13
December

Foto : Baddrut Tamam Saat Rakor Investasi nomor  tiga dari kiri

 

HUMAS PAMEKASAN - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pamekasan, Selasa (11/12/18) menggelar Rapat Kordinasai Investasi bersama pengusaha. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Hotel Odaita Jalan Raya Sumenep Pamekasan dan dibuka oleh Bupati Baddrut Tamam. 

 

Para pengusaha yang diundang hadir dalam acara tersebut sekitar 120 orang berasal dari aneka ragam jenis usaha. Mereka  berasal dari Madura, Surabaya dan daerah lainnya di Jatim. Juga ada peserta yang berasal dari Jogjakarta, Bandung hingga berasal dari Jakarta.

 

Kepala DPMPTSP Agus Mulyadi mengemukakan tujuan dilaksanakannya Rakor investasi itu adalah untuk memberikan informasi secara detail kepada kalangan para pengusaha   tentang kemudahan dan prospek penanaman investasi di Pamekasan. 

 

“Selain Bapak Bupati, kami mengundang kalangan organisasi pengusaha, MUI,  Polres dan PLN untuk menjadi pemateri  dalam kegiatan Rakor ini dengan tujuan agar para peserta Rakor bisa memahami secara menyeluruh tentang prospek  berinvestasi di Pamekasan,” terang Agus.

 

Sementara itu Bupati Badrut Tamam menegaskan bahwa pihaknya akan menjamain keamanan, kemudahan dan kenyamana  berinvestasi  di Pamekasan. Karena itu dia meminta agar para pengusaha tidak takut dan ragu untuk berinvestasi di Pamekasan.

 

“Terus terang kami minta bapak bapak untuk menanamkan modal dan uangnya di Pamekasan. Saya jamin aman dan akan mempermudah untuk pengurusan perijinan dan akan kami lakukan secara gratis pula,” terangnya yang dikuti tepuk tangan peserta Rakor.

 

Bupati mengaku sejak dilantik menjadi pemimpin Pamekasan dirinya telah menerima kiriman ribuan pesan WA dari kalangan pencari kerja di Pamekasan. Pesan yang disampaikan mereka berupa permitaan bantuann kepada dirinya untuk dicarikan pekerjaan.

 

“Terus terang ada sekitar 2000 an WA yang saya terima dan itu tetap kami simpan rapi. WA itu berasal dari generasi muda pencari kerja yang secara tulus meminta pada saya jalan  keluarnya. Kalua ingat masalah ini saya sedih dan prihatin sekali,” ungkapnya.

 

Karena itu, lanjut dia, pihaknya merumuskan berbagai terobosan  untuk mencarikan solusi dalam masalah ketenaga kerjaan ini, diantaranya adalah program menciptakan 10 ribu pengusaha baru selama lima tahun kepemimpinnnya. Program itu akan dilaksanakan secara bertahap selama lima tahun.

 

“RPJMD kita pro pertumbuhan kemakmuran kesejahteraan dan profesionalisme agar bisa bersaing dengan kabupaten maju lainnya.  Pemerintah tak bisa bangun sendiri, bapak juga tak bisa kerja sendiri, kita perlu kerjasama,  sama semangatnya dorong kemakmuran. Karena itu tak ada alasan untuk persulit investasi,” tandasnya. (fal/hms)

11
December

Foto : Bupati Badrut Tamam bersama pengunjung melihat batik khas Pamekasan  

 

 

HUMAS PAMEKASAN - Bupati Badrut Tamam bersama tiga bupati  lainnya dari Madura mendapat penghargaan dari Mentri  Koperasi. Penghargaan diberikan karena mereka dinilai  memilik kepedulian yang tinggi dalam upaya memajukan dan promosi hasil produksi unggulan daerahnya.

 

Penghargaan diberikan pada saat emat daerah dari Madura yakni Pamekasan, Sampang, Sumenep dan Bangkalan menggelar pameran bersana produksi unggulan daerah, Rabu (05/12/2018) lalu, di Gedung Smesco Indonesia Jakarta Selatan. Acara ini digelar bekerjasama dengan Skills Enterprise dan juga pebisnis lain yang ada di Jakarta. Pameran tersebut dibuka oleh Menteri Koperasi.

 

“Atas inisiatif dan upaya dalam memajukan dan mengembangkan hasil produk unggulan Madura tersebut, empat kabupaten di Madura mendapat penghargaan langsung dari Menteri Koperasi, dana penghargaan itu diterima langsung oleh ampat bupati dari Madura tersebut," Kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pamekasan Drs Ec Jon Yuliyanto MM, Selasa (11/12/18).

 

Jon Yuliyanto menjelaskan pameran promosi produk unggulan Madura di Jakarta ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan  bersama empat bupati di Madura pada acara Semalam di Madura,  tanggal 28 Oktober 2017 lalu. Saat itu emat bupati di Madura sepakat untuk bersama sama mempromosikan produk unggulannya di Jakarta.   

 

Pameran promusi produk unggulan daerah tersebut, kata Jon Yulianto, bertujuan untuk meningkatkan dan mendorong agar usaha kecil menengah khususnya produk unggulan di daerah  mendapatkan perluasan pasar.

 

”Tema yang kita angkat : Madura menjemput asa menembus batas. Menjemput asa artinya dimana ada harapan disitu kami lakukan. Menembus Batas artinya kami Madura akan menunjukkan bahwa kami bisa, maju dan berkembang sampai kemanca negara sekalipun," ungkapnya.

 

Hari pertama pameran, kata Jon Yuliyanto, tepatnya tanggal 28 November 2018, Stand Pamekasan di isi dengan pameran produk kuliner atau makanan khas Pamekasan misalnya campor lorju', soto, sate dan jamu tradisional Madura. Selain itu ditampilkan juga karya seni budaya, diantaranya musik daul, tarian muang sangkal dan juga fashion batik.

 

Hari kedua, empat bupati se Madura bertemu para tokoh Madura yang ada di Jakarta, baik tokoh seni budaya, pebisnis. Mereka memberikan solusi untuk mempercepat kemajuan Madura. Dalam pameran itu Stand empat kabupaten di Madura sempat mendapat kunjungan 125 calon duta besar yang akan ditempatkan di beberapa negara.

 

Jon berharap Pameran promosi produk unggulan Madura yang sudah diselenggarakan di Jakarta itu  mendapat sambutan baik oleh semua pihak. Dinas Koperasi, di empat kabupaten di Madura, kata Jon, akan terus bersama mempromosikan produk unggulan Madura. (fal/hms) 

 

11
December

Foto : Bupati Badrut Tamam 

 

HUMAS PAMEKASAN - Pemkab Pamekasan Senin (10/12/18) menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pamekasan  tahun 2018-2023. Kegiatan ini digelar di Pendopo Ronggosukowati, dibuka oleh Bupati Pamekasan Badruttamam.

Musrenbang RPMD itu dihadiri Wakil Bupati Raja’ie, Forkopimda, pimpinan DPRD dan ketua ketua Komisi  DPRD Pamekasan dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Pamekasan. Juga dihadiri petugas dari Bagian Perekonomian Bappeda Propisni Jawa Timur.

RPJMD merupakan kebijakan pembangunan daerah yang diselaraskan dengan visi misi pasangan Badrut Tamam dan Wakilnya Raja’ie  pada Pilkada beberapa waktu lalu. RPJPD itu diselaraskan dengan kebijakan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2005-2025 dan disingkronisasikan dengan pembangunan Jawa Timur dan aspirasi masyarakat. 

Buapati Badrut Tamam dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Visi yang disepakati dalam RPJMD Pamekasan tahun 2018-2023 adalah Pamekasan sejahtera melalui pembangunan dari bawah merata dan berkeadilan berkelanjutan berdasarkan nilai nilai agama Islam. 

Sedangkan misi yang ditetapkan penguatan SDM, perbaikan yang bertumpu pada pertanian,  peningkatan tata kelola pemerintahan, kualitas infrastruktur, pengelolaan petensi social budaya agama kepemudaan dan mewujudkan masyarakat yang sejahtera

“Dari visi dan misi yang ditetapkan kami memiliki 7 tujuan penting, yakni  kualitas SDM, perbaikan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, perbaikan fiskal daerah, peningkatan pelayanan public, meningkatkan harmonissi kehidupan masyarakat. Dan dari 7 tujuan itu kami rinci dalam 17 sasaran kiatan,” katanya.

Beberapa issu staregis yang diperhatikan, kata Badrut Tamam, yaitu antara lain peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan  dan pemberdayaan perempuan, penyediaan infrasruktur dasar yang memadai, pengentasan penyandang masalah kesejahteraan social, optimalisasi produk pertanian, peningkatan tata kelola kota dan penanganan kepemudaan. 

Badrut tamam mengaku bahwa ada focus pembamngunan daerah selama lima tahun ke depan yang dikenal dengan nama  Dasa Cita yaitu 10 program pembangunan yang meliputi program anak cerdas dan pintar (Acar), yaitu beasiswa bagi santri pelajar dan mahasiswa prestasi dan makanan tambahan balita dan anak sekolah dan peningkatan kesejahteraan GTT dan PTT.

Kedua Desa Cerdas dan Mandiri (Desa Cermat) yaitu percepatan perbaikan infrastruktur dan pembangunan masyarakat desa melalui pemanfatan IT, pengembangan BUMDes dan pemanfatan sarajana satu desa satu sarjana sebagai pendamping  desa. Ketiga yaitu kesejahteraan guru ngaji, penjaga makam, penggali kubur, Modin dan kader Posyandu (Teker Pandan).

Keempat infrastruktur jalan dan jembatan  (Rujak Corek). Kelima sepuluh ribu wirausaha baru (Sapu tangan biru). Keenam kesehatan gratis (Sehati) yaitu peningkatan  derajat kesehatan melalui pemberian layanan kesehatan gratis bagi warga miskin.

Ketujuh, pemerintahan yang bersih dan pelayanan prima (kerepek tette) yaitu tambahan penghasilan pegawai dan penerapan teknologi informasi untuk meingkatkan  profesionalisme kerja. Delapan, perijinan cepat dan gratis (Ji Dulasis). Kesembilan, Satu tangka Air dan Jaringan air Minum Desa  (Strugking Desa) dan yang ke 10 petani dan nelayan sejahtera dan gembira  (Taneyan Lanjeng). (fal/hms) 

 

06
December

 

HUMAS PAMEKASAN - Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengukuhkan pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Cabang Pamekasan periode 2018-2023 di Pendopo Agung Ronggosukowati, Rabu (05/12).

 

Dalam acara tersebut nampak hadir pula Pj Sekda Moh. Alwi, Forkopimda, ketua PWRI jatim, dan pengurus PWRI se-Kabupaten Pamekasan.

Dalam sambutannya, Bupati Pamekasan mengucapkan selamat dan berharap PWRI di periode ini bisa menjadi mitra pemerintah dalam membangun Pamekasan yang berkeadilan dan makmur.

 

PWRI merupakan organisasi pensiunan yang bersifat nasional yang mewadahi segenap pensiunan Pegawai Negeri Sipil, BUMN, Bank Pemerintah, dan pensiunan pejabat. Hingga kini dari data yang ada, anggota PWRI yang terstruktural itu mencapai kurang kebih 4,5 juta anggota.

 

Menurutnya, semua anggota PWRI mempunyai kenangan tersendiri dan memiliki peninggalan sejarah yang luar biasa untuk dikenang oleh generasi-generasi bangsa yang akan datang.

 

"Karenanya senang sekali atas sambutan bimbingan yang luar biasa dari ketua PWRI untuk kemudian menjadi sudut pandang baru tentang model dan cara pelayanan publik di Kabupaten Pamekasan," ujarnya.

 

 

 

Baddrut Tamam juga mohon do'a dan bimbingan dari PWRI agar dapat melaksanakan tugas dan dapat mengabdi dalam membangun Pamekasan yang lebih Makmur berkeadilan serta merata di seluruh desa-desa di Kabupaten Pamekasan.

 

"Mudah-mudahan silaturrahim komunikasi serta persaudaraan antar kita terus berlanjut sesuai dengan yang disampaikan oleh ketua PWRI Jatim, jika PWRI siap bekerja sama dan bukan kelompok yang menjadi beban, tetapi akan bersinergi dengan pemerintahan untuk mendorong pembangunan yang berkeadilan di Kabupaten yang kita cintai," pungkasnya. (fal/hms)

 

Page 9 of 42