29
December

Baddrut Tamam : Atasi Kemiskinan Perlu Langkah Setrategis

Written by 
Published in Humas-Pro

Foto : Badrut Tamam

HUMAS PAMEKASAN - Bupati Pamekasan Pamekasan Baddrut Tamam menegaskan untuk mengatasi masalah kemiskinan di daerahnya tidak menggunakan tehnik reaksi cepat, melainkan  menggunakan tehnik reaksi setragegis. Alasannya masalah kemiskinan membutuhkan kecermatan dan kematangan dalam menanganinya.

 

“Istilahnya atasi masalah kemiskinan itu bukan pakai tehnik unit reaksi cepat, akan tetapi tehnik unit reaksi setrategis,” tandasnya pada wartawan usai menghadiri sidang Paripurna DPRD Pamekasan penetapan RAPBD tahun 2019 menjadi APBD, digedung DPRD Pamekasan Pamekasan,  Kamis kemarin. 

 

Dikatakannya mengatasi masalah kemiskinan membutuhkan tehnik yang setrategis, agar upaya yang dilakukan bisa efektif. Langkah setrategis yang dimaksudkan itu antara lain masalah  tahapan, pemetaan persoalan dan perencanaan serta pembuatan program yang akan dilakukannya. 

 

Terkait masalah tahapan, lanjutnya, bisa dilakukan mulai dari hulu kehilir. Lalu tentang program bisa melalui berbagai bentuk program setrategis yang bisa mengangkat dan memberdayakan  ekonomi masyarakat. Masyarakat, kata dia, tidak baik jika dijejali dengana bantuan uang atau dana. Akan tetapi lebih tepat jika dalam bentuk program pemberdayaan.

 

“Orang miskin itu tidak baik kalau diberi uang saja, itu tidak  cocok. Yang harus kita lakukan adalah dibimbing bagaimana  mereka bisa berusaha dan berikhtiar agar mereka bisa bergerak dan dengan begitu maka ekonominya akan bangkit degan sendirinya,” jelasnya. 

 

Beberapa langkah strategis yang sering diungkapkan ke public  terkait dengan pengentasan kemiskinan, kata Badrut Tamam, adalah program pembentukan 10 ribu penguasaha baru yang akan realisasikan secara bertahap selama lima tahun. Pembentukan ribuan pengusaha itu dibangkitkan dari desa sesauai dengan potensi yang dimiliki masing masing desa.

 

Termasuk diantara program pemberdayaan ini adalah menetapkan agar tiap super market, toko modern dan pusat pembelanjaan di Pamekasan diwajibkan menyediakan minimal 25 persean dari barang dagangnnya produk-produk unggulan hasil produksi rakyat atau usaha kecil menengah yang ada di Pamekasan.  

 

Semantara itu pada saat sidang penetapn APBD tahun 2019 Baddrut Tamam mengungkapkan bahwa Indek Pembangunan Manusia (IPM) Pamekasan masih tergolong rendah jika dibandingkan dari lainnya di Jawa Timur, yakni berada dalam urutan ke 6 dari bawah dari seluruh daerah tingkat II di Jawa Timur. 

 

Mernghadapi kondiis itu, dia bertekad untuk benar benar serius membuat program kerja yang bagus stretegis dan terencana sehingga membuahkan hasil maksimal untuk perubahan Pamekasan. Dia juga mengakui dari data yang dimilikinya jumlah orang miskin di Pamekasan masih cukup besar yakni mencapai 135 ribu orang. (fal/hms)

Read 404 times
Rate this item
(0 votes)
Super User

Aliquam erat volutpat. Proin euismod laoreet feugiat. In pharetra nulla ut ipsum sodales non tempus quam condimentum. Duis consequat sollicitudin sapien, sit amet ultricies est elementum ac. Aliquam erat volutpat. Phasellus in mollis augue.

Website: www.youjoomla.com