12
September

 

HUMAS PAMEKASAN - Upaya mendorong investor masuk, khususnya kaum milenial baik dari dalam maupun luar negeri, Jawa Timur menggelar East Java Investival (EJI) 2019 pada 12-15 September 2019.

 

Wakil Gubernur Jawa timur email dardak bersama bupati pamekasan H.  Baddrut tamam serta bupati madura lainnya yakni bupati sampang dan bangkalan mengunjungi langsung stand pameran yang disediakan oleh Pemkab pamekasan di gedung  grand city surabaya dalam kegiatan east java investival tahun 2019.

 

East Java lnvestival adalah satu-satunya event bisnis dan investasi yang ada di Jawa Timur yang menyatukan semua bidang investasi di provinsi Jawa Timur. East Java Investival akan menampilkan berbagai peluang investasi unggulan di bidang infrastruktur, pertanian, perikanan, pariwisata, pertambangan dan sektor energi, dan berbagai sektor lain dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, serta kawasan ekonomi khusus Singhasari.

 

 

Selain itu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari juga akan menjadi salah satu potensi untuk menarik perhatian investor masuk ke Jatim. Peluang investasi dari BUMN, BUMD, swasta , franchise, jasa perbankan dan keuangan, startup, dan travel market juga akan dibuka dalam EJI yang baru ada pertama kali di Jatim tahun ini.

“EJI digelar ini akan menjadi ajang edukasi bagi kaum milenial. Karena saat ini, trend start up dan wara laba terus menjamur,” ungkap Aris.

Karena ingin menarik minat investasi kaum milenial, maka peserta pameran yang akan berpartisipasi salah satunya adalah jenis usaha skala kecil dan menengah. Misalnya franchise di bidang makanan dan minuman hingga pendidikan.

 

”Nah, dengan franchise ini selain buka usaha, juga bisa mendidik para pelaku usaha baru. Jadi dengan modal yang tidak besar, mereka sudah bisa membuka usaha sendiri,” jelas Aris.

 

Menurut Aris, EJI 2019 juga menjadi meditor untuk menjembatani investor dengan pemerintah daerah atau pengusaha untuk berinvestasi di Indonesia dalam mendukung program percepatan pembangunan Nasional khususnya Jatim.

 

“Ini adalah forum mediasi antara pemerintah, sektor usaha (investor) dan masyarakat Jatim,” katanya.

 

Selain itu, EJI 2019 akan mengekspos seluruh potensi yang dimiliki Jatim terutama pada sektor-sektor investasi, saham, pariwisata, insfrastruktur, layanan publik dan produk unggulan yang dihasilkan serta hasil pembangunan yang telah berjalan. Menjadikan Jawa Timur sebagai tujuan wisata investasi skala Internasional.(fal/hms)

 

12
September

 

HUMAS PAMEKASAN Upaya mendorong investor masuk, khususnya kaum milenial baik dari dalam maupun luar negeri, Jawa Timur menggelar East Java Investival (EJI) 2019 pada 12-15 September 2019.

 

Wakil Gubernur Jawa timur email dardak bersama bupati pamekasan H.  Baddrut tamam serta bupati madura lainnya yakni bupati sampang dan bangkalan mengunjungi langsung stand pameran yang disediakan oleh Pemkab pamekasan di gedung  grand city surabaya dalam kegiatan east java investival tahun 2019.

 

East Java lnvestival adalah satu-satunya event bisnis dan investasi yang ada di Jawa Timur yang menyatukan semua bidang investasi di provinsi Jawa Timur. East Java Investival akan menampilkan berbagai peluang investasi unggulan di bidang infrastruktur, pertanian, perikanan, pariwisata, pertambangan dan sektor energi, dan berbagai sektor lain dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, serta kawasan ekonomi khusus Singhasari.

 

 

Selain itu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari juga akan menjadi salah satu potensi untuk menarik perhatian investor masuk ke Jatim. Peluang investasi dari BUMN, BUMD, swasta , franchise, jasa perbankan dan keuangan, startup, dan travel market juga akan dibuka dalam EJI yang baru ada pertama kali di Jatim tahun ini.

“EJI digelar ini akan menjadi ajang edukasi bagi kaum milenial. Karena saat ini, trend start up dan wara laba terus menjamur,” ungkap Aris.

Karena ingin menarik minat investasi kaum milenial, maka peserta pameran yang akan berpartisipasi salah satunya adalah jenis usaha skala kecil dan menengah. Misalnya franchise di bidang makanan dan minuman hingga pendidikan.

 

”Nah, dengan franchise ini selain buka usaha, juga bisa mendidik para pelaku usaha baru. Jadi dengan modal yang tidak besar, mereka sudah bisa membuka usaha sendiri,” jelas Aris.

 

Menurut Aris, EJI 2019 juga menjadi meditor untuk menjembatani investor dengan pemerintah daerah atau pengusaha untuk berinvestasi di Indonesia dalam mendukung program percepatan pembangunan Nasional khususnya Jatim.

 

“Ini adalah forum mediasi antara pemerintah, sektor usaha (investor) dan masyarakat Jatim,” katanya.

 

Selain itu, EJI 2019 akan mengekspos seluruh potensi yang dimiliki Jatim terutama pada sektor-sektor investasi, saham, pariwisata, insfrastruktur, layanan publik dan produk unggulan yang dihasilkan serta hasil pembangunan yang telah berjalan. Menjadikan Jawa Timur sebagai tujuan wisata investasi skala Internasional.(fal/hms)

 

12
September

Foto : Deputi KemenPAN-RB tinjaui MPP Pamekasan

 

PAMEKASAN-Deputi Bidang Pelayanan Public Kementrian PAN-RB Prof Dr Diah Natalisa MBA, Kamis (12/9/19) melakukan kunjungan kerja ke Pamekasan. Dia mengunjungi Mall Pelayanan Public (MPP) yang berlokasi di Gedung Islamic Center Jalan Trunojoyo Pamekasan. Rombongan diterima oleh Wakil Bupati Raja’e, Sekdakab Totok Hartono dan sejumlah Pimpinan OPD terkait.

Tiba di Gedung Islamic Center Diah Natalisa langsung meninjau  dan melihat dari dekat serta melakuklan dialog dengan para petugas instansi yang memiliki layanan di MPP tersebut, didampingi oleh Wakil Bupati Raja’e, Sekdakab Totok Hartono dan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMP-TSP) Agus Mulyadi.

Dia mengaku senang dan gembira serta mengapresiasi MPP yang ada di Pamekasan. Dia mengaku tahu ada MPP di Pamekasan ini dari Gubernur Jatim Khafifah Indar Parawansa dan bersyukur serta mengucapkan terima kasih pada pimpinan daerah di Pamekasan yang telah menunjukkan komitmen tinggi beri pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Saya lihat beberapa layanan disini memberikan kemudahan bagi masyarakat. Tidak hanya layanan daerah tapi juga dari BUMN, Perbankan dan lainnya. Kami selama ini menginisiasi juga lakukan pendampingan. Kami sepakat dengan pimpinan daerah ini akan ada renovasi perbaikan dari fasilitas, “ tuturnya.

Dikatakan awalnya tahun 2017 lalu hanya ada dua daerah yang mendapat memiliki MPP dan dapat pembinaan Kementrian PAN-RB. Namun ternyata seiring dengan perkembangan waktu banyak daerah lain yang tertarik untuk mendirikan MPP, misalnya Denpasar dan Batam. Karena masyarakat memang mengapresiasi besar merasakan manfaatnya.

“Daerah daerah nyatakan komitmennya. Lalu kami buat MoU antar Kementrian PAN-RB dengan pemerinah daerah, dan sudah  cukup banyak yang lunching saat ini ada 17 se Indonesia. Meski demikian ada juga daerah yang secara mandiri mendirikan sendiri MPP, seperti Pamekasan ini. Jumlahnya sudah cukup banyak se Indonesia ada 34,” jelasnya. 

MPP yang muncul mandiri itu, lanjutnya, tetap akan mendapatkan bimbingan dan pendampingan dari Kementrian PAN-RB. Dia menegaskan kemajuan MPP di daerah banyak tergantung pada komitmen pimpinan daerahnya. Pimpinan  daerah, tandas dia, merupakan aset utama. Juga komitmen pimpinan OPD selalu pembantu pimpinan daerah. 

“Juga yang penting kolaborasi dengan layanan lembaga pemerintah pusat lainnya seperti BUMN, BPN, BPJS, PLN dan lainnya. Diperlukan kerjasama yang baik pengelola MPP dalam hal ini Dinas PMPTSP yang mendapat tugas resmi yakni tugas tambahan mengalola MPP ini dengan instansi instansi lain itu,” ungkapnya. 

Wakil Bupati Raja’e mengaku bahwa MPP didirikan sebagai komitmen dirinya bersama Bupati Badrut Tamam untuk memberikan pelayanan terbaik. Dikatakan MPP ini bagian dari lima program prioritas kepeminpinanya bersama Badrut Tamam, khususnya dalam bidang reformasi biropkrasi dan pelayanan public. 

Sementara itu Kepala Dinas PMP-TSP Agus Mulyadi mengungkapkan untuk memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat,  kini Pemkab Pamekasan tengah menyedikan angaran sekitar Rp 3 Miliar lebih untuk renovasi fasilitas di sentra gedung pelayann publik tersebut. (mas/fal/hms)

08
September

Foto : Baddrut Tamam sambutan di pelantikan PPI

 

 HUMAS PAMEKASAN-Bupati Pamekasan Baddrut Tamam Sabtu (7/9/19) melantik pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI)  Kabupaten Pamekasan periode 2019-2024. Pelantikan dilakukan di Pendopo Ronggosukowati. Selain dihadiri pengurus yang dilantik hadir juga pengurus PPI Jawa Timur dan anggota Porkopimda Pamekasan.

 

Ada yang beda saat Baddrut Tamam memberikan sambutan dibandingkan dengan momentum lainnya. Kali ini dia memotivasi pengurus PPI dengan menguraikan etape perubahan stile kehidupan remaja Indonesia. Lalu setelah itu dimasukkan  penekanan agar gerasi muda bisa tetap eksis menghadapi perubahan zaman.

 

“Mohon maaf saya akan mengangkat alur perjalan kehidupan remaja melalui pemahaman atas tahapan perubahan stile  kehidupan mereka. Saya berbeda dengan tokoh lain yang memotivasi generasi muda dengan menampilkan model gerakan organisasi, aktifis dan lain sebagainya,” ungkapnya.

 

Badrut lalu menguraikan tentang etape peruhana stile pola hidupan remaja Indonesia. Mulai model stile kehidupan remaja era tahun 80 hingga tahun 2010 dan seterusnya.  Menurut dia perubahan stile kehidupan itu terkait dengan ruang dan waktu yang terus berkembang. Semua itu harus disikapi dengan cerdas dan dewasa oleh generasi muda.

 

 “Wal hasil tidak mungkin keberhasilan sebuah cita cita dan hasrat perubahan itu akan tercapai jika usahanya hanya biasa biasa saja. Tetapi harus dilakukan secara luar biasa atau maksimal. Jangan pernah berfikir akan sukses kalua usahanya kurang maksimal, tetapi usaha harus maksimal untuk meraih hasil yang optimal,” terangnya.

 

Dia mengungkapkan bahwa kini Pemkab Pamekasan tengah membuat program munculkan 10 ribu pengusaha. PPI kata dia harus hadir didalamnya. Programini dianggarkan di tiap desa desa di Pamekasan. Untuk itu juga dia kini buat milenial talent hup untuk bangkitkan talent anak muda agar jadi generasi yang luar biasa. 

 

Generasi hebat, kata dia, harus lahir dari upaya yang hebat dan harus bisa melakukan perubahan atau inovasi. Dia berharap agar PPI bisa melakukan itu dan Pemkab akan berupaya untuk membantu agar PPI bisa hebat tapi,  juga bisa banggakan orang tua dan semunya.

 

“PPI saya harapkan agar jadi generasi pelihan karena ilmunya bagus, akhlaknya bagus dan miliki keterampilan skil  yang bagus untuk membatu membangun Pamekasan. Selamat berjuang dan selamat bekerja. Jangan lihat kesuksesan pada orang gagal tapi lihatlah pada orang sukses,” katanya.

 

 

Ketua PPI Pamekasan periode 2019-2024 Apriana Suci Wulandari SH mengungkapkan kesiapannya untuk bangun dari tidur panjangnya selama ini. Tujuannya agar PPI bisa hebat untuk mendukung keinginan Pamekasan menjadi kabupaten yang hebat. 

 

“Untuk itu kami minta dukungan dan bimbingan kepada Bapak Bupati Pamekasan,  kepada Bapak Kapolres, Bapak Dandim dan bapak pimpinan instansi terakait agar kami bisa menjadi bagian dari pelaksanaan pmbangunan dan perubahan di daerah ini,” pungkasnya. (mas/fal/hms)

 

08
September

Foto : Baddrut Tamam sambutan di pelantikan PPI

 

 HUMAS PAMEKASAN-Bupati Pamekasan Baddut Tamam Sabtu (7/9/19) melantik pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI)  Kabupaten Pamekasan periode 2019-2024. Pelantikan dilakukan di Pendopo Ronggosukowati. Selain dihadiri pengurus yang dilantik hadir juga pengurus PPI Jawa Timur dan anggota Porkopimda Pamekasan.

 

Ada yang beda saat Baddrut Tamam memberikan sambutan dibandingkan dengan momentum lainnya. Kali ini dia memotivasi pengurus PPI dengan menguraikan etape perubahan stile kehidupan remaja Indonesia. Lalu setelah itu dimasukkan  penekanan agar gerasi muda bisa tetap eksis menghadapi perubahan zaman.

 

“Mohon maaf saya akan mengangkat alur perjalan kehidupan remaja melalui pemahaman atas tahapan perubahan stile  kehidupan mereka. Saya berbeda dengan tokoh lain yang memotivasi generasi muda dengan menampilkan model gerakan organisasi, aktifis dan lain sebagainya,” ungkapnya.

 

Badrut lalu menguraikan tentang etape peruhana stile pola hidupan remaja Indonesia. Mulai model stile kehidupan remaja era tahun 80 hingga tahun 2010 dan seterusnya.  Menurut dia perubahan stile kehidupan itu terkait dengan ruang dan waktu yang terus berkembang. Semua itu harus disikapi dengan cerdas dan dewasa oleh generasi muda.

 

 “Wal hasil tidak mungkin keberhasilan sebuah cita cita dan hasrat perubahan itu akan tercapai jika usahanya hanya biasa biasa saja. Tetapi harus dilakukan secara luar biasa atau maksimal. Jangan pernah berfikir akan sukses kalua usahanya kurang maksimal, tetapi usaha harus maksimal untuk meraih hasil yang optimal,” terangnya.

 

Dia mengungkapkan bahwa kini Pemkab Pamekasan tengah membuat program munculkan 10 ribu pengusaha. PPI kata dia harus hadir didalamnya. Programini dianggarkan di tiap desa desa di Pamekasan. Untuk itu juga dia kini buat milenial talent hup untuk bangkitkan talent anak muda agar jadi generasi yang luar biasa. 

 

Generasi hebat, kata dia, harus lahir dari upaya yang hebat dan harus bisa melakukan perubahan atau inovasi. Dia berharap agar PPI bisa melakukan itu dan Pemkab akan berupaya untuk membantu agar PPI bisa hebat tapi,  juga bisa banggakan orang tua dan semunya.

 

“PPI saya harapkan agar jadi generasi pelihan karena ilmunya bagus, akhlaknya bagus dan miliki keterampilan skil  yang bagus untuk membatu membangun Pamekasan. Selamat berjuang dan selamat bekerja. Jangan lihat kesuksesan pada orang gagal tapi lihatlah pada orang sukses,” katanya.

 

 

Ketua PPI Pamekasan periode 2019-2024 Apriana Suci Wulandari SH mengungkapkan kesiapannya untuk bangun dari tidur panjangnya selama ini. Tujuannya agar PPI bisa hebat untuk mendukung keinginan Pamekasan menjadi kabupaten yang hebat. 

 

“Untuk itu kami minta dukungan dan bimbingan kepada Bapak Bupati Pamekasan,  kepada Bapak Kapolres, Bapak Dandim dan bapak pimpinan instansi terakait agar kami bisa menjadi bagian dari pelaksanaan pmbangunan dan perubahan di daerah ini,” pungkasnya. (mas/fal/hms)

 

08
September

 

HUMAS PAMEKASAN - Pemkab Pamekasan gelar Bursa Inovasi Desa (BID yang berlangsung di Komplek Desa Wisata Terpadu, Dusun Murtajih, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (07/09/2019), pukul 09.15 Wib.

 

Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e, memukul gong tanda dimulainya acara Bursa Inovasi Desa. Dalam sambutannya, ia mengatakan BID merupakan sarana edukasi untuk menciptakan inovasi dan mensejahterakan masyarakat desa. Anggaran dari BID sendiri berasal dari Anggaran Belanja Negara.

 

“ Komitmen pemerintah dalam program ini, BID bisa bersinergi dengan pemerintah kabupaten melalui program unggulan seperti program tematik, “ Ungkapnya.

 

Pihaknya berharap desa-desa di seluruh Kabupaten Pamekasan sudah mempunyai tema artinya desa punya inovasi untuk meningkatkan desanya sehingga dana desa yang cukup besar dari pemerintah pusat dapat digunakan dengan baik.

 

 

Selain itu dukungan seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Pamekasan untuk bersatu padu, selalu berusaha meningkatkan kualitas dan kinerja agar pembangunan dapat berjalan dengan cepat.

 

Sementara, Fathorrahman Camat Pademawu, mengatakan, BID ini bagaimana desa bisa bergerak bersama-sama untuk mengawal dana desa(fal/hms)

 

04
September

HUMAS PAMEKASAN  - Kabupaten Pamekasan berhasil meraih jura II dalam lomba kreatifitas masak ikan tingkat Propinsi Jatim, yang diselenggarakan 11 Juli 2019 yang digelar oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur dan diikut oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten dan Kota se-Jawa Timur.


Penyerahan hadiah dan penghargaan atas pemenang lomba ini dilakukan oleh Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jatim Ibu Arumi Dardak kepada Ibu Nayla Badrut Tamam istri Bupati Pamekasan selaku Ketua Forikan Pamekasan. Penyerahan penghargaan dan hadiah juga disaksikan oleh Ketua Forikan Indonesia Dr Joko.


Lomba kreatifitas memasak ikan ini digelar tiap tahun rutin. Selama dua tahun terakhir yakni pada tahun 2017 hingga tahun 2018 Pamekasan absen tidak mengikuti dan pada tahun 2019 ini kembali ikut dan berhasil meraih juara II. Juara pertama untuk tahun ini diraih oleh Kabupaten Pasuruan. [


Plt Kepala DKP Pamekasan Fathorrasyid SE mengungkapkan keberhasilan meraih juara tahun ini benar benar menjadi kebanggaan bagi kabupaten Pamekasan. Karena kemenangan ini terjadi pada saat awal kepemimpinan Bupati Badrut Tamam bersama Wakilnya Raja’e.


“Ini benar benar membanggakan bagi kami. Awal kepeminpinan Bapak Bupati dan Wabup ini kami langsung dapat juara. Alhamdulillah benar benar menyenangkan bagi kami. Teman teman capek capek kerja keras ada hasilnya dan memuaskan kita semua,” ungkapnya.


Dalam lomba kali ini ada dua kategori masakan yang dilombakan yakni kategori masakan keluarga dan kategori masakan untuk balita. Untuk lomba masakan keluarga dilakukan live atau langsung diracik di tempat lomba. Sedangkan lomba makanan balita tidak live namun bahan materinya sudah jadi sebelumnya. 


“Yang paling memuaskan juga karena kami ini ikut lomba pertama untuk lomba masakan secara live di arena lomba. Dan itu langsung kami mendapat juara. Itu artinya kita bisa memiliki kemampuan untuk membuat aneka ragam masakan ikan yang penting untuk kesehatan,” katanya.


Ibu Nayla Badrut Tamam mengharapkan keberhasilan meraih juara dalam lomba ini bukan tujuan utamanya. Tujuan utamanya adalah harus ditindak lanjuti dengan sosialisasi yang merata kepada masyarakat untuk memotivasi dan mendorong masyarakat untuk gemar mengkonsumsi ikan.

 

“Tujuan dari lomba ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengkonsumsi ikan sebagai kebutuhan penting sehari hari. Lauk pauk dalam makan sehari tidak harus mahal, dengan ikan laut dan ikan darat yang biasa dan murah, tapi dengan mempelajari bagaimana tata cara memasaknya maka akan menjadi makanan yang enak dan menyehatkan,” katanya.(fal/hms)

04
September

Foto : Baddrut Tamam tinjau peserta MJF di Islamic Center

 

HUMAS PAMEKASAN - Pemkab Pamekasan selama dua hari mulai Rabu (4/9/19) menggelar  Milenial Job Fair ( MJF) 2019. Kegiatan ini digelar di Gedung Islamic Center Jalan Panglegur  Pamekasan dan dibuka secara resmi oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

 

Hadir dalam pembukaan acara tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur dan Kepala Dinas Tenaga Kerja empat  kabupaten di Madura. Kepala Bakorwil IV Pamekasan, para kepala SMK Negeri dan swata, kalangan pengelola lembaga kursus, perguruan tinggi, para camat dan lurah se Pamekasan. 

 

Bupati Baddrut Tamam mengungkapkan MJF ini merupakan bagian dari ikhtiar membuka informasi bagi pencari kerja di Pamekasan untuk menemukan peluang kerja.  “Mudah mudahan perusahaan dan lembaga yang kerjasama  bisa beri informasi yang cukup dan bisa buka peluang yang luas untuk pencari kerja di Pamekasan,” katanya.

 

Dia mengungkapkan angka pengangguran terbuka di Pamekasan sekitar 13 ribu lebih. Kalau dibandingkan dengan jumlah desa sebanyak 159 desa dan kelurahan dan jumlah penduduk Pamekasan yang mencapai 800 ribu lebih, maka pencari kerja di Pamekasan, kata dia,  sangat kecil.

 

Akan tetapi, lanjutnya, bukan berarti setiap masyarakat sudah dapat pekerjaan yang pantas. Tantangan berikutnya bagi pemerintah adalah bagaimana ciptakan peluang kerja yang luas dan pelayanan melalui SDM yang berdaya saing. Karena kedepan, kata dia, ada dua persoalan besar yaitu SDM dan skil yang baik dan kecepatan berinofasi.  

 

“Pemerintah kedepan yang cepat  dan gesit berinovasi. Menuju   itu semua dibutuhkan skil dan SDM yang bagus. Maka Perguruan tinggi,  SMK, perlu duduk bersama susun program agar para alumninya memiliki skil yang berdaya saing. Jika tidak maka mereka tidak bisa bersaing dengan kebutuhan kerja.” paparnya.

 

Terkait dengan hal itu Baddrut Tamam mengaku telah bangun komunikasi dengan Kemenko Ekuin untuk sebuah program membangun ekonomi melalui Pengambangan Ekonomi Kawasan (PEK). Dia mohon restu agar rencana itu bisa beri jalan peluang kerja yang luas tidak hanya untuk Pamekasan namun untuk daerah lainnya.

 

Dia berharap seluruh daerah di Madura membangun komunikasi  untuk menangani masalah ketenaga kerjaan di Madura. Dia menginginkan ada komitmen semangat para pimpinan daerah di Madura untuk menawarkan konsep pembaharuan dalam membangun Madura, agar stakeholder di Madura mau bekerjasama mengankat derajat Madura.

 

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Pamekasan Arif Handayani mengungkapkan berdasarkan survey ketenaga kerjaan, jumlah penduduk Pamekasan tahun 2018 sebanyak 871 ribu. Dengan jumlah angkatan kerja 458 ribu. Sedangkan angka pengangguran terbuka 13.385. 

 

Jumlah perusahaan peserta yang berpartisipasi dalam MJF 2019 adalah sebanyak 52 perusahaan dan lembaga. 32 berasal dari local Madura dan sisanya berasal dari daerah lainnya di Jawa Timur. Sedangkan angka peluang kerja yang tersedia dari 52 perusahaan itu mencapai 2000 lebih lowongan kerja, baik untuk tenaga kerja di dalam negeri maupun luar negeri. (fal/hms)

04
September

Foto : Baddrut Tamam tinjau peserta MJF di Islamic Center

 

HUMAS PAMEKASAN - Pemkab Pamekasan selama dua hari mulai Rabu (4/9/19) menggelar  Milenial Job Fair ( MJF) 2019. Kegiatan ini digelar di Gedung Islamic Center Jalan Panglegur  Pamekasan dan dibuka secara resmi oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

 

Hadir dalam pembukaan acara tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur dan Kepala Dinas Tenaga Kerja empat  kabupaten di Madura. Kepala Bakorwil IV Pamekasan, para kepala SMK Negeri dan swata, kalangan pengelola lembaga kursus, perguruan tinggi, para camat dan lurah se Pamekasan. 

 

Bupati Baddrut Tamam mengungkapkan MJF ini merupakan bagian dari ikhtiar membuka informasi bagi pencari kerja di Pamekasan untuk menemukan peluang kerja.  “Mudah mudahan perusahaan dan lembaga yang kerjasama  bisa beri informasi yang cukup dan bisa buka peluang yang luas untuk pencari kerja di Pamekasan,” katanya.

 

Dia mengungkapkan angka pengangguran terbuka di Pamekasan sekitar 13 ribu lebih. Kalau dibandingkan dengan jumlah desa sebanyak 159 desa dan kelurahan dan jumlah penduduk Pamekasan yang mencapai 800 ribu lebih, maka pencari kerja di Pamekasan, kata dia,  sangat kecil.

 

Akan tetapi, lanjutnya, bukan berarti setiap masyarakat sudah dapat pekerjaan yang pantas. Tantangan berikutnya bagi pemerintah adalah bagaimana ciptakan peluang kerja yang luas dan pelayanan melalui SDM yang berdaya saing. Karena kedepan, kata dia, ada dua persoalan besar yaitu SDM dan skil yang baik dan kecepatan berinofasi.  

 

“Pemerintah kedepan yang cepat  dan gesit berinovasi. Menuju   itu semua dibutuhkan skil dan SDM yang bagus. Maka Perguruan tinggi,  SMK, perlu duduk bersama susun program agar para alumninya memiliki skil yang berdaya saing. Jika tidak maka mereka tidak bisa bersaing dengan kebutuhan kerja.” paparnya.

 

Terkait dengan hal itu Baddrut Tamam mengaku telah bangun komunikasi dengan Kemenko Ekuin untuk sebuah program membangun ekonomi melalui Pengambangan Ekonomi Kawasan (PEK). Dia mohon restu agar rencana itu bisa beri jalan peluang kerja yang luas tidak hanya untuk Pamekasan namun untuk daerah lainnya.

 

Dia berharap seluruh daerah di Madura membangun komunikasi  untuk menangani masalah ketenaga kerjaan di Madura. Dia menginginkan ada komitmen semangat para pimpinan daerah di Madura untuk menawarkan konsep pembaharuan dalam membangun Madura, agar stakeholder di Madura mau bekerjasama mengankat derajat Madura.

 

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Pamekasan Arif Handayani mengungkapkan berdasarkan survey ketenaga kerjaan, jumlah penduduk Pamekasan tahun 2018 sebanyak 871 ribu. Dengan jumlah angkatan kerja 458 ribu. Sedangkan angka pengangguran terbuka 13.385. 

 

Jumlah perusahaan peserta yang berpartisipasi dalam MJF 2019 adalah sebanyak 52 perusahaan dan lembaga. 32 berasal dari local Madura dan sisanya berasal dari daerah lainnya di Jawa Timur. Sedangkan angka peluang kerja yang tersedia dari 52 perusahaan itu mencapai 2000 lebih lowongan kerja, baik untuk tenaga kerja di dalam negeri maupun luar negeri. (fal/hms)

Page 1 of 28