat dasar.

“Saya berharap, pada momentum survei akreditasi selanjutnya sudah terakreditasi utama dan tidak ada lagi yang dasar. Memang tidak mudah, tapi saya yakin dengan motivasi dan kesungguhan yang tinggi diiringi dengan doa kepada Allah SWT, Insyaallah tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai bersama,” katanya.

Wabup Raja’e atas nama Bupati Baddrut Tamam memberikan sertifikat akreditasi kepada 20 kepala Puskesmas yang telah dinyatakan lulus akreditasi sesuai starata masing-masing. (fal/hms)

 

03
March

HUMAS PAMEKASAN - Dua program terobosan Pemkab Pamekasan berupa mall pelayanan publik dan identitas batik tulis di mobil dinas meraih rekor muri.

Piagam rekor muri tersebut diterima oleh Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan dalam rangka syukuran 100 hari kerja pemerintahan yang dipimpin dua politisi muda ini, dan sekaligus peluncuran pesona wisata Pamekasan, di monumen arek lancor. Sabtu (02/03/2019) malam.

Perwakilan dari Musium Rekor Indonesia (Muri) mengatakan, pemberian piagam tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kinerja dua penimpin muda Pamekasan yakni bupati, wakil bupati dan seluruh jajaran dinas.

“Pencapaian ini tidak hanya satu tetapi dua program pencapain hasil karya dan karsa putra terbaik bangsa,” katanya dalam sambutannya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam merasa senang dengan diraihnya dua penghargaan dan rekor Muri tersebut. Hal itu atas kerja sama seluruh pihak dan dukungan rakyat Pamekasan.(fal/hms)

Page 9 of 37