09
November

 

PAMEKASAN (humas Pamekasan) Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyambangi Satgas TMMD di Desa Pasanggar, Kamis (08/11/2018).

 

Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan ini didampingi Wabup Bupati Raja’e beserta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Kebersamaan TNI dan Rakyat” dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 semakin semarak setelah kedua pasangan pemimpin muda ini tida di lokasi.

 

Bupati datang ke lokasi TMMD dengan memakai udeng, celana coklat dan kaos berwana hitang bertuliskan “Pamekasan Hebat”. Sedangka Raja’e memakai baju putih dengan kopyah hitam dan sarungan ala santri.

 

“Pamekasan Hebat” merupakan cita ideal yang hendak diwujudkan kepemimpinan Baddrut Tamam dan Raja’e (Berbaur) dengan mengacu kepada konsep normatif Islam yang mengharuskan penganutnya berbaik sangka (husnus dzan), melalui pilar ideologis dan kerja kemanusiaan, yakni beriman, berilmu dan beramal. 

 

Anggota satgas TMMD nampak akrab dengan sang pemimpin muda ini, bahkan suasana penuh keceriaan saat “RBT” sapaan akrab Baddrut Tamam ini menyampaikan guyonan kepada prajurit abdi negara itu, termasuk dengan masyarakat yang ada di lokasi TMMD itu. Sikap santun, dan murah senyum sang pemimpin muda ini, mampu membangun “kepemimpinan tak berjarak” sehingga suasana nampak semakin akrab.

 

 Apalagi bupati dan wabup membakar ikan bersama Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf Nuryanto, dan aparat desa di lokasi Satgas TMMD itu, lalu makan lesehan ala santri. “Senda gurau pak bupati, ngobrol dan canda tawa sambil membakar ikan, seperti ini, serasa menghilangkan penat kami setelah tadi seharian beraktivitas,” ujar salah seorang anggota TNI di lokasi itu.

 

Menurut Bupati, tujuan kedatangannya bersama Raja’e, untuk memberikan semangat moril, kepada para abdi negara yang telah mendedikasikan dirinya untuk membantu membangun desa. “Saya dan Pak Raja’e dan atas nama Pemkab Pamekasan mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI yang membangun Desa Pasanggar dengan melaksanakan acara-acara diluar jam Kerja dilokasi TMMD seperti saat ini bisa menjadi sarana mempererat hubungan TNI dengan Rakyat,” ujar Badrut Tamam.

 

Sementara, Komandan Satgas TMMD Ke-103 Kodim 0826/Pamekasan, Letkol Inf Nuryanto menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati dan para Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Pamekasan yang sudah rela menyambangi Satgas TMMD di malam hari walaupun letaknya jauh dari Perkotaan serta mengapresiasi Satgas TMMD dan warga setempat yang sudah saling merasa menjadi keluarga. “Ini merupakan salah satu tujuan dan harapan kami dalam program Satgas TMMD ini, dimana TNI semakin manunggal dengan masyarakat. Sebab TNI memang lahir dari rakyat dan berjuang untuk rakyat,” kata Dandim. (fal/hms)

07
November

Foto : PDM dan PDA Pamekasan Foto bersama Bupati Badrut Tamam 

 

PAMEKASAN - (Humas Pamekasan)  Bupati Pamekasan Baddrut Tamam Selasa (6/11/18) siang kemarin melakukan silaturrahmi dengan Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pengurus Daerah Aisyah (PDA) Pamekasan. Silaturrahmi yang digelar di Ruang Peringgitan Rumah Dinas Bupati itu merupakan  inisiatif dari Bupati Badrut Tamam sendiri.

Rombongan diterima Bupati sekitar pukul 12.00. Sekitar 25 orang PDM dan PDA Pamekasan yang hadir dalam undangan silaturrahmi tersebut. Diantaranya Daeng Ali Taufik Ketua PDAM Pamekasan dan sekretarisnya Ali Hasbullah. Juga hadir Imam Santoso Wakil Ketua PDM yang juga saat ini menjabat sebagai sekretaris MUI Pamekasan.

Baddrut Tamam menegaskan keinginan untuk bersilaturrahmi  dengan Muhammadiyah sudah lama tercetus, hanya baru terealisisr. Dia mengaku semula ingin langsung mendatangi Kantor PDAM Pamekasan, namun tidak terlaksana dan akhirnya dilakukan di Rumah Dinas Bupati.  

Banyak hal yang disampaikan bupati dalam silaturrahmi tersebut, diantaranya dia kini menggagas untuk melibatkan semua ormas Islam menangani amar makruf nahi mungkar. Ini perlu dilakukan agar ada kekompokan dan hasilnya maksimal. 

“Selama ini ada kesan masyarakat bahwa masalah amar makruf nahi mungkar itu apa pengkotak kotakan. Masalah amar makruf nahi mungkar, biasanya NU dan Muhammadiyah, sementara untuk nahi mungkar misalnya urusan ormas lain. Nah ini yang kami tidak ingin, harus ada kekompakan dan kebersamaan menangani amar makruf nahi mungkat itu,‘ katanya.

Alasan dirinya ingin melibatkan semua ormas dalam amar makruf nahi mungkar, lanjut Badrut Tamam, karena pada hakikatnya yang memiliki umat adalah Ormas. Bahkan  lebih dari itu, yang mendirikan dan berjasa dalam mendirikan  negara kesatuan Indonesia adalah para tokoh ormas Islam pada jamannya. 

 

 

“Kami pemerintah kedepan juga akan banyak melibatkan ormas, sudah kami dirumuskan berbagai macam program kegiatan yang akan dilakukan. Diantaranya kegiatan yang berupa pemberian bantuan kepada Ormas Islam agar mereka bisa bekerja maksimal menjalankan tugas social dan tugas dakwahnya,” 

Terkait dengan amar makruf nahi mungkar, dalam kesempatan  silaturrahmi itu Baddrut Tamam menyampaikan bahwa pada akhir bulan Nopember ini pihaknya merencanakan untuk menutup sementara semua tempat hiburan karaoke di Pamekasan, sambal menunggu terbentuknya Peraturan Daerah (Perda). 

Terkait rencana itu, Baddrut Tamam mengaku telah kordinasi denga Forkopimda dan nanti juga akan kordinasi dengan semua Ormas Islam. Karena pelaksanaan penutupan sementara tempat karaoke itu juga akan melibatkan semua Ormas. “Saat ini masih dirumuskan kapan waktu  yang tepat dan bagaimana teknis pelaksanaannya,” pungkasnya. (fal/hms)

 

 

)

06
November

 

PAMEKASAN - (Humas Pamekasan)  Malam puncak rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pamekasan Ke 488, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar drama prosesi penobatan Ronggosukowati sebagai Raja Islam pertama di Pamekasan, yang menjadi cikal bakal lahirnya Pamekasan. Senin (05/11) malam. 

 

Acara yang digelar di pendopo Agung itu di hadiri Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, sejumlah Forpimda, Pj Sekda, kepala OPD serta tamu undangan lainnya. 

 

Dalam sambutannya, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang menggunakan bahasa Madura mengatakan, kepada seluruh masyarakat Pamekasan agar lebih percara diri dalam melaksanakan tugas guna mencapai Pamekasan yang hebat, rajjeh, bejjreh dan parjugeh di segala bidang. 

 

"Kita harus ingat kepada Raja Ronggosukowati yang sudah memberikan yang terbaik bagi Pamekasan, baik dari struktur dan kultur ataupun kejayaan dalam membangun Pamekasan dari segala bidang," katanya. 

 

Ia menambahkan, kepoloporan Ronggosukowati harus menjadi keinginan kita bersama dalam melestarikan Pemerintahan di Kabupaten Pamekasan dengan mengikuti jejaknya. 

 

Menurut Bupati, Raja Ronggosukowati merupakan Raja yang mempunyai nuansa religius dalam membangun pemerintahan di Kabupaten Pamekasan. 

 

"Saya ucapkan banyak terima kasih atas semua perjuangannya dalam menjadikan Pamekasan sebagai Kabupaten yang kita cintai bersama untuk menjadikan Kabupaten yang hebat, rajjeh, bejjreh ben parjugeh untuk mensejahterakan seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Pamekasan," ucapnya mengakhiri sambutannya. (fal/hms)

05
November

Foto : Badrut Tamam Serahkan Penghargaan Kabupaten Layak Pemuda Dari Kemenpora kepada Kadispora saat upacara Peringatan Hari Jadi Pamekasan ke 488, Senin kemarin.

 

PAMEKASAN - (Humas Pamekasan)  Bupati Pamekasan Badrut Tamam menegaskan Hari Jadi Pamekasan ke 488 tahun ini merupakan pijakan untuk merefleksikan bagaimana spirit Ronggosukowati sebagai Raja Islam pertama di Pamekasan bisa menjadi spirit pembangunan di Kabupaten Pamekasan.

 

Badrut menegaskan hal itu kepada wartawan usai usai mengikuti Sidang Paripurna DPRD Pamekasan dalam rangka hari Jadi Pamekasan ke 488 di ruang Sidang Utama DPRD Pamekasan, senin (5/11/18) kemarin. 

 

Dikatakan mulai mulai momentum Hari Jadi ke 488 ini, selama satu priode kepeminpinan, Badrut Tamam berencana untuk menciptakan 10.000 pengusaha secara bertahap, tiap tahun 2000 pengusaha. Dari seluruh desa dengan kelurahan yang ada dilakukan pelatihan wirausaha sehingga akan tumbuh bibit bibit pengusaha di desa, itu sesuai dengan potensi di desa masing-masing desa.

 

“Potensi potensi yang dimiliki tiap desa itu apa saja baru di Cluster, dan nanti Cluster itulah yang kemudian menggambarkan potensi desa masing-masing, itu di bidang industri di bidang pendidikan. Harapan kita pendidikan kita berkemajuan,” ungkapnya

 

Dia mengaku di beberapa kesempatan selalu mengatakan wajah Pamekasan bisa dilihat dari hari ini menuju Pamekasan empat atau lima tahun kedepan. Melalui beberapa gagasan program rencana yang sedang dirumuskan mulai dari pembuatan RPJMD yang sesuai dengan visi dan misi Pamekasan kedepan.  

 

Selain itu, lanjutnya, Renstra Pamekasan 5 tahun ke depan, juga diharapkan bisa mendorong kemakmuran  rakyat. Diupayakan program-program pembangunan berkembang di segala sector, baik bidang pendidikan, bidang pertanian sebagai pendorong utama PDRB, bidang SDM  semakin bagus dan infrastruktur berkemajuan sehingga pelayanan pada publik makin baik. 

 

Mulai tahun 2019 mendatang, Badrut Tamam juga mengharapkan sudah bisa lounching Mal Pelayanan, di tahun ini juga lounching mobil mobil dinas untuk di printing batik. Di tahun ini juga sejumlah gagasan dan rencana Pembangunan sudah mulai dirancang sesuai rencana sebagai awal menuju Pamekasan hebat. 

 

“Dengan begitu, bayangan Pamekasan lima tahun kedepan sudah bisa dilihat. Tahapan tahapan itulah yang kemudian kita sedang rancang di RPJMD kita,” tandasnya.

 

Badrut Tamam juga bersyukur diawal kepeminpinanya sudah ada penghargaan yang diterimanya dari Kementrian Pemuda dan Olah Raga yaitu sebagai Kabupaten Layak Pemuda Tingkat Pratama. 

.  

“Alhamdulillah ini baru sekarang kita mendapatkan penghargaan Kabupaten Layak Pemuda, baru tahun ini kita dapat, sekarang di tingkat Pratama itu nomor satu kita Pratama, tahun depan sudah harus tingkat memnjadfi yang utama,” pungkasnya. (fal/hms)

 

 

Page 13 of 42