28
May

Pemkab Pamekasan Terapkan Zona Integritas Bebas Korupsi

Pemerintah Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur mulai menetapkan zona integritas bebas korupsi di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Senin(28/5/20).

Hal tersebut dituangkan dengan penandatangann Pakta Integritas dan Penandatangan di Baliho Ukuran besar sebagai wujud Komitmen bersama, penandatangan tersebut di awali oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan , Staf Ahli Asisten yang diikuti oleh Kepala Bagian, Kasubag dan bendahara pada ditiap-tiap Bagian.

Berikut Dokumentasinya :

27
November

 

HUMAS PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten yang dianggap memiliki kepatuhan dalam hal pelayanan publik oleh Ombudsman Republik Indonesia.

 

Penghargaan itu diterima oleh Wakil Bupati Pamekasan, Raja'e dari salah satu anggota Ombusman RI di acara Penganugerahan Predikat Kepatuhan 2019 atau Ombudsman Awards di Grand Ballrom, Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu (27/11/2019). Sejumlah Menteri dan Kepala daerah hadir dalam acara tersebut.

 

 

Pamekasan merupakan satu-satunya Kabupaten yang berada di pulau garam mendapat penghargaan dari Ombusman RI untuk predikat kepatuhan tinggi kategori pemerintahan kabupaten.

 

"Alhamdulillah Ini adalah kerja keras teman-teman di Pemkab Pamekasan, dan saya sangat bersyukur atas penghargaan ini, semoga dengan diraihnya penghargaan ini semua pelayanan di Kabupaten Pamekasan terus bisa ditingkatkan dan semakin mudah buat rakyat Pamekasan," ujar Wabup Raja'e usai menerima penghargaan.

 

Berdasarkan catatan media, kabupaten Pamekasan tidak hanya kali ini saja menerima sejumlah penghargaan baik dari pusat maupun provinsi.

 

Sebelumnya, Pamekasan menerima penghargaan sebagai kabupaten Layak Anak dan Kabupaten Layak Pemuda Kategori Utama. (fal/hms)

 

25
October

 

HUMAS PAMEKASAN - Wakil Bupati Pamekasan, Madura Raja'e menyalurkan secara langsung bantuan kepada korban kebakaran di Desa Ragang, Kecamatan Waru, Pamekasan, Jumat (25/10/2019).ntuan kepada para korban musibah kebakaran di Kecamatan Waru, Pamekasan dan penyaluran bantuan itu diserahkan secara langsung ke rumah para korban oleh Dinas Sosial pemkab setempat dan Wakil Bupati Pamekasan Raja’e.

 

“Selain ingin melibat secara langsung kondisi korban kebakaran, saya sengaja turun secara langsung bersama Dinsos Pemkab Pamekasan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan sekaligus untuk silaturrrahmi dengan bertemu secara langsung dengan keluarga korban,” kata Wabup Raja’e.

 

Di Kecamatan ini, ada beberapa rumah warga yang menjadi korban kebaran. Antara lain di Desa Ragang, dan Desa Waru, Kecamatan Waru Pamekasan.

 

Jenis bantuan yang diserahkan tim Pemkab Pamekasan itu antara lain mie instan, minyak goreng, beras dan alas tidur.

 

Wabup dalam kesempatan itu menyatakan, pada musim kemarau seperti sekarang ini, musibah kebaran sering terjadi di Pamekasan. Penyebabnya karena cuaca panas, sehingga jika ada titik apa, maka akan mudah menjalar, karena rumput-rumput juga mengering.

 

“Maka dari itu, mari kita tingkatkan kewaspadaan secara bersama-sama, untuk mencegah terjadinya kebakaran,” katanya.

 

Wabup asal Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan ini juga meminta, agar para korban hendak bersabar menghadapi musibah ini, karena menurutnya, itu semuanya merupakan salah satu ujian yang diberikan Allah SWT.

 

Kepada camat dan perangkat desa yang ikut dalam rombongan penyaluran bantuan kepada para korban kebaran itu, Wabup Raja’e meminta agar mereka bisa meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya melakukan upaya antisipasi dan mawas diri.

 

“Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPBD Pemkab Pamekasan dan tim relawan yang berada dalam binaan BPBD Pemkab Pamekasan yang selama ini gencar memberikan bantuan pertolongan apabila terjadi musibah kebakaran,” kata wabup.

 

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Pemkab Pamekasan, jumlah kasus musibah kebakaran yang terjadi di Pamekasan selama kemarau kali ini sudah mencapai 57 kasus kebakaran.

 

Objek yang terbakar meliputi, rumah tingga warga, dapur, dan lahan kering, serta perkebunan.

 

“Tapi yang paling sering adalah lahan dan kebun, seperti kebun bambu, kebun jati dan lahan tebu,” kata Supervisor Pusat Pengemdalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Pemkab Pamekasan Budi Cahyono.(fal/hms

20
October

Foto : Wabup Raja’e, bersama istri Sekdakab Totok Hartono bersama istri saat meninjau peserta lomba rujak.

 

HUMAS PAMEKASAN-Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-489 Minggu (20/10/19) kemarin Pemkab Pamekasan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Festival Budaya Madura yang dikonsep dengan lomba rujak dan makan rujak gratis di depan Museum Mandhilaras kawasan Monumen Arek lancor. 

 

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pamekasan Raja’e bersama istrinya dan Sekkab Pamekasan Totok Hartono juga bersama istrinya. Kegiatan tersebut berlangsung semarak dan mampu mencuri perhatian pengunjung. 

 

Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan penjual rujak di Pamekasan. Tiap penjual rujak membuat lima porsi untuk dilombakan. Lima porsi rujak itu terdiri atas tiga jenis olahan rujak, yakni rujak corek, rujak dhulit, dan rujak letho’.Panitia mendatangkan juri khusus untuk menilai makanan tersebut  

 

Usai penilaian, rujak yang dilombakan tersebut langsung bisa dinikmati masyarakat secara gratis, termasuk Wabup Raja’e, Sekdakab Totok Hartono dan para undangan lain yang hadir. Masyarakat menyerbu untuk menikmati rujak tersebut. Jumlah porsi rujak gratis yang bisa dinikmati pengunjung sekitar 225 porsi, terdiri atas 75 porsi rujak corek, 75 porsi rujak dhulit, 75 porsi letho’.

 

Wabup Raja’e menjelaskan, festival atau perlombaan rujak dan makan rujak gratis ini tujuannya adalah untuk mengeksiskan kembali makanan rujak khas Pamekasan. Khususnya rujak corek yang dulu sangat eksis, namun saat ini mulai merosot. 

 

“Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi ajang promosi untuk menarik wisatawan dari luar agar berkunjung ke Pamekasan. Saya mengajak masyarakat supaya melestarikan makanan khas tradisional dengan mengenalkan produk Pamekasan ke masyarakat luas. Diharapkan juga hasil karya para peserta dapat menjadi referensi dalam mengembangkan khazanah budaya kuliner kita,” ungkapnya.

 

Festival budaya kuliner tradisi, kata Raja’e,  merupakan salah satu upaya untuk menggerakan industri kreatif berbasis kearifan local. Untuk itu dia  sangat mendukung terhdap upaya pengembangan industri ini karena potensinya sangat besar. Pertembuhan industri kreatif di Pamekasan, kata dia, kini  mengalami kenaikan yang sigifikan yakni mencapai 7 % pertahun.

 

Industri kreatif kuliner ini, lanjutnya,  dapat berkonrtibusi secara ekonomi. Utamanya dalam peningkatan nilai tambah tenaga kerja dan jumlah perusahaan. Oleh karena itu sector industry kreatif ini harus dimanfaatkan wirausaha baru dari kalangan generasi muda yang mampu melakukan inovasi baru dalam mengembangkan usahanya. 

 

“Mengingat begitu potensialnya kuliner ini, saya berharap besar agar sector ini dapat ditingkatkan kualitas dan produksinya.  Jika industry  kreatif makanan khas daerah diberi ruang yang terbuka dan akses pasar yang luas saya yakin kualitasnya akan makin baik dan memiliki daya saing ke pasar yang lebih luas lagi,” pungkasnya. (fal/hms)

22
October

Foto : Raja’e, Kapolres dan Sekdakab saat lepas kirab peserta kirab santri

 

PAMEKASAN-Wakil Bupati Pamekasan Raja’e menegaskan dalam sejarahnya santri memiliki kontribisi besar terhadap tegaknya perdamaian. Karena itu dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini diharapkan santri segera ambil langkah tegas untuk ambil bagian lagi dalam upaya menegakkan perdamaian dunia. 

 

“Hari ini tahun ini peringatan hari santri ambil tema Santri Untuk Perdamaian Dunia. Kita sama sama tahu bahwa kita bangsa Indonesia menghadapi ujian berat ada sekian banyak gejolak di daerah. Dan momentum hari santri ini harus dijadikan awal untuk tegaknya semangat perdamaian itu,” katanya. 

 

Ditemui wartawan usai menjadi Pembina dalam Apel Akbar dalam rangka HSN 2019 di lapangan Nagara Bhakti Pamekasan, Raja’e mengungkapkan bahwa santri memilik peran besar untuk tegaknya perdamaian dunia, karena santri memiliki sikap inklusif dalam berfikir, berpijak dan cara pandang utama terhadap NKRI. 

 

Santri, kata dia, harus harus focus berniat menjadi bagian dari pembangunan dimasa yang akan datang. Dari hasil amatannya Raja’e menilai santri memiliki kekuatan luar biasa, yang selama ini kurang banyak dikenal public. Mengingat begitu besarnya kekuatan santri, maka santri patut diberi atensi dan apresiasi  untuk menjadi bagian dari pembangunan.

 

“Kita lihat bersama tadi pada saat apel akbar, bagaimana begitu luar biasanya semangat dan gelora mereka para santri dalam momentum hari santri ini. Ini menandakan bahwa mereka memiliki kekuatan besar yang penting untuk pembangunan. Karena itu saya berharap santri terus belajar dengan gigih dan giat, istiqomah karena santri adalah harapan bangsa dan harapan kita bersama. Jadilah santri yang hebat,” tandasnya.

 

Sementara itu dalam sambutannya saat menjadai pembina dalam Apel Akbar, Raja’e mengungkapkan Pemkab Pamekasan  mengapresiasi secara positif terhadap peringatan hari santri nasional tahun ini. Karena itu terkiat apresiasi itu ada beberapa program yang kini dilakukan Pemkab Pamekasan. 

 

Pertama pada tahun anggran 2019 ini Pemkab Pamekasan telah memeberikan penghargaan kepada para santri berprestasi. Kedua kepada pondok pesantren , masjid dan yayasan yang tanahnya belum berakta wakaf akan diberikan bantuan untuk legalisasinya. Kriga akan dilakukan penertiban data lembaga pendidikan dan keempat pada tahun 2020 mendatang akan ada  beasiswa bagi santri miskin namun berprestasi. 

 

Masih dalam rangkaian peringatan hari santri tahun ini, Pemkab Pamekasan mengeluarkan surat edaran dimana selama 4 hari mulai Selasa (22/10/19)  sampai Jumat (25/10/19) mendatang seluruh aparat sipil negara dilingkungan Pemkab Pamekasan dihimbau agar menggunakan busana santri selama menjalankan tugas memberikan pelayanan pada masyarakat. 

 

“Ini semua dilakukan agar selain dapat memgambil ibrah dari nilai nilai positif santri, yang paling penting adalah agar kita tidak melupakan peran santri dalam upaya melepaskan diri dari penjajahan  hingga menacpai kemerdekaan,” pungkasnya.(fal/hms)

24
October

Foto : Foto bersama pemotongantumpeng saat pengukuhan Pasar Batik terbesar Indonesia 

 

HUMAS PAMEKASAN-Pasar batik tulis yang berlokasi di Pasar 17 Agustus Jalan Pintu Gerbang Pamekasan, dikukuhkan sebagai pasar batik tulis tradisional terbesar di Indonesia. Pengukuhan dilakukan oleh Direktur Industri Kecil Menengah (IKM) Kementrian Perindustrian Republik Indonesia Ratna Utami Ningrum, Kamis (24/10/19).

 

Pengukuhan ditandai dengan penandatangan prasasti dan pemotongan tumpeng. Prasasti ditandatangani oleh Ratna Utami Ningrum, sedangkan pemotongan tumpeng dilakukan oleh Ketua Dekranasda Jatim Ibu Arumi Dardak  lalu diserahkan  Kepada Ibu Nayla Badrut Tamam.

 

Penandatangan parasti dan pemotongan tumpeng ini disaksikan  oleh Wakil Bupati Pamekasan Raja’e bersama istri, Wakil Ketua Dekranasda Jogjakarta Ibu Pakualam dan sejumlah lembaga atau  yayasan pencinta batik dari seluruh Indonesia. Juga sekitar 600 pengrajin batik se Pamekasan yang hadir dalam acara pengukuhan itu.

 

Wakil Bupati Pamekasan Raja’e mengungkapkan rasa kebahagiaannya atas pengukuhan tersebut. Dia mengaku pengukuhan itu sebagai anugrah luar biasa. Ditetapkannya Pasar Batik Tulis Tradisional Pamekasan sebagai pasar batik tulis tradisional terbesar di Indonesia meruypakan anugrah Allah SWT yang patus disyukuri.  

 

“Terima kasih setinggi tinginya pada pengrajin batik se Indonesia yang telah memberikan penilaian secara objektif dan utuh pada pasar batik tulis tradisional Pamekasan, sehingga ditetapkan atau dipilih menjadi sebagai pasar batik tradisional terbesar di Indonesia,” ungkapnya.

 

Dia mengakui ada beberapa fasilitas di pasar batik itu yang perlu disempurnakan. Masukan tentang itu selama ini diperhatikan untuk benahi agar pasar ini dapat memberikan nuansa yang bagus bagi wisatawan. Batik tulis yang kita miliki, kata Raja’e telah menjadi kebanggaan dunia, bahkan Kazahtan telah menjadikan batik tulis Pamekasan sebagai pakaian sehari hari. 

 

Pada tahun 2009, kata Raja’e,  Pamekasan dikukuhkan sebagai kabupaten batik dan mendapat penghargaan MURI karena program membatik sepanjang 1500 meter. Lalu terkait batik juga pada tahun 2019 ini Pamekasan kembali dapat penghargaan dari MURI lagi setelah berhasil membranding batik pada seluruh mobil dinas di Pemkab Pamekasan. 

 

“Terima kasih kepada Dirjen IKM Kementrian Perindustrian RI, kami berharap support akan kami harapkan terus, utamanya dalam pembangunan infrastruktur pasar batik ini. Kami akan terus ikhtiar agar pasar batik ini menjadi ikon Pamekasan yang akan membawa Pamekasan menjadi daerah atau kabupaten hebat,” tandasnya.

 

Sementara Ibu Arumi Dardak mengungkapkan Pasar 17 Agustus selama ini minimal orang Jatim sudah tahu sebagai pasar batik tulis tradisional terbesar di Indonesia. Tetapi lupa terlena untuk mengukuhkan dan mematenkan. Harapannya agar dengan  pengukuhan ini meningkatkan optimisme, semangat bagi para pengrajin sebagai ujung tombak pasar batik.

 

 “Terima kasih pada semua yang terlibat dalam proses pembatikan mulai dari pengrajin dan para pejual kebutuhan proses pembatikan lainnya atas partisipasinya,” katanya.

 

Pasar 17 Agustus ini, kata Arumi, kini bukan hanya milik Pamekasan, namun juga kebangaan Jatim. Dia mengajak semua elemen terkait untuk menjaga keindahan dan kebersihan pasar batik itu agar semua pengunjung betah dan senang. “Mari kita jadikan pasar ini sebagai jalan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.” pungkasnya. (fal/hms)

24
October

 

HUMAS PAMKASAN - Wakil Bupati Pamekasan Raja’e berharap agar Kontingen atau Kafilah Pamekasan bisa meraih prestasi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXVIII Jawa Timur. Sekalipun prestasi itu bukan merupakan tujuan utama, namun harus menjadi bagian dari ikhtiar yang harus diupayakan.

 

Raja’e mengungkapkan hal itu pada saat memberi arahan dalam acara pelepasan Kafilah Pamekasan pada MTQ ke XXVIII tingkat Jatim yang akan dilaksanakan di Tuban mulai tanggal 25 Oktober hingga 2 Nopember 2019. Dalam acara tersebut juga dilakukan Show of Force dan Reales dari seluruh cabang lomba yang akan diikuti oleh kafilah Pamekasan.

 

“Untuk menunjukkan di MTQ yang akan digelar di Tuban ini, untuk Pamekasan saya berharap juara. Ini harapan kita bersama- sama. Walaupun ini bukan tujuan utama, tetapi ini harus menjadi bagian yang harus dicita citakan oleh seluruh peserta, yaitu prestasi. Karena ujung dari semua kompetisi itu sesungguhnya adalah prestasi,” katanya.

 

Karena itu kepada para pembina dan pendamping kafilah, Raja’e meminta agar bersikap telaten sabar dan ngemong pada anak binaannya. Upayakan para peserta dalam keadaan nyaman, karena dengan kondisi itu mereka akan maksimal berkompetisi, karena kenyamanan sangat berpengaruh pada hati dan pikiran semua peserta.

 

“Jika semua bersatu padu dengan tulus insya Allah Pamekasan hebat yang kita cita citakan, ditunjukkan dengan prestasi yang hebat oleh delegasi Pamekasan di MTQ ke 28 di Tuban nanti, maka Pamekasan hebat dapat kita wujudkan bersama-sama,” terangnya.

 

Dia menguraikan bahwa Al Quran adalah sumber nilai yang tertinggi bagi umat Islam dalam menjalani kehidupannya. Salah satu masalah yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, kata dia, adalah menegakkan nilai-nilai Quran di tengah-tengah pergulatan peradaban modern yang seringkali menjauhkan manusia dari nilai nilai Al Quran.

 

Saat ini, kata Raja’e, batas antara perintah dan larangan semakin kabur. Perilaku menyimpang menjadi tontonan yang membanggakan dan agama tidak lagi dipahami sebagai jalan kebenaran. Kondisi ini bisa menyebabkan runtuhnya peradaban dan hancurnya sebuah bangsa.

 

Merespon keadaan yang diatas, lanjutnya, maka membangun generasi Quran merupakan jalan keluar. Salah satu strateginya adalah membumikan Al Quran melalui kegiatan MTQ. Kegiatan itu bukan sekedar kompetisi tetapi yang pertama dan utama adalah sebagai bentuk penanaman nilai-nilai qurani dihati dan jiwa para peserta yang mengikutinya.

 

“Inilaih prinsip dasar yang harus kita pahami tentang kegiatan MTQ ini, agar kehidupan yang kita jalani benar-benar dalam lingkungan dan pertolongan Allah SWT. Mudah-mudahan ktia semua dapat menjadi manusia yang dapat melaksanakan perintah Allah dalam Al Quran dan meneladani Rasulullah dan para sahabatnya,” pungkasnya. (fal/hms)

 

21
September

 

HUMAS PAMEKASAN - Sejak Sabtu (21/9/19) kemarin Bupati Pamekasan Badrut Tamam dan Wakilnya Raja’e genap memimpin Bumi Gerbang Salam selama satu tahun. Kedua pemimpin muda Pamekasan ini telah mengukir banyak hal positif untuk menuju cita- cita membangun Pamekasan Hebat, Rajjeh Bejreh dan Parjugeh.

 

Setidaknya ada sejumlah terobosan kinerja yang dilakukan dalam 100 hari kerja keduanya. Antara lain didirikannya Mall Pelayanan Publik (MPP), Taman Aspirasi Rakyat dan branding batik pada mobil dinas Pemkab Pamekasan. Lalu ada program Call Care, Mobil Sigap Desa, beasiswa santri dan banyak terobosan lainnya.

 

Dalam perjalanan kepemimpinannya selama satu tahun Badrut Tamam dan Raja’e telah menetapkan lima program prioritas yang akan dijalankannya, yakni Reformasi Birokrasi, Kesehatan, Pendidikan, infrastruktur dan ekonomi.
Untuk reformasi birokrasi yang sudah berjalan mutasi pejabat yang dilakukan secara transparan dan bersih KKN. Lalu berupa pembangunan MPP yang merupakan bentuk pelayanan cepat tepat, lengkap dan murah di satu tempat.

 

Program ini bahkan mendapat apresiasi Kemenpen RB dan juga berhasil mendapat penghargaan MURI.
Terlepas dari berbagai hasil kerja positif dari kepemimpinan dua tokoh muda ini, ada yang sangat manarik dari berbagai pernyataan yang dikemukan oleh keduanya. Badrut Tamam misalnya dia selalu menegaskan bahwa jabatan yang disandangnya adalah amanah dan akan dijadikan sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah SWT.

 

Dia juga dengan tegas menolak praktek jual beli jabatan dalam mutasi di daerahnya. Dan selalu mengajak para bawahannya untuk bekerja keras atau luar biasa. Sebab untuk menjadikan Pamekasan yang hebat harus kerja luar biasa.

 

“Tidak akan mendapatkan hasil yang luar biasa jika usahanya hanya biasa biasa saja. Karena itu mari kita kerja maksimal untuk menuju Pamekasan yang sejajar dengan daerah maju lainnya,” katanya.

 

Badrut Tamam juga memberanikan diri dengan menegaskan bahwa kepemimpinannya bersama wakilnya adalah kepemimpinan yang berfondasi pada usaha memberikan maslahah kepada seluruh rakyatnya. Pemerintah yang memberikan kemaslahatan kepada umat.

 

Untuk menuju pemerintah yang berfondasi kemaslahatan itu, kata dia, maka ada sejumlah ikhtiar dan banyak hal yang dilakukannya. Yang pertama adalah mendorong kesejahteraan yang berkeadilan yang dilakukan di desa desa serta memberikan perlindungan kepada seluruh elemen masyarakat dengan menciptakan keamanan dan stabilitas bersama.

 

Dan yang tak kalah menariknya, ketika dia mengajak para bawahannya untuk memiliki kesetaraan dengan dirinya. Dia selalu mengungkapkan bahwa dirinya bersama bawahannya harus sama sama kuat. Kalau berjalan timpang akan mengalami banyak masalah.

“Jika pemimpinnya lemah maka akan terjadi perang saudara di pemerintahan. Tapi jika sebaliknya jika hanya pemimpinnya yang kuat dan semangat, namun bawahannya tidak merespon dengan baik, maka kepempinannya akan seperti macan ompong, “ tegasnya suatu ketika. (fal/hms)

 

29
September

 

HUMAS PAMEKASAN - Bupati Pamekasan Baddrut Tamam Senin (23/9/19) menyerahkan bantuan untuk kepala lembaga, siswa, dan guru PAUD di Pamekasan. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Auditorium IAIN Madura Pamekasan. Dalam kesempatan itu juga dilakukan launching lagu Mars Anak PAUD Pamekasan.

 

Jumlah bantuan yang diserahkan Bupati beragam, ada yang berupa Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bagi siswa untuk sebanyak 834 lembaga atau satuan PAUD, lalu bantuan untuk kinerja guru untuk 2.019 orang dan bantuan jasa kerja untuk 82 orang. Pemberian bantuan ini merupakan bagian dari program Dinas Pendidikan Pamekasan. Sementara launching lagu Mars Anak PAUD Pamekasan  merupakan lagu ciptaan Bapak Sino Jakarta, yang liriknya berisi tentang tekad anak PAUD Pamekasan untuk menjadikan Pamekasan hebat sebagaimana cita-cita Pemkab Pamekasan.

 

Ide pembuatan lagu ini murni keinginan Disdik Pamekasan yang dibantu oleh penciptanya dari Jakarta.Badrut Tamam mengucapkan selamat kepada lembaga PAUD yang menerima bantuan. Dia berharap agar  bantuan itu dimanfaatkan untuk penyelenggaraan pendidikan PAUD yang profesional dan berkualitas, sehingga dapat melahirkan anak-anak hebat sejak usia dini.

 

“Kita sama-sama memahami bahwa keberadaan lembaga pendidikan anak usia dini sangatlah strategis bagi kemajuan bangsa ke depan. Oleh karena itu, peran dan fungsi penyelenggaraan PAUD menjadi sangat penting untuk mengawal keberhasilan pendidikan. Di antaranya dengan peningkatan profesionalitas guru dan pengelolaan lembaga PAUD yang kreatif dan inovatif,” katanya. 

 

Dia juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada pencipta lagu Mars anak PAUD. Lagu ini, kata dia,  merupakan salah satu instrumen untuk menumbuhkan semangat dan motivasi yang tinggi bagi anak-anak PAUD dan penyelenggaranya untuk menggapai prestasi hebat di masa kini maupun di masa depan. 

 

Dunia anak, kata Badrut,  adalah dunia imajinasi. Masa depan anak sangat ditentukan oleh perkembangan daya imajinasinya sehingga dapat melahirkan kreativitas sejak dini. Karena itu, pendidikan anak usia dini harus dikemas dalam bentuk permainan yang imajinatif, kreatif, dan produktif.

 

“Itulah sebabnya, guru PAUD pasti berbeda dengan guru di tingkatan pendididkan di atasnya. Ia dituntut untuk lebih kreatif dan produktif dalam merangsang imajinasi peserta didiknya. Media pembalajaran yang harus digunakan berupa alat permainan edukatif yang dapat mengajak anak untuk bermain sambil belajar,” ungkapnya.

 

Di samping penggunaan alat permainan edukatif, media bercerita atau mendongeng merupakan media penanaman nilai yang sangat efektif bagi dunia anak-anak. Itulah sebabnya, pendidikana usia dini menjadi sangat strategis untuk pembentukan karakter anak. Karena itu guru PAUD tidak boleh berhenti berkreasi dan meningkatkan profesionalismenya. (fal/hms)

 

01
October

 

 

HUMAS PAMEKASAN - Wakil Bupati Pamekasan Raja’e menegaskan setiap warga negara harus bersyukur, karena hingga hari ini NKRI tetap tegak berdiri. Itu semua di antaranya berkat jasa para para pahlawan.

 

Sebagian penggalan jasa para pahlawan itu diperingati pada tanggal 1 Oktober dengan nama Hari Kesaktian Pancasila.

 

“Hari ini kita peringati Hari Kesaktian Pancasila. Jadi mari kita kokohkan jati diri kita sebagai bangsa bahwa Pancasila adalah dasar negara satu satunya. Dan dasar negara itu harus menjadi kesatuan dengan jiwa kita masyarakat Indonesia, “ ungkapnya usai menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lapangan Nagara Bhakti, Selasa (1/9/2019).

 

Karena itu, kata dia, tujuan yang hakiki tiap memperingati hari Kesaktian Pancasila, yakni untuk terus mengenang jasa para pahlawan. Karena negara tetap tegak terjaga diatas fondasi Pancasila. Dalam tubuh Pancasila, kata Raja’e, banyak tertuang hal yang memungkinkan semua elemen bangsa Indonesia berkreasi untuk kemajuan bangsa. Pancasila telah memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

 

Dalam kaitannya dengan konteks kekinian, Raja’e menegaskan bahwa sesungguhnya generasi muda dan kalangan milenial sebagai penerus estafeta kepemimpinan bangsa dituntut untuk lebih faham tentang bagaimana mengisi kehidupan bangsa kekinian dengan hal hal yang positif.

 

Modernitas pasti terjadi, tapi modernitas jangan membuat lupa terhadap apa jasa para pahlawan. Bagaimana caranya yaitu dengan tetap menjaga keutuhan bangsa Indonesia, NKRI, dan ideologi Pancasila.


Karena itu dia menyarankan agara para generasi muda dan seluruh elemen masyarakat bangsa Indonesia harus memahami secara sempurna terhadap esensi hidup berbangsa dan bernegara yang semuanya itu secara simplistic terangkum dalam sila sila dalam Pancasila.

 

“Kita harus betul betul fahami esensi berbangsa dan bernegara juga fahami secara utuh butir burtir dari Pancasila. Pancasila dibuat oleh pendiri bangsa di dalamnya sudah termuat hampir semua kebutuhan bangsa Indonesia. 74 tahun kita merdeka, kita masih kukuh dan utuh karena nilai nilai Pancasila yang ada didalamnya,” ungkapnya.

 

Menyinggung kemungkinan ideologi lain yang masuk dan mengaburkan pemahaman kebangsaan, Raja’e mengakuinya kemungkinan itu, tapi berupa riak riak kecil. Namun, katanya, dengan prinsip Bhinneka Tungga Ika dan dibawah naungan Pancasila, Indonesia hingga kini tetap utuh sebagai bangsa.

 

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2019 ini, digelar di Lapangan Nagara Bhakti depan Pendopo Ronggosukowati Pamekasan. Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Bupati Raja’e. Usai upacara Raja’e menyerahkan bingkisan bagi para veteran dan janda veteran pejuang.

 

Dalam upacara itu juga dilakukan pembacaan ikrar kebulatan tekad untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menegakkan kebenaran dan keadilan, demi menjaga NKRI. Ikrar itu dibacakan oleh Sekdakab Pamekasan Ir Totok Harono MA.(fal/hms)

 

Page 1 of 29