Super User

Super User

Aliquam erat volutpat. Proin euismod laoreet feugiat. In pharetra nulla ut ipsum sodales non tempus quam condimentum. Duis consequat sollicitudin sapien, sit amet ultricies est elementum ac. Aliquam erat volutpat. Phasellus in mollis augue.

Website URL: http://www.youjoomla.com

27
November

 

HUMAS PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten yang dianggap memiliki kepatuhan dalam hal pelayanan publik oleh Ombudsman Republik Indonesia.

 

Penghargaan itu diterima oleh Wakil Bupati Pamekasan, Raja'e dari salah satu anggota Ombusman RI di acara Penganugerahan Predikat Kepatuhan 2019 atau Ombudsman Awards di Grand Ballrom, Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu (27/11/2019). Sejumlah Menteri dan Kepala daerah hadir dalam acara tersebut.

 

 

Pamekasan merupakan satu-satunya Kabupaten yang berada di pulau garam mendapat penghargaan dari Ombusman RI untuk predikat kepatuhan tinggi kategori pemerintahan kabupaten.

 

"Alhamdulillah Ini adalah kerja keras teman-teman di Pemkab Pamekasan, dan saya sangat bersyukur atas penghargaan ini, semoga dengan diraihnya penghargaan ini semua pelayanan di Kabupaten Pamekasan terus bisa ditingkatkan dan semakin mudah buat rakyat Pamekasan," ujar Wabup Raja'e usai menerima penghargaan.

 

Berdasarkan catatan media, kabupaten Pamekasan tidak hanya kali ini saja menerima sejumlah penghargaan baik dari pusat maupun provinsi.

 

Sebelumnya, Pamekasan menerima penghargaan sebagai kabupaten Layak Anak dan Kabupaten Layak Pemuda Kategori Utama. (fal/hms)

 

25
October

 

HUMAS PAMEKASAN - Wakil Bupati Pamekasan, Madura Raja'e menyalurkan secara langsung bantuan kepada korban kebakaran di Desa Ragang, Kecamatan Waru, Pamekasan, Jumat (25/10/2019).ntuan kepada para korban musibah kebakaran di Kecamatan Waru, Pamekasan dan penyaluran bantuan itu diserahkan secara langsung ke rumah para korban oleh Dinas Sosial pemkab setempat dan Wakil Bupati Pamekasan Raja’e.

 

“Selain ingin melibat secara langsung kondisi korban kebakaran, saya sengaja turun secara langsung bersama Dinsos Pemkab Pamekasan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan sekaligus untuk silaturrrahmi dengan bertemu secara langsung dengan keluarga korban,” kata Wabup Raja’e.

 

Di Kecamatan ini, ada beberapa rumah warga yang menjadi korban kebaran. Antara lain di Desa Ragang, dan Desa Waru, Kecamatan Waru Pamekasan.

 

Jenis bantuan yang diserahkan tim Pemkab Pamekasan itu antara lain mie instan, minyak goreng, beras dan alas tidur.

 

Wabup dalam kesempatan itu menyatakan, pada musim kemarau seperti sekarang ini, musibah kebaran sering terjadi di Pamekasan. Penyebabnya karena cuaca panas, sehingga jika ada titik apa, maka akan mudah menjalar, karena rumput-rumput juga mengering.

 

“Maka dari itu, mari kita tingkatkan kewaspadaan secara bersama-sama, untuk mencegah terjadinya kebakaran,” katanya.

 

Wabup asal Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan ini juga meminta, agar para korban hendak bersabar menghadapi musibah ini, karena menurutnya, itu semuanya merupakan salah satu ujian yang diberikan Allah SWT.

 

Kepada camat dan perangkat desa yang ikut dalam rombongan penyaluran bantuan kepada para korban kebaran itu, Wabup Raja’e meminta agar mereka bisa meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya melakukan upaya antisipasi dan mawas diri.

 

“Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPBD Pemkab Pamekasan dan tim relawan yang berada dalam binaan BPBD Pemkab Pamekasan yang selama ini gencar memberikan bantuan pertolongan apabila terjadi musibah kebakaran,” kata wabup.

 

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Pemkab Pamekasan, jumlah kasus musibah kebakaran yang terjadi di Pamekasan selama kemarau kali ini sudah mencapai 57 kasus kebakaran.

 

Objek yang terbakar meliputi, rumah tingga warga, dapur, dan lahan kering, serta perkebunan.

 

“Tapi yang paling sering adalah lahan dan kebun, seperti kebun bambu, kebun jati dan lahan tebu,” kata Supervisor Pusat Pengemdalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Pemkab Pamekasan Budi Cahyono.(fal/hms

20
October

Foto : Wabup Raja’e, bersama istri Sekdakab Totok Hartono bersama istri saat meninjau peserta lomba rujak.

 

HUMAS PAMEKASAN-Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-489 Minggu (20/10/19) kemarin Pemkab Pamekasan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Festival Budaya Madura yang dikonsep dengan lomba rujak dan makan rujak gratis di depan Museum Mandhilaras kawasan Monumen Arek lancor. 

 

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pamekasan Raja’e bersama istrinya dan Sekkab Pamekasan Totok Hartono juga bersama istrinya. Kegiatan tersebut berlangsung semarak dan mampu mencuri perhatian pengunjung. 

 

Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan penjual rujak di Pamekasan. Tiap penjual rujak membuat lima porsi untuk dilombakan. Lima porsi rujak itu terdiri atas tiga jenis olahan rujak, yakni rujak corek, rujak dhulit, dan rujak letho’.Panitia mendatangkan juri khusus untuk menilai makanan tersebut  

 

Usai penilaian, rujak yang dilombakan tersebut langsung bisa dinikmati masyarakat secara gratis, termasuk Wabup Raja’e, Sekdakab Totok Hartono dan para undangan lain yang hadir. Masyarakat menyerbu untuk menikmati rujak tersebut. Jumlah porsi rujak gratis yang bisa dinikmati pengunjung sekitar 225 porsi, terdiri atas 75 porsi rujak corek, 75 porsi rujak dhulit, 75 porsi letho’.

 

Wabup Raja’e menjelaskan, festival atau perlombaan rujak dan makan rujak gratis ini tujuannya adalah untuk mengeksiskan kembali makanan rujak khas Pamekasan. Khususnya rujak corek yang dulu sangat eksis, namun saat ini mulai merosot. 

 

“Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi ajang promosi untuk menarik wisatawan dari luar agar berkunjung ke Pamekasan. Saya mengajak masyarakat supaya melestarikan makanan khas tradisional dengan mengenalkan produk Pamekasan ke masyarakat luas. Diharapkan juga hasil karya para peserta dapat menjadi referensi dalam mengembangkan khazanah budaya kuliner kita,” ungkapnya.

 

Festival budaya kuliner tradisi, kata Raja’e,  merupakan salah satu upaya untuk menggerakan industri kreatif berbasis kearifan local. Untuk itu dia  sangat mendukung terhdap upaya pengembangan industri ini karena potensinya sangat besar. Pertembuhan industri kreatif di Pamekasan, kata dia, kini  mengalami kenaikan yang sigifikan yakni mencapai 7 % pertahun.

 

Industri kreatif kuliner ini, lanjutnya,  dapat berkonrtibusi secara ekonomi. Utamanya dalam peningkatan nilai tambah tenaga kerja dan jumlah perusahaan. Oleh karena itu sector industry kreatif ini harus dimanfaatkan wirausaha baru dari kalangan generasi muda yang mampu melakukan inovasi baru dalam mengembangkan usahanya. 

 

“Mengingat begitu potensialnya kuliner ini, saya berharap besar agar sector ini dapat ditingkatkan kualitas dan produksinya.  Jika industry  kreatif makanan khas daerah diberi ruang yang terbuka dan akses pasar yang luas saya yakin kualitasnya akan makin baik dan memiliki daya saing ke pasar yang lebih luas lagi,” pungkasnya. (fal/hms)

22
October

Foto : Raja’e, Kapolres dan Sekdakab saat lepas kirab peserta kirab santri

 

PAMEKASAN-Wakil Bupati Pamekasan Raja’e menegaskan dalam sejarahnya santri memiliki kontribisi besar terhadap tegaknya perdamaian. Karena itu dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini diharapkan santri segera ambil langkah tegas untuk ambil bagian lagi dalam upaya menegakkan perdamaian dunia. 

 

“Hari ini tahun ini peringatan hari santri ambil tema Santri Untuk Perdamaian Dunia. Kita sama sama tahu bahwa kita bangsa Indonesia menghadapi ujian berat ada sekian banyak gejolak di daerah. Dan momentum hari santri ini harus dijadikan awal untuk tegaknya semangat perdamaian itu,” katanya. 

 

Ditemui wartawan usai menjadi Pembina dalam Apel Akbar dalam rangka HSN 2019 di lapangan Nagara Bhakti Pamekasan, Raja’e mengungkapkan bahwa santri memilik peran besar untuk tegaknya perdamaian dunia, karena santri memiliki sikap inklusif dalam berfikir, berpijak dan cara pandang utama terhadap NKRI. 

 

Santri, kata dia, harus harus focus berniat menjadi bagian dari pembangunan dimasa yang akan datang. Dari hasil amatannya Raja’e menilai santri memiliki kekuatan luar biasa, yang selama ini kurang banyak dikenal public. Mengingat begitu besarnya kekuatan santri, maka santri patut diberi atensi dan apresiasi  untuk menjadi bagian dari pembangunan.

 

“Kita lihat bersama tadi pada saat apel akbar, bagaimana begitu luar biasanya semangat dan gelora mereka para santri dalam momentum hari santri ini. Ini menandakan bahwa mereka memiliki kekuatan besar yang penting untuk pembangunan. Karena itu saya berharap santri terus belajar dengan gigih dan giat, istiqomah karena santri adalah harapan bangsa dan harapan kita bersama. Jadilah santri yang hebat,” tandasnya.

 

Sementara itu dalam sambutannya saat menjadai pembina dalam Apel Akbar, Raja’e mengungkapkan Pemkab Pamekasan  mengapresiasi secara positif terhadap peringatan hari santri nasional tahun ini. Karena itu terkiat apresiasi itu ada beberapa program yang kini dilakukan Pemkab Pamekasan. 

 

Pertama pada tahun anggran 2019 ini Pemkab Pamekasan telah memeberikan penghargaan kepada para santri berprestasi. Kedua kepada pondok pesantren , masjid dan yayasan yang tanahnya belum berakta wakaf akan diberikan bantuan untuk legalisasinya. Kriga akan dilakukan penertiban data lembaga pendidikan dan keempat pada tahun 2020 mendatang akan ada  beasiswa bagi santri miskin namun berprestasi. 

 

Masih dalam rangkaian peringatan hari santri tahun ini, Pemkab Pamekasan mengeluarkan surat edaran dimana selama 4 hari mulai Selasa (22/10/19)  sampai Jumat (25/10/19) mendatang seluruh aparat sipil negara dilingkungan Pemkab Pamekasan dihimbau agar menggunakan busana santri selama menjalankan tugas memberikan pelayanan pada masyarakat. 

 

“Ini semua dilakukan agar selain dapat memgambil ibrah dari nilai nilai positif santri, yang paling penting adalah agar kita tidak melupakan peran santri dalam upaya melepaskan diri dari penjajahan  hingga menacpai kemerdekaan,” pungkasnya.(fal/hms)