06
May
05
January

 

Pemerintah Kabupaten Pamekasan akan melaunching Mobil Batik Pada Hari Senin, 7 Januari 2019, pukul 08.00 Wib, sedikitnya kurang lebih ada 80 mobil Dinas yang sudah dibranding batik yang akan melewati jalan sekitaran dalam kota meliputi : JL. Kabupaten, JL. Jokotole, JL. Raya Sumenep, JL. Bonorogo, JL. Stadion, JL. Jingga, JL. Purba, JL. P. Trunojoyo, JL. Abd. Aziz, JL. Segara, JL. KH. Amin Jakfar, JL. Mandilaras, JL. Kemayoran, JL. Kesehatan, Arek Lancor

29
December

Foto : Badrut Tamam

HUMAS PAMEKASAN - Bupati Pamekasan Pamekasan Baddrut Tamam menegaskan untuk mengatasi masalah kemiskinan di daerahnya tidak menggunakan tehnik reaksi cepat, melainkan  menggunakan tehnik reaksi setragegis. Alasannya masalah kemiskinan membutuhkan kecermatan dan kematangan dalam menanganinya.

 

“Istilahnya atasi masalah kemiskinan itu bukan pakai tehnik unit reaksi cepat, akan tetapi tehnik unit reaksi setrategis,” tandasnya pada wartawan usai menghadiri sidang Paripurna DPRD Pamekasan penetapan RAPBD tahun 2019 menjadi APBD, digedung DPRD Pamekasan Pamekasan,  Kamis kemarin. 

 

Dikatakannya mengatasi masalah kemiskinan membutuhkan tehnik yang setrategis, agar upaya yang dilakukan bisa efektif. Langkah setrategis yang dimaksudkan itu antara lain masalah  tahapan, pemetaan persoalan dan perencanaan serta pembuatan program yang akan dilakukannya. 

 

Terkait masalah tahapan, lanjutnya, bisa dilakukan mulai dari hulu kehilir. Lalu tentang program bisa melalui berbagai bentuk program setrategis yang bisa mengangkat dan memberdayakan  ekonomi masyarakat. Masyarakat, kata dia, tidak baik jika dijejali dengana bantuan uang atau dana. Akan tetapi lebih tepat jika dalam bentuk program pemberdayaan.

 

“Orang miskin itu tidak baik kalau diberi uang saja, itu tidak  cocok. Yang harus kita lakukan adalah dibimbing bagaimana  mereka bisa berusaha dan berikhtiar agar mereka bisa bergerak dan dengan begitu maka ekonominya akan bangkit degan sendirinya,” jelasnya. 

 

Beberapa langkah strategis yang sering diungkapkan ke public  terkait dengan pengentasan kemiskinan, kata Badrut Tamam, adalah program pembentukan 10 ribu penguasaha baru yang akan realisasikan secara bertahap selama lima tahun. Pembentukan ribuan pengusaha itu dibangkitkan dari desa sesauai dengan potensi yang dimiliki masing masing desa.

 

Termasuk diantara program pemberdayaan ini adalah menetapkan agar tiap super market, toko modern dan pusat pembelanjaan di Pamekasan diwajibkan menyediakan minimal 25 persean dari barang dagangnnya produk-produk unggulan hasil produksi rakyat atau usaha kecil menengah yang ada di Pamekasan.  

 

Semantara itu pada saat sidang penetapn APBD tahun 2019 Baddrut Tamam mengungkapkan bahwa Indek Pembangunan Manusia (IPM) Pamekasan masih tergolong rendah jika dibandingkan dari lainnya di Jawa Timur, yakni berada dalam urutan ke 6 dari bawah dari seluruh daerah tingkat II di Jawa Timur. 

 

Mernghadapi kondiis itu, dia bertekad untuk benar benar serius membuat program kerja yang bagus stretegis dan terencana sehingga membuahkan hasil maksimal untuk perubahan Pamekasan. Dia juga mengakui dari data yang dimilikinya jumlah orang miskin di Pamekasan masih cukup besar yakni mencapai 135 ribu orang. (fal/hms)

19
December

Wabup Raja’ie terima penghargaan dari pimpinan PBPJS Ketenagakerjaan Pamekasan.

 

HUMAS PAMEKASAN  –Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan mempermudah koordinasi jika muncul masalah, semua pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, Lurah dan Kepala Desa se Pamekasan diminta untuk tidak bepergian pada saat pergantian tahun mendatang.

 

 

Himbauan itu disampaikan Wakil Bupati Pamekasan Raja’e mewakili Bupati saat memberikan sambutan dalam peresmian Bulan Bhakti Gotong ke IV dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 46 tahun 2018 di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Senin (17/12/18) kemarin.

 

 

Dalam acara itu, Wakil Bupati Raja’ie juga menerima penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan Pamekasan, sebagai pejabat yang memiliki kepedulian pada karyawan non ASN di daerahnya.

 

 

“Dalam menyambut pergantian tahun baru, pada tahun tahun sebelumnya selalu ada masalah yang tidak kita inginkan. Karena itu pada pergantian tahun ini menjadi kepedulian kita dan harus kita perhatikan serius, “ katanya.

 

 

Dia mengungkapkan bahwa sudah ada pimpinan OPD yang pamit untuk bepergian pada saat pergantian tahun nanti. Namun dia menolaknya dan tidak mengizinkannya. Karena pimpinan OPD diminta untuk tidak keluar kota atau bepergian pada saat pergantian tahun.

 

 

“Ini sangat penting karena khawatir ada kejadian atau hal hal yang tidak kita inginkan, tujuannya untuk melakukan antisipasi dan koordinasi dan menunjukkan kekompakan dalam menyelesaikan masalah, termasuik soal pergantian tahun,” jelasnya.

 

 

Pihak Pemkab sendiri, lanjut Raja’ie, juga akan terus membangun koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan terjadi pada malam pergantian tahun nanti.

 

 

Sekedar diketahui, kegiatan yang biasa dilakukan anak anak muda Pamekasan saat malam pergantian tahun selama ini adalah bergeraknya kelompok anak anak muda desa menuju kota untuk melakukan aktifitas pergantian tahun di kota.

 

 

Aktifitas yang dilakukannya biasanya melakukan konvoi dengan mengendarai sepeda motor, bahkan ada yang naik mobil terbuka. Laki-laki dan perempuan keliling kota sambil bernyanyi dengan menggunakan aneka busana yang tidak etis.

 

 

Untuk mengatasi hal itu tidak terjadi lagi pada pergantian tahun ini, dihimbau agar para camat selalu melakukan koordinasi dengan kepala desa dan lurah. Jika memang ada kegiatan menyambut tahun baru maka kegiatan itu harus dipusatkan di balai desa dan bersifat mendidik.

 

 

Para camat, kepala desa dan lurah juga diminta untuk tidak membolehkan jika anak anak muda yang beramai ramai menuju kota untuk merayakan pergantian tahun baru di kota. Karena hal itu menjadi penyebab berkumpulnya massa di kota yang mengkhawatirkan terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

 

 

Para camat, kepala desa serta lurah juga diminta untuk mendokumentasikan kagiatan para anak muda yang merayakan pergantian tahun di desa masing masing. (fal/hms)

Page 1 of 14